web analytics
Home » Blog » 80 Tahun Merdeka Tapi…..

80 Tahun Merdeka Tapi…..

Delapan puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Namun, di balik gegap gempita perayaan, masih ada suara-suara yang tidak didengar. Dari Natumingka, Toba, Simalungun, Humbang Hasundutan, hingga Tapanuli Utara, masyarakat adat terus berdiri, mempertahankan tanah dari perampasan dan kehancuran.

Perempuan menanam benih dengan doa, menjaga api dapur agar tetap menyala, dan menghadang alat berat dengan tubuh mereka sendiri. Perlawanan ini bukan hanya tentang mempertahankan tanah, tetapi juga tentang menjaga hidup, warisan leluhur, dan masa depan generasi.

Setelah sebulan mengikuti kelas-kelas Sekolah Ekofeminisme Lulbas 2025, dan sebulan berikutnya bekerja secara kolektif menyusun zine, para penerima Beasiswa Lulbas meluncurkan zine “Memaknai Ulang 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.”

Zine “80 Tahun Merdeka, Tapi…” adalah edisi perdana yang ditulis oleh penerima Beasiswa Lulbas. Zine ini lahir dari kegelisahan, pengalaman belajar, dan kerja kolektif mereka. Ia mengajak kita bertanya dengan pelan, namun tegas: merdeka untuk siapa?

Scroll to Top