Generated by All in One SEO v4.9.0, this is an llms.txt file, used by LLMs to index the site. # Mama Aleta Fund Apa Mama Aleta Fund merupakan lembaga pendanaan yang bertujuan mendukung Perjuangan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mempertahankan wilayah dan berjuang menolak perusakan alam ## Sitemaps - [XML Sitemap](https://mamaaleta.org/sitemap.xml): Contains all public & indexable URLs for this website. ## Posts - [Blog](https://mamaaleta.org/blog/) - [Okomama Lulbas: Mengawali Sekolah Politik Ekologi Feminis](https://mamaaleta.org/okomama-lulbas-mengawali-sekolah-politik-ekologi-feminis/) - Pada Jumat (17/07/2026), Mama Aleta Fund resmi menyambut perempuan dan gender minoritas muda (Lulbas) yang menerima Beasiswa Lulbas Proyek Kehidupan 2026/2027 lewat sesi pertama, Okomama Lulbas. Okomama sendiri merupakan sebutan untuk wadah anyaman khas Suku Dawan (Atoin Meto) di Pulau Timor, yang berfungsi untuk menyimpan dan menyuguhkan sirih, pinang, dan kapur. Okomama adalah benda yang - [Peran Perempuan dalam Menjaga Sumber Mata Air ](https://mamaaleta.org/menjaga-sumber-mata-air-kisah-perempuan-desa-pagerukir/) - Lebih dari sekadar pengguna, perempuan Desa Pagerukir menginspirasi menjaga sumber mata air Watu Dukun sekaligus merawat tradisi budaya lokal turun-temurun - [Perspektif Kebencanaan Menurut Komunitas Sedulur Sikep (Studi Kasus Sedulur Sikep di Desa Ngawen, Sukolilo, Pati)](https://mamaaleta.org/perspektif-kebencanaan-sedulur-sikep-dalam/) - Nilai dan prinsip Sedulur Sikep tentang kelestarian alam mendorong mereka mengurangi risiko terjadinya bencana. Sedulur Sikep merumuskan bencana menjadi dua hal - [On Mirroring and the Ecological Pesantren in Garut, West Java](https://mamaaleta.org/on-mirroring-and-the-ecological-pesantren-in-garut-west-java-2/) - Bagaimana Jason melakukan analisis untuk mengetahui hubungan antara islam dan ekologi, pengajaran Nisa kepada santri untuk menghasilkan pangan secara mandiri? - [Our Mother’s Land: Kisah Perjuangan Perempuan Indonesia dalam Menyelamatkan Lingkungan](https://mamaaleta.org/perempuan-ekofeminismedalam-film-our-mothers-land/) - Soroti Sukinah hingga Aleta Baun, ulasan film Our Mother’s Land ini bedah cara damai perempuan lokal menyelamatkan alam berakar kearifan lokal. - [Dari Pule Menuju Keadilan Ekologis: Anotasi untuk Prajurit Rimba Trenggalek](https://mamaaleta.org/prajurit-rimba-trenggalek-menjaga-gunung-sengunglung/) - Prajurit Rimba Trenggalek bersama warga menjaga Gunung Sengunglung dari ancaman tambang emas. Artikel ini bagian dari zine Resonansi karya Lulbas Alvina Nur A - [We, the Indigenous Peoples, are never alone](https://mamaaleta.org/perempuan-adat-menjaga-tanah-dan-tradisi-demiasa-depan/) - Ritual bukan hiasan pariwisata—strategi politik perempuan adat melawan penggusuran. Rukka Sombolinggi mengungkap kuasa tradisi yang melampaui hukum negara. - [Perempuan Samin Pasca-Reformasi: Perspektif Ekofeminisme](https://mamaaleta.org/perempuan-samin-pasca-reformasi-perspektif-ekofeminisme/) - DOI : 10.55981/jmb.2023.2273Penulis : Muhammad Khoiruddin, Danan Tricahyono, Rinda HandayaniTahun : 2023URL : https://www.researchgate.net/publication/385906685_PEREMPUAN_SAMIN_PASCA-REFORMASI_PERSPEKTIF_EKOFEMINISMEAnnotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania Naskah ini mendeskripsikan sejarah gerakan masyarakat Samin dengan focus pada peran perempuan Samin, alam dalam konsep ekofeminisme, serta keseimbangan peran perempuan dan laki-laki dalam ranah domestic pada saat perempuan Samin melakukan - [OUR WEAPON IS TRADITIONAL RITUAL: The Symbolic Expressions and Spells of the Nausus, Human Rights Defender-Environmentalist](https://mamaaleta.org/human-rights-defender-environmentalist/) - This beautiful book displays a wealth of courage bearing knowledge and wisdom, born out of struggles as a voice to challenging destruction. - [Perjuangan Lima Tokoh Perempuan Adat Merawat Kehidupan](https://mamaaleta.org/perjuangan-lima-tokoh-perempuan-adat-merawat-kehidupan/) - Ketika mengalami kesulitan, kami harus meminta pertolongan, tidak harus ke negara, karena negara mengizinkan tambang - [On Mirroring and the Ecological Pesantren in Garut, West Java](https://mamaaleta.org/on-mirroring-and-the-ecological-pesantren-in-garut-west-java/) - Menjaga bumi lewat agama. Intip bagaimana Pesantren Ath-Thaariq Garut mengajarkan santri berdaulat pangan secara organik demi kelangsungan semua makhluk - [Merayakan Ibu Bangsa](https://mamaaleta.org/merayakan-ibu-bangsa/) - Gerakan menenun di area tambang oleh Aleta Baun dan perempuan Mollo— sukses membawa isu lokal ke panggung global sebagai perlawanan terhadap industri ekstraktif - [Pengalaman Perempuan dan Persoalan Lingkungan: Belajar dari Gerakan Perempuan Kendeng](https://mamaaleta.org/pengalaman-perempuan-dan-persoalan-lingkungan-belajar-dari-gerakan-perempuan-kendeng/) - Gunarti tidak bisa membayangkan jika harus membeli air karena adanya pertambangan batuan karst yang merusak sumber air yang sangat berlimpah dari pegunungan Kendeng - [Islamic Boarding Schools (Pesantren), Sufism and Environmental Conservation Practices in Indonesia](https://mamaaleta.org/islamic-boarding-schools-pesantren-sufism-and-environmental-conservation-practices-in-indonesia/) - Keterhubungan antara sufisme dan praktik konservasi lingkungan di Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Garut, Jawa Barat merupakan fokus pembahasan tulisan ini. - [Makna Wanita Tangguh di Program Tayangan Satu Indonesia di NET. Episode Mama Aleta Baun](https://mamaaleta.org/makna-wanita-tangguh-di-program-tayangan-satu-indonesia-di-net-episode-mama-aleta-baun/) - Representasi perempuan dalam media tidak pernah netral, selalu ada ideologi yang bekerja di baliknya. - [Pemaknaan Pakaian Khas Masyarakat Sedulur Sikep Sebagai Identitas Sosial](https://mamaaleta.org/pemaknaan-pakaian-khas-masyarakat-sedulur-sikep-sebagai-identitas-sosial/) - Pakaian khas masyarakat Sedulur sikep, bagian dari filosofi hidup "Ajining Raga Ana Ing Busana", kehormatan seseorang tercermin dari cara berpakaiannya. - [Listen to the Earth, Listen to the Mother, Sebuah Usaha Ekofeminis untuk Merespon Rintihan Bumi](https://mamaaleta.org/listen-to-the-earth-listen-to-the-mother-sebuah-usaha-ekofeminis-untuk-merespon-rintihan-bumi/) - Bumi tidak lagi bersuara melalui cara biasa, melainkan melalui “rintihan bumi, mendengar rintihan bumi sama artinya dengan mendengar rintihan ibu” - [Integration of Eco-Feminism and Islamic Values: A Case Study of Pesantren Ath-Thaariq Garut, West Java](https://mamaaleta.org/integration-of-eco-feminism-and-islamic-values-a-case-study-of-pesantren-ath-thaariq-garut-west-java/) - Di Pesantren Ath-Thaariq diyakini tidak adanya dualisme antara manusia dan alam— satu kesatuan, ini sejalan dengan ekofeminisme transformatif Vandana Shiva - [Masyarakat Adat versus Korporasi: Konflik Sosial Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Pati Jawa Tengah Periode 2013-2016](https://mamaaleta.org/masyarakat-adat-versus-korporasi-konflik-sosial-rencana-pembangunan-pabrik-semen-di-kabupaten-pati-jawa-tengah-periode-2013-2016/) - Salah satu cara terbaik untuk memahami kecenderungan dan pola dari suatu konflik adalah pemetaan konflik - [Indigenous Women and Customary Rights in Agrarian Conflicts: A Study of Ecofeminism](https://mamaaleta.org/indigenous-women-and-customary-rights-in-agrarian-conflicts-a-study-of-ecofeminism/) - Sungai dan rawa, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai sumber pangan tetapi juga sarana pendidikan bagi anak-anak tentang bagaimana bertahan hidup - [Integrating Organic Farming into the Indonesian Bioeconomy? Sustainable Agriculture between Productivism and Deep Ecology](https://mamaaleta.org/integrating-organic-farming-into-the-indonesian-bioeconomy-sustainable-agriculture-between-productivism-and-deep-ecology/) - DOI : https://doi.org/10.11588/asien.2021.160/161.23898Penulis : Patrick KeilbartTahun : 2021URL : https://hasp.ub.uni-heidelberg.de/journals/asien/article/view/23898Annotator : Rizki Anggarini Santika Febriani [Mama Aleta Fund] Artikel Keilbart mencoba mengidentifikasi bagaimana aktor-aktor yang mempraktekkan pertanian organik ditinjau dari aspek bioekonomi yang dilihat dari aspek produktivitas dan ekologi dalam (deep ecology). Ia memulai dengan menjelaskan mengenai kebijakan yang berkaitan dengan bioekonomi di Indonesia dari - [Katalog Podcast Mama Aleta Fund