DOI :
Penulis : Siti Amalia Arrayyan
Tahun : 2020
URL : Eksklusi Tubuh Perempuan Tani Terkait Kegiatan Ekstraktif Di Desa Darmasari
Annotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania
Skripsi ini menganalisis proses kerja kuasa eksklusi yang memengaruhi kehidupan sosial-ekologis perempuan tani di Desa Darmasari pasca hadirnya industri semen PT Cemindo Gemilang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik follow the body, wawancara sejarah lisan, serta dokumentasi, penulis memetakan dampak industrialisasi terhadap tubuh perempuan tani. Analisis didasarkan pada konsep eksklusi Derek Hall tentang relasi kuasa pengaturan, pemaksaan, pasar, dan legitimasi; teori sosial-ekologis McEvoy tentang hubungan, ikatan, dan ingatan komunitas; serta teori kapitalisme dan reproduksi sosial Costa terkait kerja domestik perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi selama hampir satu dekade melahirkan krisis sosial berkelanjutan: pembatasan akses ke kawasan karst, berkurangnya sumber mata air, hilangnya lahan produktif, hingga deagrarianisasi. Perempuan tani menjadi pihak yang paling tereksklusi karena kerja domestik mereka semakin berat dan tubuh mereka terancam akibat degradasi ekologis.
Menurut saya, kekuatan skripsi ini terletak pada keberanian menempatkan tubuh perempuan tani sebagai pusat analisis, sehingga tidak hanya menggambarkan dampak industrialisasi secara umum, tetapi juga bagaimana perempuan mengalaminya secara material, sosial, dan imajinatif. Pendekatan follow the body terasa segar dan mampu menghadirkan narasi yang dekat dengan pengalaman sehari-hari subjek penelitian. Namun, menurut saya, kelemahan penelitian ini ada pada kurangnya elaborasi tentang strategi perlawanan atau bentuk adaptasi kolektif perempuan tani, sehingga narasi lebih dominan menekankan kerentanan ketimbang kapasitas. Selain itu, penelitian sangat kontekstual pada satu desa, sehingga potensi komparasi dengan wilayah lain masih terbatas.
Meski begitu, saya menilai penelitian ini memiliki kebaruan yang signifikan. Penulis berhasil menggabungkan analisis eksklusi dengan kerangka ekofeminisme dan reproduksi sosial, menghadirkan perspektif kritis tentang bagaimana pembangunan ekstraktif justru menambah beban domestik perempuan. Bagi saya, skripsi ini relevan bagi akademisi, aktivis agraria, dan pembuat kebijakan untuk memahami dampak gender dari industrialisasi pedesaan. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak netral, dan tubuh perempuanlah yang kerap menanggung beban paling berat.