Periode 2025](https://mamaaleta.org/katalog-podcast-mama-aleta-fund-periode-2025/) - Podcast ini hadir sebagai ruang untuk merawat dan menyebarkan pengetahuan yang tumbuh dan hidup dari praktik sehari-hari perempuan di komunitas dalam merawat, mengolah tanah dan pangan lokal, serta menjaga hutan - [Narasi Ekspresi Gerakan Masyarakat Samin di Kawasan Pegunungan Utara Jawa](https://mamaaleta.org/narasi-ekspresi-gerakan-masyarakat-samin-di-kawasan-pegunungan-utara-jawa/) - Artikel ini meneliti konstruksi narasi gerakan masyarakat Samin (Sedulur Sikep) dalam konteks penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng - [Gerakan Sosial Ekofeminisme Melawan Penambangan Marmer di Gunung Mutis Nusa Tenggara Timur](https://mamaaleta.org/gerakan-sosial-ekofeminisme-melawan-penambangan-marmer-di-gunung-mutis-nusa-tenggara-timur/) - Perempuan Mollo menjadikan aktivitas domestik seperti menenun sebagai senjata politik ekologis, melakukan aksi menenun selama setahun penuh di lokasi tambang - [Local Wisdom of “Sedulur Sikep” to Ensure the Preservation of Natural Resources (How Local Wisdom of Sedulur Sikep Affect Their Position towards the Cement Factory Plan)](https://mamaaleta.org/local-wisdom-of-sedulur-sikep-to-ensure-the-preservation-of-natural-resources-how-local-wisdom-of-sedulur-sikep-affect-their-position-towards-the-cement-factory-plan/) - meskipun Sedulur Sikep sering dianggap sebagai komunitas “tradisional,” pandangan mereka justru sangat relevan dalam menghadapi krisis lingkungan modern - [Gender and Strategic Political: Opportunities and Challenges for Women and Youth in Political Parties in East Nusa Tenggara Indonesia 2019](https://mamaaleta.org/gender-and-strategic-political-opportunities-and-challenges-for-women-and-youth-in-political-parties-in-east-nusa-tenggara-indonesia-2019/) - Dominasi budaya patriarki masih kuat di NTT, sehingga perempuan lebih sering diposisikan dalam ranah domestik dan jarang diberi ruang dalam proses pengambilan keputusan politik - [Exploring the Roles of Women in the Bible in Effort to Preserve the Environment in Indonesia](https://mamaaleta.org/exploring-the-roles-of-women-in-the-bible-in-effort-to-preserve-the-environment-in-indonesia/) - Perempuan dalam Al Kitab merepresentasikan keberanian, kesadaran ekologis, tercermin dalam perjuangan Aleta Baun menjaga lingkungan dan melawan budaya patriarki - [Identitas Kaum Samin Pasca Kolonial Pergulatan Negara, Agama, dan Adat dalam Pro-Kontra Pembangunan Pabrik Semen di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah](https://mamaaleta.org/identitas-kaum-samin-pasca-kolonial-pergulatan-negara-agama-dan-adat-dalam-pro-kontra-pembangunan-pabrik-semen-di-sukolilo-pati-jawa-tengah/) - Kehidupan kaum Samin di masa kolonial, mereka menolak apa yang menghalangi kehidupannya, salah satunya yaitu pajak - [Green Sufism Movement in Indonesia (Case Study in Pesantren Ekologi of Ath-Thaariq, West Java)](https://mamaaleta.org/green-sufism-movement-in-indonesia-case-study-in-pesantren-ekologi-of-ath-thaariq-west-java/) - Umi Nissa menekankan bahwa keberhasilan pesantren tidak diukur dari keuntungan finansial, melainkan dari sejauh mana mampu menumbuhkan kedaulatan pangan dan kesadaran ekologis - [Ekofeminisme Spiritualis pada Gerakan Perempuan Adat dalam Menolak Tambang Marmer di Mollo, Nusa Tenggara Timur](https://mamaaleta.org/ekofeminisme-spiritualis-pada-gerakan-perempuan-adat-dalam-menolak-tambang-marmer-di-mollo-nusa-tenggara-timur/) - Tulisan ini menekankan bahwa perjuangan Aleta Baun sesuai dengan dimensi ekofeminisme spiritual yang tercermin pada praktik spiritualitas berbasis Bumi dan menghubungkan nilai-nilai agama universal dalam perjuangan mereka - [Gerakan Petani Kendeng dalam Mempertahankan Kedaulatan Pangannya](https://mamaaleta.org/gerakan-petani-kendeng-dalam-mempertahankan-kedaulatan-pangannya/) - Kontribusi utama naskah ini adalah memperdalam analisis pembaca mengenai latar belakang gerakan perlawanan petani di Indonesia - [Environmental Sustainability in Indonesia Pesantren: Integrating Pious Principles and Da’wah Efforts ](https://mamaaleta.org/environmental-sustainability-in-indonesia-pesantren-integrating-pious-principles-and-dawah-efforts/) - Artikel ini menyoroti berbagai inisiatif praktis terkait keberlanjutan lingkungan yang telah berhasil diterapkan di pesantren yang menjadi objek penelitian - [Dualisme Ekosentrisme dan Antroposentrisme: Sebuah Implikasi Teologis Kejadian 1-3 dan Respon terhadap Gerakan Ekofeminisme dalam Melihat Tindakan Eksploitasi Lingkungan](https://mamaaleta.org/dualisme-ekosentrisme-dan-antroposentrisme-sebuah-implikasi-teologis-kejadian-1-3-dan-respon-terhadap-gerakan-ekofeminisme-dalam-melihat-tindakan-eksploitasi-lingkungan/) - Tullisan ini seolah berusaha menjembatani dua pandangan besar dalam etika lingkungan, yaitu ekosentrisme dan antroposentrisme, yang biasanya saling bertentangan - [Gerakan Sosial Tanpa Kekerasan (Gerakan Sosial Masyarakat Samin terhadap Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Sukolilo, Pati)](https://mamaaleta.org/gerakan-sosial-tanpa-kekerasan-gerakan-sosial-masyarakat-samin-terhadap-rencana-pembangunan-pabrik-semen-di-sukolilo-pati/) - Hal yang baru dalam naskah ini: membahas spesifik tentang tembang yang Masyarakat Samin nyanyikan saat aksi penolakan tambang semen yang mengancam lingkungan - [Para Penganyam Penjaga Gunung Bati Pulau Seram](https://mamaaleta.org/para-penganyam-penjaga-gunung-bati-pulau-seram/) - Zine ini tidak hanya berbicara tentang tradisi dan budaya. Di dalamnya tersimpan cerita tentang perlawanan. - [Ekofeminisme di Indonesia: Sebuah Kajian Reflektif atas Peran Perempuan Terhadap Lingkungan](https://mamaaleta.org/ekofeminisme-di-indonesia-sebuah-kajian-reflektif-atas-peran-perempuan-terhadap-lingkungan/) - Artikel ini menyajikan ulasan reflektif mengenai ekofeminisme di Indonesia, khususnya menyoroti peran perempuan dalam menghadapi masalah lingkungan dan sosial - [Aleta Baun: Perempuan yang Menyusui Batu dan Mengasuh Tanah](https://mamaaleta.org/aleta-baun-perempuan-yang-menyusui-batu-dan-mengasuh-tanah/) - Artikel ini berhasil menunjukkan bahwa perlawanan perempuan adat adalah isu yang memiliki irisan pada dimensi gender dan hubungan tubuh dan tanah - [Bayang-Bayang Tambang dan Kedaulatan Pangan: Ancaman Nyata bagi Perempuan Pesisir](https://mamaaleta.org/bayang-bayang-tambang-dan-kedaulatan-pangan-ancaman-nyata-bagi-perempuan-pesisir/) - Tulisan ini membuka realitas yang sering tersembunyi di balik proyek pembangunan: bagaimana aktivitas pertambangan dapat mengancam kehidupan masyarakat pesisir, terutama perempuan - [Dari Hutan ke Politik Studi terhadap Ekofeminisme Aleta Baun di Mollo-NTT](https://mamaaleta.org/dari-hutan-ke-politik-studi-terhadap-ekofeminisme-aleta-baun-di-mollo-ntt/) - Artikel ini membahas model gerakan Aleta Baun dalam menolak pertambangan di Mollo, NTT - [Gerakan Ekopopulisme Komunitas Samin Melawan Perusahaan Semen di Pegunungan Kendeng](https://mamaaleta.org/gerakan-ekopopulisme-komunitas-samin-melawan-perusahaan-semen-di-pegunungan-kendeng/) - DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um021v5i1p35-47 Penulis : Enkin Asrawijaya Tahun : 2020 URL : https://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/article/view/13891Anotator: Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania Tujuan dari naskah ini yaitu untuk menjelaskan gerakan sosial Masyarakat Samin yang berdasar pada prinsip ekopopulisme. Naskah ini menjelaskan berdasarkan hasil penelitiannya bahwa Masyarakat Samin melakukan gerakan sosialnya di atas dasar keresahannya akan - [Planet Simbiotik: Catatan Pasca Miselium Daya](https://mamaaleta.org/symbiotic-planet-catatan-pasca-miselium-daya/) - Oleh Dani Wahyu Munggoro Sebagai penulis Miselium Daya dan penggerak INSPIRIT, membaca kembali karya Lynn Margulis, Symbiotic Planet, terasa seperti menemukan akar biologi dari segala kerja komunitas yang kita bangun. Margulis tidak sekadar menulis buku sains; ia sedang mengungkap dogma keserakahan individu dan menggantinya dengan narasi pertautan yang mendalam. Baginya, sejarah kehidupan bukanlah peperangan abadi - [Memori Kolektif yang Dicerabut](https://mamaaleta.org/memori-kolektif-yang-dicerabut/) - Memori Kolektif yang Dicerabut: Kisah Alam, Leluhur, dan Perempuan Tau Taa Wana di Morowali dan Morowali Utara adalah zine yang mendokumentasikan pengalaman hidup masyarakat adat di tengah ekspansi industri ekstraktif nikel, dengan fokus pada suara perempuan Tau Taa Wana. Ditulis oleh Stevi, seorang organizer yang telah lama terlibat dalam kerja-kerja pendampingan komunitas di Morowali. Zine - [Ekoteologi Komunitas Sedulur Sikep](https://mamaaleta.org/ekoteologi-komunitas-sedulur-sikep/) - DOI : https://doi.org/10.37368/ja.v5i1.243Penulis : Daniel Eko Saputro, Daniel Gunadi Tahun : 2021 URL : https://journal.stt-abdiel.ac.id/index.php/JA/article/view/243Annotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania Naskah ini membahas secara detail bagaimana sikap Komunitas Sedulur Sikep (KSS) terhadap alam yang bahwa - [Birunya Tarum, Hijau Buminya: Perempuan dan Kearifan Lokal dalam Pewarnaan Alami](https://mamaaleta.org/birunya-tarum-hijau-buminya-perempuan-dan-kearifan-lokal-dalam-pewarnaan-alami/) - Tarum adalah pewarna alami ramah lingkungan yang mendukung pertanian berkelanjutan, kesehatan, dan peran perempuan dalam menjaga ekosistem serta budaya. - [Eksklusi Tubuh Perempuan Tani Terkait Kegiatan Ekstraktif Di Desa Darmasari](https://mamaaleta.org/eksklusi-tubuh-perempuan-tani-terkait-kegiatan-ekstraktif-di-desa-darmasari/) - Skripsi ini menyoroti dampak industri semen pada perempuan tani: eksklusi, krisis ekologis, dan beban tubuh yang makin berat akibat pembangunan ekstraktif. - [Dari Tetes Air, Tumbuh Peradaban](https://mamaaleta.org/dari-tetes-air-tumbuh-peradaban/) - Dari Tetes Air, Tumbuh Peradaban adalah zine yang ditulis oleh Siti Rina Susanti tentang perjalanan menemukan kembali makna air sebagai sumber kehidupan - [Sinau Jurnalistik: Memupuk Keberanian Anak Muda Merawat Sengunglung](https://mamaaleta.org/sinau-jurnalistik-memupuk-keberanian-anak-muda-merawat-sengunglung/) - Zine Merawat Sengunglung Menjaga Trenggalek merekam suara anak muda melawan rencana tambang emas yang mengancam sumber air dan kehidupan warga di - [Sela Belajar Menenun dari Lolo Hingga Pewarna Alami](https://mamaaleta.org/sela-belajar-menenun-dari-lolo-hingga-pewarna-alami/) - Adik Sela— penenun muda Sekolah Kepemimpinan Tenun Berkelanjutan di Mollo menceritakan proses menenun-menggulung dan menyiapkan benang pada alat tenun - [Jalan Pulang Carlin: Mama Lin, Tenun dan Tarum](https://mamaaleta.org/jalan-pulang-carlin-mama-lin-tenun-dan-tarum/) - Zine yang berisi 33 halaman ini menceritakan tentang kesulitan perempuan muda menemukan jalan pulang, seperti belajar lagi dari awal. - [Perempuan Halmahera yang Menolak Lupa Nyanyian Leluhur](https://mamaaleta.org/perempuan-halmahera-yang-menolak-lupa-nyanyian-leluhur/) - Zine yang disusun oleh Hartati Balastaeng bersama komunitas Jujaruh ini berisi 21 kumpulan puisi yang menggambarkan tentang Mama Biang, perempuan yang terpilih - [Seruan IWD 2026: Mari Menjaga Alam Sebagaimana Kita Merawat Tubuh Sendiri](https://mamaaleta.org/seruan-iwd-2026-mari-menjaga-alam-sebagaimana-kita-merawat-tubuh-sendiri/) - Seruan Nausus pada Hari Perempuan Internasional 2026: perempuan pembela HAM lingkungan bersatu menjaga bumi, melawan perampasan wilayah adat, dan merawat - [Lies Marcioes Membacakan Surat Nausus dari Aleta Baun](https://mamaaleta.org/lies-marcioes-membacakan-surat-nausus-dari-aleta-baun/) - Lies Marcioes membacakan Surat Nausus karya Aleta Baun tentang ruang belajar di luar sekolah dan pendidikan yang memerdekakan anak dari tanahnya. - [Padi Ladang: Tubuh, Ingatan, dan Perlawanan](https://mamaaleta.org/padi-ladang-tubuh-ingatan-dan-perlawanan/) - Padi ladang Tau Taa Wana adalah ingatan, kedaulatan pangan, dan perlawanan sunyi perempuan menjaga hutan dari ekspansi industri nikel. - [Tembang Dhandhanggulo: Mantra Pelindung dan Pengetahuan Tubuh yang Hidup](https://mamaaleta.org/tembang-dhandhanggulo-mantra-pelindung-dan-pengetahuan-tubuh-yang-hidup/) - Kidung Rumekso Ing Wengi dalam tembang Dhandhanggulo adalah doa dan pelindung spiritual warisan Jawa, menghadirkan penjagaan, penyembuhan, dan harmoni manusia - [Dewi Candra Ningrum Membaca Surat dari Nausus SEMUA KITA ADALAH KARTINI](https://mamaaleta.org/dewi-candra-ningrum-membaca-surat-dari-nausus-semua-kita-adalah-kartini/) - Dewi Candraningrum membacakan Surat Nausus “Semua Kita Adalah Kartini”, refleksi Hari Kartini tentang spirit kolektif perjuangan perempuan menjaga bumi. - [Membacakan Surat Nausus: "Hari Anak dan Pemaknaan Baru Pelabelan Perempuan Sumur, Dapur, Kasur."](https://mamaaleta.org/membacakan-surat-nausus-hari-anak-dan-pemaknaan-baru-pelabelan-perempuan-sumur-dapur-kasur/) - Nani Zulminarni membacakan Surat Nausus karya Nissa Wargadipura tentang makna baru 3R: Sumur, Dapur, Kasur dan refleksi peran perempuan. - [Nina Belajar Tanaman Obat](https://mamaaleta.org/nina-belajar-tanaman-obat/) - Nina belajar dari tetua adat tentang tanaman obat seperti daun jambu biji dan kearifan lokal merawat tubuh lewat warisan penyembuhan alami leluhur. - [Linda dengan Pewarna Alam Kuning](https://mamaaleta.org/linda-dengan-pewarna-alam-kuning/) - Linda berbagi proses mewarnai benang kuning alami dalam tradisi tenun Mollo, tentang hutan, identitas, dan perjuangan perempuan adat. - [Nina Belajar tentang Jagung Bose](https://mamaaleta.org/nina-belajar-tentang-jagung-bose/) - Nina berbincang dengan Mama Elizabet tentang jagung bose, makanan khas Mollo yang bukan sekadar hidangan, tapi identitas, warisan leluhur, dan cerita tanah. - [Yanti Perempuan Muda Mollo Bicara Pewarna Hijau dari Alam](https://mamaaleta.org/yanti-perempuan-muda-mollo-bicara-pewarna-hijau-dari-alam/) - Yanti, murid Sekolah Tenun Nausus, berbagi kisah tentang menenun, merawat hutan, dan perjuangan perempuan adat Mollo menjaga ruang hidup lewat karya tenun. - [Perempuan Menantang Ekstraktivisme Transisi Energi](https://mamaaleta.org/ekstraktivisme-transisi-energi/) - Gender menjadi isu sentral dalam memahami operasi dan dampak ekstraktivisme. Dalam pendekatan Politik Ekologi Feminis, gender menjadi konsep utama yang......... - [Dakwah dalam Pendekatan Konsep Ekologi](https://mamaaleta.org/dakwah-dalam-pendekatan-konsep-ekologi/) - Artikel Vina Fitriani & Mukhlis Aliyudin (2021) mengulas dakwah ekologi di Pesantren Ath-Thaariq sebagai upaya merawat lingkungan berbasis ajaran Islam. - [Beyond Protection, toward Respect: Struggle for Environmental Justice in the Kendeng Mountains](https://mamaaleta.org/beyond-protection-toward-respect-struggle-for-environmental-justice-in-the-kendeng-mountains/) - Artikel Yvonne Kunz dkk. (2023) mengulas perjuangan Sedulur Sikep Kendeng dan pentingnya keadilan lingkungan berbasis pengetahuan lokal. - [Adat Sebagai Strategi Perjuangan dan Mobilisasi Hukum](https://mamaaleta.org/adat-sebagai-strategi-perjuangan-dan-mobilisasi-hukum/) - Artikel Yance Arizona (2023) menyoroti adat sebagai strategi mobilisasi hukum dan alat perjuangan masyarakat adat dalam konflik agraria di Indonesia. - [SURAT TERBUKA Dari Perempuan Muda Penjaga Hidup](https://mamaaleta.org/surat-terbukadari-perempuan-muda-penjaga-hidup/) - Surat terbuka Rifya Rusdi dari Halmahera Tengah kepada DPR RI tentang dampak KUHP baru terhadap perempuan muda, masyarakat adat, kebebasan bersuara, lingkungan. - [Selamat Hari Perjuangan Perempuan, juga perjuangan Ibu 2025](https://mamaaleta.org/selamat-hari-perjuangan-perempuan-juga-perjuangan-ibu-2025/) - Refleksi cinta dan perjuangan ibu: tentang sabar, pengorbanan, hidup sederhana, serta pesan menjaga nilai, keluarga, dan alam bagi generasi penerus. - [Bahasa Ibu dan Politik Ingatan](https://mamaaleta.org/bahasa-ibu-dan-politik-ingatan/) - Setiap Jumat petang, Gunarti menggelar tikar di ruang tamu rumahnya. Tidak ada seragam. Tidak ada bel sekolah. Hanya ada papan dan kapur tulis. Anak-anak datang sore hari duduk bersila, dan mulai membaca dan bernyanyi. Bukan lagu anak-anak dari televisi, melainkan tembang-tembang Jawa yang mengalun pelan seperti dandanggula, pangkur, putjung dan lainnya tanpa iringan musik. Suara - [Aleta Ba’un, Seorang Perempuan Perjuangan Tanah Air](https://mamaaleta.org/aleta-baun-seorang-perempuan-perjuangan-tanah-air/) - Noer Fauzi Rachman “Pada waktu aksi-aksi demo, perempuan-perempuan di Molo mengeluarkan payudaranya untuk menunjukkan kalau tanah kami diambil, sama dengan air susu ibu diambil, dan kami tidak akan bisa menyusui lagi” Aleta Ba’un (Dikutip dari Romli 2012). Saya menganjurkan kita semua mengerahkan segala cara untuk mempermudah jalan tempuh para perempuan untuk menjadi pemimpin perjuangan agraria - [Abadikan Perjuangan Perempuan untuk Terus Selaras dengan Alam dalam Senjata Kami adalah Upacara Adat](https://mamaaleta.org/abadikan-perjuangan-perempuan-untuk-terus-selaras-dengan-alam-dalam-senjata-kami-adalah-upacara-adat/) - Bedah buku Senjata Kami adalah Upacara Adat menggali ekofeminisme dan kisah lima pejuang perempuan adat yang menjaga alam dari perampasan dan kerusakan. - [Extra-Activism, Perlawanan Sehari-hari terhadap Eksploitasi Alam: Suara dari Webinar HAKTP+ 2025 Mama Aleta Fund](https://mamaaleta.org/extra-activism-perlawanan-sehari-hari-terhadap-eksploitasi-alam-suara-dari-webinar-haktp-2025-mama-aleta-fund/) - Festival Literasi Lulbas–Nausus menyoroti ekstraktivisme dan extra-activism, menampilkan perlawanan perempuan melalui pengetahuan, tulisan, dan solidaritas. - [Surat dari Mardiana Perempuan Dayak, Ma’anyan, Barito Timur, Kalimantan Tengah](https://mamaaleta.org/surat-dari-mardiana-perempuan-dayak-maanyan-barito-timur-kalimantan-tengah/) - Kesaksian perempuan adat Dayak Ma’anyan tentang perampasan tanah, kerusakan hutan, dan perjuangan mempertahankan wilayah hidup di Barito Timur. - [Hari Pahlawan 2025](https://mamaaleta.org/selamat-hari-pahlawan-10-november-2025/) - Renungan Gunarti tentang jasa pahlawan, dariorang tua, leluhur, dan pejuang negeri serta ajakan menjaga bumi dan meneruskan perjuangan dengan tindakan nyata. - [Negara Masih Menutup Mata terhadap Hak Masyarakat Adat](https://mamaaleta.org/negara-masih-menutup-mata-terhadap-hak-masyarakat-adat/) - Negara masih abai pada hak masyarakat adat. Perempuan adat terus menjaga tanah dan hutan, melawan ekstraktivisme demi kehidupan yang adil. - [Surat dari Nausus: Perempuan Adat Rawat Pangan Lokal dan Lawan Perusakan Alam](https://mamaaleta.org/surat-dari-nausus-perempuan-adat-rawat-pangan-lokal-dan-lawan-perusakan-alam/) - Terinspirasi dari Kartini, para perempuan yang melawan perusakan alam (Nausus) membagikan pemikiran kritisnya melalui surat-surat yang dibacakan saat KCIF - [Jejaring Lulbas](https://mamaaleta.org/jejaring-lulbas/) - Jejaring Lulbas menggambarkan siapa, dimana dan bagaimana para perempuan penerima Beasiswa Lulbas melakukan cara beragam untuk terhubung dalam menyelamatkan dan memulihkan kampung halaman dari perusakan alam dan dampak perubahan iklim yang menyebabkan menyusutnya ruang hidup bersama (the common), termasuk berkurangnya keragaman hayati, menghilangnya sumber air, dan pengetahuan-pengetahuan lokal dan adati yang dirawat perempuan, dan komunitasnya. - [Opini: Krisis Iklim di Tubuh Perempuan dan Seruan Keadilan Iklim](https://mamaaleta.org/opini-krisis-iklim-di-tubuh-perempuan-dan-seruan-keadilan-iklim/) - Perubahan iklim memberikan dampak berbeda-beda. Apa yang membuatnya berbeda? Tulisan ini mengajak memahami apa dan mengapa dampak krisis iklim tidak netral - [Seruan Nguri-uri Petani di Peringatan Hari Tani Nasional dari Gunarti](https://mamaaleta.org/seruan-nguri-uri-petani-di-peringatan-hari-tani-nasional-dari-gunarti/) - Seruan Gunarti di Hari Tani Nasional 2025: Nguri-uri petani, menjaga Ibu Bumi, dan melawan ketidakadilan demi pangan, keadilan, dan kelestarian negeri. - [Meneriakan dengan Lantang Suara Tak Terdengar Lewat Menenun  ](https://mamaaleta.org/meneriakan-dengan-lantang-suara-tak-terdengar-lewat-menenun/) - Millenia Averina I.L, pemenang ulasan cerita foto, melihat tenun menjadi ruang bersuara warga Mollo untuk menjaga budaya, adat, dan alam agar tetap hidup - [Kelahiran Kedua Sorgum di Nusa Tenggara Timur: Wujud Cinta dan Semangat Ketahanan Pangan](https://mamaaleta.org/kelahiran-kedua-sorgum-di-nusa-tenggara-timur-wujud-cinta-dan-semangat-ketahanan-pangan/) - Kelahiran kembali sorgum di NTT bersama Maria Loretha jadi simbol cinta, ketahanan pangan, dan perlawanan atas hegemoni beras Orde Baru. - [Surat dari Nausus untuk Anak-anak dan Para Ibu](https://mamaaleta.org/surat-dari-nausus-untuk-anak-anak-dan-para-ibu/) - Dari dapur kecil di Adonara, Maria Loreta menulis tentang cinta, pangan lokal, dan harapan agar anak-anak tumbuh sehat lewat makanan bergizi yang sesungguhnya.. - [Rupanya Tenun Bisa Marah: Dari Lereng Mollo ke Hulu Musi](https://mamaaleta.org/rupanya-tenun-bisa-marah-dari-lereng-mollo-ke-hulu-musi/) - Esai Sada Kemaro merefleksikan tenun Mollo sebagai perlawanan, mengaitkannya dengan krisis tanah di Sumsel dan pertanyaan: apa yang kita tenun hari ini? - [Zine Rotasi](https://mamaaleta.org/zine-rotasi/) - Zine Rotasi karya para Lulbas, mengajak memaknai ulang kemerdekaan lewat kisah perempuan adat, perjuangan ruang hidup, benih lokal, puisi, dan musik perlawanan. - [Lontar – Pohon Kehidupan](https://mamaaleta.org/lontar-pohon-kehidupan/) - Orang Timor menyebutnya pohon kehidupan, sebab dari akar hingga pucuk, semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Buah dan bunganya menjadi santapan, batangnya kokoh d - [Merebut Ruang Aman: Perlawanan Senyap Perempuan Pembela HAM yang Kerja-kerjanya Sarat Kekerasan Berlapis](https://mamaaleta.org/merebut-ruang-aman-perlawanan-senyap-perempuan-pembela-ham-yang-kerja-kerjanya-sarat-kekerasan-berlapis/) - Perempuan yang berjuang di garis depan perlawanan acapkali “tak terlihat.” Tak banyak diberitakan. Perlawanan mereka akhirnya tak dianggap sebagai perlawanan.. - [Kisah-Kisah. Merantai, Merangkai, Meluas](https://mamaaleta.org/kisah-kisah-merantai-merangkai-meluas/) - Zine Kisah-Kisah. Merantai, Merangkai, Meluas: kisah perempuan, tambang, dan perlawanan di Timur Indonesia yang merawat tanah, menyalakan solidaritas. - [Lulbas Tata](https://mamaaleta.org/lulbas-tata/) - Ini bukan cerita tentang superhero atau elemen kekuatan dari superhero tersebut. Ini cerita tentang tiga perempuan hebat yang berjuang atas kapur, batu dan laut demi alam dan hidup mereka. Ini pengalaman luar biasa dan kesempatan besar saya ketika menjadi Lulbas. Lulbas dalam bahasa Timor berarti pembawa pesan. Saya bertugas berlajar dari dan menemani Naususu - [Beasiswa Lulbas: Regenerasi Perempuan Penjaga Ruang Hidup](https://mamaaleta.org/beasiswa-lulbas-regenerasi-perempuan-penjaga-ruang-hidup/) - Beasiswa Lulbas mengajak perempuan muda melangkah sebagai penjaga kehidupan, pewaris pengetahuan leluhur, penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan - [80 Tahun Merdeka Tapi.....](https://mamaaleta.org/80-tahun-merdeka-tapi/) - Delapan puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Namun, di balik gegap gempita perayaan, masih ada suara-suara yang tidak didengar. Dari Natumingka, Toba, Simalungun, Humbang Hasundutan, hingga Tapanuli Utara, masyarakat adat terus berdiri, mempertahankan tanah dari perampasan dan kehancuran. Perempuan menanam benih dengan doa, menjaga api dapur agar tetap menyala, dan menghadang alat berat dengan tubuh mereka - [Tanggapan Gunarti atas Pidato Prabowo: Jangan Biarkan Kendeng Ditambang](https://mamaaleta.org/tanggapan-gunarti-atas-pidato-prabowo-jangan-biarkan-kendeng-ditambang/) - Gunarti, Sedulur Sikep dari Kendeng, menanggapi pidato Presiden Prabowo. Ia meminta Kendeng dilindungi dari tambang demi pangan dan masa depan rakyat - [Surat Terbuka Jull Takaliuang untuk Pidato Presiden di Hari Kemerdekaan Indonesia](https://mamaaleta.org/surat-terbuka-jull-takaliuang-untuk-pidato-presiden-di-hari-kemerdekaan-indonesia/) - Tanggapan Nausus Jull Takaliuang terhadap pidato Presiden Prabowo di Hari Kemerdekaan Indonesia, menyuarakan harapan, kritik, dan kegelisahan dari Sangihe..... - [Surat Nausus: Hari Anak dan Pemaknaan Baru Pelabelan Perempuan Sumur, Dapur, Kasur](https://mamaaleta.org/surat-nausus-hari-anak-dan-pemaknaan-baru-pelabelan-perempuan-sumur-dapur-kasur/) - Bersahabat, belajar, bergembira, dan berkarya, seharusnya menjadi capaian kesejahteraan dalam kehidupan keseharian anak-anak Indonesia. Sayangnya, ini tidak - [Surat dari Nausus: Mari Kita Buka Lebih Banyak Ruang Belajar di Luar Sekolah](https://mamaaleta.org/surat-dari-nausus-mari-kita-buka-lebih-banyak-ruang-belajar-di-luar-sekolah/) - Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli adalah momentum penting untuk mengingat kembali hak-hak anak. Ini bukan sekadar hari peringatan...... - [Surat Gunarti untuk Hari Anak:  Surat untuk Anak-anak Indonesia dan Palestina](https://mamaaleta.org/surat-gunarti-untuk-hari-anak-surat-untuk-anak-anak-indonesia-dan-palestina/) - Surat menyentuh dari Gunarti untuk anak-anak Indonesia dan Palestina: pelukan dari Kendeng, harapan untuk bumi, dan seruan keadilan untuk generasi masa depan... - [Lanjung, Keranjang Rotan yang Menggendong (hasil) Alam dan Tradisi](https://mamaaleta.org/lanjung-keranjang-rotan-yang-menggendong-hasil-alam-dan-tradisi/) - Lanjung menjadi ruang untuk menyimpan hasil bumi sebagai perpanjangan tubuh, bagian dari ritme hidup, dan simbol hubungan antara manusia, alam, dan leluhur. - [Memanggil Kembali Kfarfolot](https://mamaaleta.org/memanggil-kembali-klarfolot/) - Jagung lokal, dalam bahasa lokal disebut kfarlevon biasanya ditanam bersama-sama dengan kacang hutan atau uta inan, kacang nasi atau uta knoing, kacang racun - [Menelusuri Sepotong Sejarah Nefokoko](https://mamaaleta.org/menelusuri-sepotong-sejarah-nefokoko/) - Di episode kali ini, Nina ngobrol bareng Kak Dina tentang sebuah tempat yang nggak cuma indah, tapi juga sarat makna: Nefokoko. Lewat obrolan santai dan penuh rasa ingin tahu khas anak muda, kita diajak menelusuri sejarah Nefokoko—tempat yang menyimpan cerita leluhur, perjuangan, dan kedekatan manusia dengan alam. Podcast ini cocok buat kamu yang haus akan - [Nina Belajar Cendana](https://mamaaleta.org/nina-belajar-cendana/) - Di episode Nina Si Kepo kali ini, Nina menggali kisah seru dan dalam tentang kayu cendana, si wangi yang legendaris dari Nusa Tenggara Timur. Apa sih yang bikin kayu cendana begitu istimewa? Kenapa dulu jadi rebutan, tapi sekarang nyaris lenyap? Kita kupas bareng-bareng: Sejarah panjang tentang kayu cendana Ciri khas cendana: merah, wangi, dan penuh - [Apa dampak Perubahan Iklim pada Perempuan Adat?](https://mamaaleta.org/apa-dampak-perubahan-iklim-pada-perempuan-adat/) - Debora, perempuan adat Mollo, berbagi kisah nyata dampak krisis iklim—dari cuaca tak menentu hingga gagal panen. Krisis iklim bukan isu global semata, tapi nyata bagi masyarakat adat. - [SELAMAT HARI KEBANGKITAN  NASIONAL](https://mamaaleta.org/selamat-hari-kebangkitan-nasional/) - Bagaimana anak-anak muda memiliki rasa bertanggung jawab, merasa mencintai, merasa punya jati diri, nasionalisme yang selalu dengungkan. - [Selamat Hari Lahir Pancasila](https://mamaaleta.org/selamat-hari-kebangkitan-nasional-2/) - Refleksi Gunarti, seorang petani sekaligus penjaga nilai-nilai leluhur, atas makna Hari Kebangkitan Nasional yang makin hari makin kehilangan ruhnya. - [Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia!](https://mamaaleta.org/selamat-hari-lingkungan-hidup-sedunia/) - Gunarti mengajak kita merenungkan kembali: apakah kita sudah jujur, tulus, dan ikhlas menjaga bumi sebagaimana keteladanan yang diwariskan para nabi dan leluhu - [Baju Keang, Pakaian dari Bahan Kulit Kayu, Menyatu dengan Alam dan Leluhur](https://mamaaleta.org/baju-keang-pakaian-dari-bahan-kulit-kayu-menyatu-dengan-alam-dan-leluhur/) - Bagi perempuan adat seperti Mardiana, kulit kayu bukan sekadar bahan untuk pelindung tubuh. Ia adalah tubuh pohon yang menyerap doa, menyimpan roh leluhur, dan - [Ingatan Pangan Lelulur Yang Perlahan Jadi Jalan Selamat](https://mamaaleta.org/ingatan-pangan-lelulur-yang-perlahan-jadi-jalan-selamat/) - Maria Loretha hidupkan sorgum di Flores Timur, pulihkan pangan leluhur Lamaholot, dorong kedaulatan pangan, perkuat petani, rawat budaya dan tanah leluhur. - [Diskusi Buku Ekstraktivisme Transisi Energi](https://mamaaleta.org/diskusi-buku-ekstraktivisme-transisi-energi/) - Apakah transisi energi benar-benar menyelamatkan bumi, atau justru menciptakan bentuk baru perampasan? Diskusi Feminist Book on Facebook (FB on FB Sesi #10).... - [Nina Si Kepo](https://mamaaleta.org/nina-si-kepo/) - Temukan cerita tentang kearifan lokal Mollo bersama Nina di podcast Nina Si Kepo. Dengarkan kisah adat, tradisi, dan perjuangan masyarakat Mollo - [Mollo, Menenun Kembali Ruang Hidup](https://mamaaleta.org/mollo-menenun-kembali-ruang-hidup/) - Perubahan penataan kawasan, pola bertani dan kehadiran benang pabrik di pasar, mendorong kapas dan bahan-bahan pewarna alam menjadi kurang populer, dan perlahan - [Sekolah Tenun Nausus: Menghidupkan Tradisi dan Kepemimpinan Perempuan](https://mamaaleta.org/sekolah-tenun-nausus-menghidupkan-tradisi-dan-kepemimpinan-perempuan-2/) - Di masa lalu, menenun adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan perempuan Mollo. Setiap perempuan akan belajar menenun sejak kecil, dan kemampuannya mengolah benang menjadi kain menjadi tanda kedewasaan. Tenun bukan sekadar keterampilan, tetapi juga simbol identitas, hubungan dengan leluhur, dan bagian dari keseharian komunitas. Namun, zaman berubah. Pendidikan modern, pekerjaan di kota, dan derasnya arus - [Surat “Kebangkitan Nasional” Dari Aleta Baun: Ayo Maju Membela Kampung, Membela Alam](https://mamaaleta.org/kebangkitan-nasional-aleta-baun-bela-kampung-dan-alam/) - Surat kebangkitan nasional dari Aleta Baun menyerukan persatuan rakyat, perlindungan alam, dan penghentian kekerasan terhadap masyarakat adat. - [Surat Gunarti di Hari Pendidikan untuk Para Orang Tua, Pendidik dan Negara](https://mamaaleta.org/surat-gunarti-di-hari-pendidikan-untuk-para-orang-tua-pendidik-dan-negara/) - Hidup ini adalah pendidikan, pelajaran, pasinaon. Selagi masih diberi kesehatan, nafas, dan umur panjang, kita harus selalu belajar. Belajar mengarungi........ - [Tembang Gunarti Untuk Hari Bumi](https://mamaaleta.org/tembang-gunarti-untuk-hari-bumi/) - Surat dari Nausus dalam bentuk tembang atau lagu ini kiriman dari Gunarti, salah satu dari Nausus atau perempuan pembela HAM Lingkungan, untuk hari bumi - [SEMUA KITA ADALAH KARTINI. Surat Terbuka dari Gunarti untuk Indonesia yang sedang Merayakan Hari Kartini](https://mamaaleta.org/semua-kita-adalah-kartini-surat-terbuka-dari-gunarti-untuk-indonesia-yang-sedang-merayakan-hari-kartini/) - Surat dari saya, Gunarti, untuk perempuan di manapun berada. Aku tuangkan isi hati sebagian lewat tembang macapat, ada tujuh pupuh atau tujuh tembang. - [Mama Aleta Fund Turut Serta dalam Diskusi “Mati Sunyi Satu Dekade”](https://mamaaleta.org/mama-aleta-fund-turut-serta-dalam-diskusi-mati-sunyi-satu-dekade/) - MAF turut berpartisipasi dalam acara Press Briefing dan Diskusi Hasil Kajian “Mati Sunyi Satu Dekade: Pelanggaran Berat HAM dalam Kasus Kematian Masif.... - [Batu Nama, Pohon Nama, Air Nama](https://mamaaleta.org/batu-nama-pohon-nama-air-nama/) - Orang Mollo mengakui bahwa mereka bagian dari alam. Tanah adalah bagian dari tubuh, jiwa, dan asal-usul mereka. Melalui hubungan yang dekat dengan alam, m - [Surat Terbuka untuk Nausus, Para Perempuan Pembela HAM Lingkungan](https://mamaaleta.org/surat-terbuka-untuk-nausus-para-perempuan-pembela-ham-lingkungan/) - Sangihe, Sulawesi Utara , 8 Maret 2024. Kepada Para Nausus di manapun.Memperingati Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2025, awalnya saya berniat menulis surat kepada Pengurus Negara. Tetiba saya galau, apakah masih penting menyurati mereka? Karena mereka tak pernah memasang telinga, mata, apalagi hati dan pikiran untuk rakyatnya. Padahal kita hanya meminta mereka untuk sekedar membiarkan - [Jull Takaliuang](https://mamaaleta.org/jull-takaliuang/) - "Ketika semesta sudah memilih kita menjadi penjaganya, maka kita sebagai manusia tak punya kuasa untuk menolaknya. Jadi segala risiko, semua yang ada di diri kita itu harus kita gunakan untuk menjaga alam." (Jull Takaliuang, 2024) Jull Takaliuang bukan hanya aktivis lingkungan, tetapi juga suara lantang dari masyarakat kepulauan yang terpinggirkan. Lahir di Pulau Sangihe, sebuah - [Maria Loretha](https://mamaaleta.org/maria-loretha/) - "Bagaimana caranya puasa? Puasa untuk makan makanan tidak sehat, puasa untuk tidak mencemari tanah dengan sampah-sampah plastik, puasa dengan tidak mengkonsumsi gula terlalu tinggi, puasa untuk tidak makan makanan kekinian, puasa untuk tidak mencaci-maki sesama." (Maria Loreta) Maria Loretha, yang akrab disapa Mama Loretha, tidak hanya dikenal sebagai pelopor gerakan budidaya sorgum di Flores Timur, - [Sekolah Tenun Nausus](https://mamaaleta.org/sekolah-tenun-nausus/) - Di Sekolah Tenun NAUSUS, generasi muda Mollo, mulai dari usia 12 hingga 27 tahun, belajar menenun sebagai keterampilan praktis sekaligus memahami filosofi - [Katalog Podcast Mama Aleta Fund 2023](https://mamaaleta.org/katalog-podcast-mama-aleta-fund-2023/) - Mama Aleta Fund (MAF) lahir dari gagasan Aleta Baun pada 2015 untuk mendukung perjuangan perempuan dalam menyelamatkan dan memulihkan ruang hidup di Indonesia Timur. Berangkat dari pengalaman menghadapi represi saat mempertahankan pegunungan Mollo, MAF berkomitmen memberikan perlindungan, akses pengetahuan, serta memperkuat kepemimpinan perempuan. Dalam upayanya, MAF juga mendokumentasikan dan menyebarkan kisah perjuangan perempuan dan komunitas - [Katalog Podcast Mama Aleta Fund 2024](https://mamaaleta.org/katalog-podcast-mama-aleta-fund-2024/) - Di tengah ancaman proyek ekstraktif dan perubahan iklim, perempuan adat berada di garis depan perlawanan dengan membawa pengetahuan dari alam, leluhur, dan pengalaman hidup mereka. Namun, perjuangan ini tidak mudah—mereka menghadapi kriminalisasi, invisibilitas, dan struktur patriarki yang membatasi peran mereka dalam pengambilan keputusan. Podcast Mama Aleta Fund 2024 hadir untuk memperlihatkan bagaimana perempuan pembela HAM - [Mary Liem](https://mamaaleta.org/mary-liem/) - Di Desa Bonle’u, Mary Liem bukan sekadar penenun atau petani. Ia adalah perempuan yang sejak 2014 berdiri di garis depan dalam mengorganisir komunitasnya. Awalnya hanya seorang bendahara kelompok, belakangan ia menggerakkan 20 kelompok tani dan tenun yang beranggotakan lebih dari 320 orang. Bersama mereka, Mary tidak hanya bertani dan menenun, tetapi juga menanam harapan dan - [Maria Sanam](https://mamaaleta.org/maria-sanam/) - Maria Sanam adalah petani dan penenun. Ia juga pengutrus gereja di kampungnya. Ia percaya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang melindungi alam, tetapi juga mempertahankan kehidupan, identitas, dan martabat komunitasnya. “Air adalah darah, hutan adalah rambut, tanah adalah daging, batu adalah tulang.” Bagi Maria, kehilangan satu berarti kehilangan semuanya. Ia adalah Nausus angkatan pertama yang - [Mardiana Darren](https://mamaaleta.org/mardiana-darren/) - "Kembalikan yang sudah dirampas, hijaukan yang gundul, pulihkan yang rusak, rawat dan pelihara ciptaan Tuhan serta warisan leluhur". (Mardiana Darren, 2024) Mardiana Darren adalah sosok perempuan adat Dayak Ma’anyan yang menggabungkan berbagai peran dalam perjuangannya: sebagai perawat, penyembuh (healer), budayawan, dan pembela tanah adat. Setelah pensiun sebagai perawat, ia tidak hanya berfokus pada pengobatan medis - [Gunarti](https://mamaaleta.org/gunarti/) - "Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi, Ibu Bumi Bakal Tak Belani. Ibu Bumi bukan sekadar tempat berpijak, ia adalah ibu sejati yang menghidupi kita semua. Sebagaimana aku berbakti kepada orang tua, demikian pula aku menjaga Ibu Bumi". (Gunarti, 2024) Gunarti lahir pada 21 April, tanggal yang sama dengan R.A. Kartini. Seperti Kartini, Gunarti juga memiliki kepedulian terhadap - [Aleta Baun](https://mamaaleta.org/aleta-baun/) - "Senjata kami adalah upacara adat. Kami tidak meminta pada negara yang mengizinkan perusakan, tapi pada leluhur yang menjaga tanah ini. Dengan ritus adat, kami melawan siapa pun—masyarakat, perusahaan, bahkan negara—yang menghancurkan Ibu Bumi." (Aleta Baun, 2024) Aleta Cornelia Baun, lebih dikenal sebagai Mama Aleta, bukan hanya pemimpin perempuan dari Mollo yang menentang perusakan alam, ternyata - [Nina Kepoin Adat, Ternak dan Kehutanan](https://mamaaleta.org/nina-kepoin-adat-ternak-dan-kehutanan/) - Episode perdana ini, Nina bertemu dengan Petrus, seorang tokoh adat yang telah menyaksikan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Mollo. - [Sangketan. Sang Pengusir Sawan & Angin Buruk](https://mamaaleta.org/sangketan-sang-pengusir-sawan-angin-buruk/) - Gunarti, perempuan Nausus dari Kendeng, suatu hari bercerita tentang daun tanaman Sangketan, yang sering ditemui di sela-sela batu kapur pegunungan. Baginya, daun ini bukan sekadar tanaman liar, tapi tanaman yang menghubungkan dirinya dengan leluhur, tanah, dan tradisi. Sangketan tumbuh merambat dengan daun hijau pekat berbentuk oval, ujungnya meruncing seperti ujung tombak kecil. Batangnya tipis namun - [Menjadi Nausus: Perjuangan Menjaga Bumi dan Kehidupan](https://mamaaleta.org/menjadi-nausus-perjuangan-menjaga-bumi-dan-kehidupan/) - Apa arti menjadi seorang Nausus dalam menjaga bumi dan melindungi kehidupan? Dalam video terbaru Podcast MAF, Aleta Baun berbagi cerita inspiratif tentang makna perjuangan menjadi Nausus dan berbagai tantangan yang menghadangnya dalam perjalanan tersebut. Nausus: Simbol Perjuangan Perempuan Adat Sebagai simbol kekuatan perempuan adat Mollo, Mama Aleta mengungkapkan bagaimana nilai-nilai leluhur menjadi landasan perjuangannya melawan - [Merawat Hubungan dengan Leluhur dan Alam](https://mamaaleta.org/merawat-hubungan-dengan-leluhur-dan-alam/) - "Alam dan leluhur adalah satu kesatuan. Dengan menjaga lingkungan, kita juga menjaga warisan yang telah mereka titipkan kepada kita." – Jul Takaliuang - [Perlindungan Perempuan Pembela HAM Lingkungan: Apakah Permen LHK No. 10 Tahun 2024 Sudah Cukup?](https://mamaaleta.org/perlindungan-perempuan-pembela-ham-lingkungan-apakah-permen-lhk-no-10-tahun-2024-sudah-cukup/) - Dari kriminalisasi hingga kekerasan berbasis gender, para perempuan pejuang lingkungan kerap menjadi target utama. - [Kepemimpinan Perempuan dalam Perjuangan Lingkungan](https://mamaaleta.org/kepemimpinan-perempuan-dalam-perjuangan-lingkungan/) - Kepemimpinan perempuan bukan hanya tentang mengambil keputusan, tetapi juga tentang bagaimana mereka merawat, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak komunitas - [Ilmu Padi: Filosofi Kehidupan dalam Kepemimpinan Perempuan](https://mamaaleta.org/ilmu-padi-filosofi-kehidupan-dalam-kepemimpinan-perempuan/) - Apa yang bisa kita pelajari dari padi? Dalam video terbaru Podcast MAF, Gunarti berbagi tentang Ilmu Padi—sebuah filosofi kehidupan yang mengajarkan nilai-nilai kerendahan hati, kebijaksanaan, dan kebermanfaatan. Seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, filosofi ini menjadi panduan penting dalam perjalanan hidup serta perjuangan menjaga lingkungan dan komunitas. Ilmu Padi: Kepemimpinan yang Membumi dan Bermakna - [Menelusuri Filosofi Ati Lati Pakarti Bersama Gunarti di Podcast Mama Aleta Fund](https://mamaaleta.org/menelusuri-filosofi-ati-lati-pakarti-bersama-gunarti-di-podcast-mama-aleta-fund/) - Ketika hati, pikiran, dan tindakan selaras, maka perjuangan untuk lingkungan dan keadilan sosial akan memiliki kekuatan yang lebih besar,” ungkap Gunarti - [Keamanan Digital bagi Perempuan Pembela HAM Lingkungan: Perjuangan di Era Digital](https://mamaaleta.org/keamanan-digital-bagi-perempuan-pembela-ham-lingkungan-perjuangan-di-era-digital/) - c - [Ancaman Nafsu Tambang Emas Akan Menghancurkan Pulau Surga Sangihe](https://mamaaleta.org/ancaman-nafsu-tambang-emas-akan-menghancurkan-pulau-surga-sangihe/) - Di sudut terpencil Laut Sulawesi, Pulau Sangihe masih menyimpan keindahan alam dengan pantai-pantai menawan, hutan hujan primer, pegunungan, perbukitan hijau, - [Dana Iklim, Perempuan, dan Krisis Iklim: Percakapan Pasca COP 29 Bersama Armayanti (SP)](https://mamaaleta.org/dana-iklim-perempuan-dan-krisis-iklim-percakapan-pasca-cop-29-bersama-armayanti-sp/) - Wawancara dengan Armayanti Sanusi tentang tantangan COP 29, dana iklim, dampak perubahan iklim bagi perempuan, dan urgensi keadilan iklim berbasis gender - [Perampasan perjuangan perempuan oleh korporasi: 'Purplewashing' dalam aktivitas LSM besar](https://mamaaleta.org/gender-issue/) - Di seluruh dunia, semakin banyak perempuan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai feminis. Pertumbuhan feminisme dalam beberapa tahun terakhir telah disertai - [Dari Penurunan Emisi ke Perdagangan Karbon: Paska COP 29 bersama Pantoro Tri Kuswardono (2)](https://mamaaleta.org/dari-penurunan-emisi-ke-perdagangan-karbon-paska-cop-29-bersama-pantoro-tri-kuswardono-2/) - Menurut saya, hasilnya sangat mengecewakan. Ada beberapa poin yang menjadi sorotan. Pertama, terkait pertanggungjawaban negara-negara maju - [Anthroposen,  Kelompok Rentan dan Krisis Iklim: Paska COP 29 bersama Pantoro Tri Kuswardono (1)](https://mamaaleta.org/anthroposen-kelompok-rentan-dan-krisis-iklim-paska-cop-29-bersama-pantoro-tri-kuswardono-1/) - Tahun ini, COP 29 mengukur sejauh mana dunia telah berkomitmen pada Kesepakatan Paris dan target pembatasan kenaikan suhu global hingga 1,5°C. - [Peringatan Hari Perempuan Pembela HAM Internasional 2024](https://mamaaleta.org/hari-perempuan-pembela-ham-internasional-2024-mama-aleta-fund-gerakan-perempuan-asean-perempuan-pembela-hak-asasi-manusia-solidaritas-perempuan-di-asean/) - Acara ini dirancang untuk memperkuat solidaritas di antara perempuan pejuang HAM dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mendukung mereka. - [Ketika Batu Nausus Menyuarakan Perlawanan Hidup](https://mamaaleta.org/ketika-batu-nausus-menyuarakan-perlawanan-hidup/) - Nausus adalah batu hidup, saksi bisu sekaligus simbol perjuangan perempuan Mollo menjaga alam dari tangan rakus penambang. - [Mama Aleta BaunPenerima Local Humanitarian Actor Award 2024 ](https://mamaaleta.org/mama-aleta-baunpenerima-local-humanitarian-actor-award-2024/) - Mama Altea menyatakan, “Kami tidak menjual apa yang kami tidak bisa buat. Menjaga sumber daya alam sama saja menghindarkan dari bencana.” - [LULBAS: Peran Penting Perempuan dan Anak Muda dalam Melindungi Batu Nausus](https://mamaaleta.org/lulbas-peran-penting-perempuan-dan-anak-muda-dalam-melindungi-batu-nausus/) - Di Mollo, Nusa Tenggara Timur, ada sebuah kelompok bernama LULBAS yang berperan sebagai pewarta dalam melindungi warisan budaya dan lingkungan setempat,....... - [Rekindling The Nausus and The Lulbas](https://mamaaleta.org/rekindling-the-nausus-and-the-lulbas/) - Since its establishment in 2017, Mama Aleta Fund (MAF) has been dedicated to finding and supporting women who share the same spirit of struggle as Aleta Baun, the founder and initiator of MAF. Aleta Baun is known as a resilient woman fighting for the environment and the rights of indigenous communities. Through MAF, her legacy Since 2017, Mama Aleta Fund (MAF) has empowered women in Eastern Indonesia to protect the environment and indigenous rights. Through its Nausus program, MAF strengthens leadership and advocacy for socio-ecological female defenders, preserving communities and natural resources. - [Batu Nama, Pohon Nama, dan Air Nama: Hubungan Simbolik dan Spiritual Masyarakat Mollo](https://mamaaleta.org/batu-nama-pohon-nama-dan-air-nama-hubungan-simbolik-dan-spiritual-masyarakat-mollo/) - Batu itu bukan sekadar benda mati. Di sanalah leluhur kami bersemayam, memberi kami kekuatan untuk terus hidup dan berjuang" ucap Lius, seorang tokoh adat Mollo - [Belajar Pemulihan Melalui Nilai-Nilai Agroekologi di Pasar Garasi Pemulihan](https://mamaaleta.org/ekonomi-berdaya-pulih/) - Wilayah-wilayah yang terdampak proyek ekstraktivisme seperti pertambangan, logging, dan perkebunan besar menghadapi ancaman nyata terhadap ruang hidup mereka. Proyek-proyek yang rakus lahan, boros air, dan kaya limbah ini tidak hanya menghancurkan lingkungan tetapi juga merusak ekonomi lokal serta kesehatan masyarakat. Meskipun demikian, masyarakat di wilayah-wilayah tersebut tidak tinggal diam. Mereka tetap merawat ekonomi berkelanjutan meskipun - [Undangan Menjadi Nausus & Distribusi Buku](https://mamaaleta.org/undangan-menjadi-nausus-distribusi-buku/) - Mama Aleta Fund (MAF) mendukung para perempuan dalam melindungi ruang hidup mereka dari ancaman perusakan lingkungan, sekaligus memajukan kepemimpinan - [Mama Aleta Baun dan Perjuangan Masyarakat Adat Mollo Menyelamatkan Pegunungan Mutis](https://mamaaleta.org/mama-aleta-penyelamatan-pegunungan-mutis/) - “Tubuh alam adalah tubuh yang hidup, seperti tubuh manusia. Air seperti darah, tanah seperti daging, udara seperti nafas. Jika salah satu bagian tubuh sakit,... - [Merebut Ruang Aman Kumpulan Pustaka Terpilih bagi Perempuan Pembela HAM-Lingkungan](https://mamaaleta.org/merebut-ruang-aman-kumpulan-pustaka-terpilih-bagi-perempuan-pembela-ham-lingkungan/) - Ekstraksi sumber daya alam adalah salah satu sektor paling keji dan berlumur darah, amat terkait dengan model pembangunan global yang mengejar target pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, pembangunan dengan ekonomi pertumbuhan ini mengikuti logika penjajahan yang memberikan ruang bagi akumulasi kapital bagi segelintir elit, sementara ongkos sosial dan ekologisnya ditanggung oleh penduduk dan lingkungan di wilayah Buku ini bermaksud membantu kita untuk mengumpulkan dan menautkan naskah-naskah yang mengandung dan mewacanakan pembela HAM, dan pembela lingkungan dan HAM perempuan, sehingga memudahkan kita memahami makna pada sebutan “Perempuan Pembela HAM-Lingkungan” atau Women Environmental Human Rights Defenders, untuk mempermudah disingkat dengan PPHL - [Perempuan-perempuan yang Mempertahankan Batu](https://mamaaleta.org/perempuan-perempuan-yang-mempertahankan-batu/) - Mama Elizabet adalah perempuan adat Mollo yang bukan hanya seorang ibu dan pemimpin komunitas, tetapi juga simbol keteguhan dan semangat perempuan Mollo dalam.. - [Strategi Masyarakat Adat Mollo Melawan Rentenir](https://mamaaleta.org/strategi-masyarakat-adat-mollo-melawan-rentenir/) - Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat adat Mollo di Timor Tengah Selatan, perempuan adat telah menunjukkan ketangguhan dan kreativi - [Launching Buku dan Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia](https://mamaaleta.org/launching-buku-dan-seminar-kekerasan-terhadap-perempuan-dalam-perspektif-hak-asasi-manusia/) - Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. Dengan menggabungkan pengetahuan akademis dan.. - [Multi Beban Perempuan Adat: Domestik, Rentenir, dan Krisis Iklim](https://mamaaleta.org/multi-beban-perempuan-adat-domestik-rentenir-dan-krisis-iklim/) - Dalam episode podcast Kata Mama Aleta kali ini, kami berbicara mengenai berbagai tantangan yang dihadapi oleh perempuan adat di daerahnya. Aleta menjelaskan.... - [Peringatan Hari Buruh: Menggugat Beban Ganda Perempuan dalam Dunia Kerja](https://mamaaleta.org/peringatan-hari-buruh-menggugat-beban-ganda-perempuan-dalam-dunia-kerja/) - Setiap tahun, saat kita merayakan Hari Buruh, kita diingatkan akan pentingnya menghargai kontribusi pekerja dalam membangun masyarakat dan ekonomi. Namun, di ba - [Ruang Domestik dan Politik Perempuan Adat](https://mamaaleta.org/ruang-domestik-dan-politik-perempuan-adat/) - Dalam video "Ruang Domestik dan Politik Perempuan Adat", kita diajak untuk menjelajahi kehidupan perempuan adat di Desa Besana Mollo, memahami bagaimana mereka. - [Percakapan dengan Pantoro Kuswardono (2): Ketika Perempuan Adat Merespon Patriarti](https://mamaaleta.org/percakapan-dengan-pantoro-kuswardono-2-ketika-perempuan-adat-merespon-patriarti/) - Dalam proses sejarah yang panjang, telah terbentuk suatu peta mental atau pola pikir yang mengecilkan peran perempuan terhadap alam di sebagian besar masyarakat - [Percakapan dengan Pantoro Kuswardono (I): Bagaimana Perempuan Adat Bertemu dengan Patriarki?](https://mamaaleta.org/percakapan-dengan-pantoro-kuswardono-i-bagaimana-perempuan-adat-bertemu-dengan-patriarki/) - Dalam dinamika kepemimpinan, perempuan sering kali dianggap sebagai kelas kedua, bahkan diidentifikasi sebagai bagian dari "budaya". Pendapat ini, seperti yang - [Perempuan dan Idhul Fitri](https://mamaaleta.org/perempuan-dan-idhul-fitri/) - Idul Fitri, sebagai perayaan yang penuh makna bagi umat Muslim di seluruh dunia, tidak hanya merupakan momen untuk merayakan akhir dari bulan Ramadan yang penuh - [Aleta Baun, Perjuangkan Identitas Adat di DPR](https://mamaaleta.org/aleta-baun-perjuangkan-identitas-adat-di-dpr/) - Aleta Baun, seorang yang kuat dan teguh, menempuh perjalanan politiknya dengan penuh integritas dan keberanian yang luar biasa. Tanpa menyerah pada janji-janji - [“Ada Apa Dengan Perempuan Pembela HAM Lingkungan?”Seputar Perempuan Pembela HAM Lingkungan untuk Pemula](https://mamaaleta.org/ada-apa-dengan-perempuan-pembela-ham-lingkunganseputar-perempuan-pembela-ham-lingkungan-untuk-pemula/) - Banyak orang menilai melindungi dan menyelamatkan lingkungan dari kerusakan itu adalah hal yang wajar,dan seharusnya dilakukan, karena itu bagian dari merawat ruang hidup.Tapi dalam situasi tertentu, melakukan pembelaan terhadap lingkungan bisamengancam jiwa. Menjadi Pembela HAM-lingkungan memang tidak mudah, tapi menjadi perempuan pembela HAM-Lingkungan lebih tidak mudah lagi. Selain tidak populer karena biasanya orang tersebut - [Kisah Aleta Baun, Satu-satunya Caleg DPR yang Diutus Masyarakat Adat Tiga Batu Tungku](https://mamaaleta.org/kisah-aleta-baun-satu-satunya-caleg-dpr-yang-diutus-masyarakat-adat-tiga-batu-tungku/) - Aleta Baun maju sebagai satu-satunya utusan masyarakat adat Tiga Batu Tungku Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT untuk bertarung memperebutkan kursi legislatif - [Pesan Natal tahun 2023](https://mamaaleta.org/pesan-natal-tahun-2023/) - Pesan Natal tahun 2023 yang disampaikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) - [Menghidupkan Nausus dan Lulbas](https://mamaaleta.org/menghidupkan-nausus-dan-lulbas/) - Sejak dibentuk pada 2017, Mama Aleta Fund (MAF) berupaya mendapatkan cara untuk menemukan dan mendukung para perempuan yang memiliki perjuangan serupa dengan Aleta Baun, inisiator dan pendiri MAF. Program dukungan ini disebut Nausus, yang memberikan dukungan bagi tokoh-tokoh perempuan Indonesia Bagian Timur yang tengah melakukan perjuangan terkait lingkungan hidup dan sumber penghidupan di komunitasnya. - [Pedoman Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penanganan Perkara Tindak Pidana di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh Kejaksaan RI](https://mamaaleta.org/pedoman-nomor-8-tahun-2022-tentang-penanganan-perkara-tindak-pidana-di-bidang-perlindungan-dan-pengelolaan-lingkungan-hidup-oleh-kejaksaan-ri/) - Pedoman ini berisi acuan bagi penuntut umum dan jaksa dalam penanganan perkara dan penegakan hukum terpadu di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan - [Pedoman Tentang Perlindungan Anak Pembela HAM](https://mamaaleta.org/pedoman-tentang-perlindungan-anak-pembela-ham/) - Buku ini merupakan perwujudan perlindungan anak yang menjadi tanggung jawab negara untuk senantiasa memandang keberadaan Anak Pembela HAM dan Pembela Hak Anak - [Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual](https://mamaaleta.org/undang-undang-tindak-pidana-kekerasan-seksual/) - Salah satu alasan yang melatarbelakangi hadirnya undang-undang ini adalah karena peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kekerasan seksual belum - [Laporan Situasi Perempuan Pembela HAM oleh pelapor Khusus PBB Situation of women human rights defenders (Report of the Special Rapporteur on the situation of human rights defenders)](https://mamaaleta.org/laporan-situasi-perempuan-pembela-ham-oleh-pelapor-khusus-pbb-situation-of-women-human-rights-defenders-report-of-the-special-rapporteur-on-the-situation-of-human-rights-defenders/) - menggambarkan lingkungan yang penuh tantangan dan menganalisis dampak patriarki dan heteronormativitas, ideologi gender, fundamentalisme, militerisasi - [Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013, Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan](https://mamaaleta.org/uu-tentang-pencegahan-dan-pemberantasan-perusakan-hutan/) - terdiri dari 11 Bab dengan 114 pasal ini berisi tentang pemberantasan perusakan hutan dengan mengedepankan asas keadilan dan kepastian hukum, - [UU Nomor 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum menjamin hak Pemberi Bantuan Hukum](https://mamaaleta.org/uu-nomor-16-tahun-2011/) - Undang-undang tentang Bantuan Hukum ini menjamin hak konstitusional setiap orang untuk mendapatkan pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang ad - [Pulau Kecil Indonesia Tanah Air Tambang. Laporan Penghancuran Sekujur Tubuh Pulau Kecil Indonesia Oleh Tambang Mineral dan Batubara](https://mamaaleta.org/pulau-kecil-indonesia-tanah-air-tambang-laporan-penghancuran-sekujur-tubuh-pulau-kecil-indonesia-oleh-tambang-mineral-dan-batubara/) - Menurut JATAM, terdapat 55 pulau kecil yang dikapling tambang. Sejauh ini sudah terdapat 9.710 izin usaha pertambangan meliputi 35% daratan kepulauan Indonesia. - [Negara Harus Lindungi Perempuan Adat Pembela HAM dan Lingkungan di Papua](https://mamaaleta.org/perempuan-adat-pembela-ham-lingkungan/) - Perempuan adat yang juga sebagai Perempuan Pembela HAM (WHRD) mendesak kehadiran negara untuk mengakui, menghormati dan melindungi perempuan adat, - [Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual](https://mamaaleta.org/undang-undang-nomor-12-tahun-2022-tentang-tindak-pidana-kekerasan-seksual/) - peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kekerasan seksual belum optimal memberikan pencegahan, perlindungan, akses keadilan, dan pemulihan - [Mengurangi hambatan perempuan menjadi pemimpin, Caranya Bagaimana?](https://mamaaleta.org/mengurangi-hambatan-perempuan-menjadi-pemimpin-caranya-bagaimana/) - Tantangan untuk mendorong kepemimpinan perempuan ada beberapa aspek. Aspek pertama bagaimana mendukung agensi/ kekuatan dalam diri perempuan untuk berani - [Kebijakan RSPO untuk Perlindungan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Saksi Pengungkap/Pelapor, Pihak Pengadu, dan Perwakilan Masyarakat](https://mamaaleta.org/kebijakan-rspo-untuk-perlindungan-pembela-hak-asasi-manusia-ham-saksi-pengungkap-pelapor-pihak-pengadu-dan-perwakilan-masyarakat/) - RSPO atau Roundtable On Sustainable Palm Oil adalah organisasi Internasional yang didirikan oleh pebisnis dan pemangku industri sawit - [UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia](https://mamaaleta.org/uu-nomor-26-tahun-2000-tentang-pengadilan-hak-asasi-manusia-2/) - Lingkup Kewenangan Pengadilan HAM ini bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat - [Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup](https://mamaaleta.org/undang-undang-nomor-32-tahun-2009-tentang-perlindungan-dan-pengelolaan-lingkungan-hidup/) - Undang-undang No. 32 tahun 2009 terdiri dari 127 pasal dan ditambah bagian penjelasan. UU ini menggantikan UU Lingkungan Hidup sebelumnya yakni UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pada 2020, melalui metode Omnibus Law, Pemerintah mensahkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker), walaupun masih mendapat kritikan dari masyarakat. Undang-Undang - [Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban](https://mamaaleta.org/undang-undang-republik-indonesia-nomor-31-tahun-2006-tentang-perlindungan-saksi-dan-korban/) - Undang-undang ini mengatur jaminan perlindungan terhadap saksi dan korban yang memiliki peranan penting dalam proses peradilan pidana di Indonesia dan didorong sejak tahun 2001 oleh masyarakat sipil. - [UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia](https://mamaaleta.org/uu-nomor-26-tahun-2000-tentang-pengadilan-hak-asasi-manusia/) - Pasal 104 ayat (1) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Berdasarkan Undang-undang itulah maka UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia ini dibentuk - [UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia](https://mamaaleta.org/uu-nomor-39-tahun-1999-tentang-hak-asasi-manusia/) - Dalam UU ini terdapat sejumlah pasal yang dapat menjadi acuan dalam melindungi perjuangan PPHL, diantaranya adalah Bagian Kesatu Hak untuk Hidup yang tertuang pada Pasal 9 (3) - [Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 Tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita](https://mamaaleta.org/undang-undang-nomor-7-tahun-1984-tentang-pengesahan-konvensi-mengenai-penghapusan-segala-bentuk-diskriminasi-terhadap-wanita/) - Pada 1967 Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Deklarasi mengenai Penghapusan Diskriminasi terhadap wanita. Deklarasi tersebut memuat hak dan kewajiban wanita berdasarkan persamaan hak dengan pria dan menyatakan agar diambil langkah-langkah seperlunya untuk menjamin pelaksanaan Deklarasi tersebut. Pada 18 Desember Tahun 1979 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyetujui Konvensi tersebut. Karena ketentuan Konvensi pada dasarnya tidak bertentangan dengan - [Berontak Sebagai Syarat Kehidupan, Kebengisan Industri Tambang di mata perempuan Kepulauan](https://mamaaleta.org/berontak-sebagai-syarat-kehidupan-kebengisan-industri-tambang-di-mata-perempuan-kepulauan/) - “Torang nyanda pernah tapikir akan ke kantor Komnas HAM, Komnas Perempuan, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, nyanda! Tako sebetulnya mau baku dapa itu deng orang-orang besar. Tapi torang harus berusaha untuk berani, ini kita pe tanah yang jadi taruhan,” katan Maria perempuan pejuang HAM lingkungan dari Sangihe, mengingat pertemuan-pertemuan yang menurutnya menegangkan. Rasa takut bertemu - [Mereka Nilai Perlindungan bagi Pejuang Lingkungan Hidup dan HAM Masih Lemah](https://mamaaleta.org/mereka-nilai-perlindungan-bagi-pejuang-lingkungan-hidup-dan-ham-masih-lemah/) - Perlindungan bagi pejuang lingkungan hidup dan HAM dinilai masih lemah. Yayasan Pusaka menilai, keterancaman pembela lingkungan dan HAM ini menunjukkan, negara gagal - [Isu HAM Perempuan dalam Konflik Pertambangan Rencana/Pembangunan Pabrik Semen di Pegunungan Kendeng Jawa Tengah](https://mamaaleta.org/isu-ham-perempuan-dalam-konflik-pertambangan-rencana-pembangunan-pabrik-semen-di-pegunungan-kendeng-jawa-tengah/) - Kamu pernah mendengar nama Kartini Kendeng? Iya sembilan perempuan dari pegunungan Kendeng yang melakukan aksi menyemen kaki di seberang Istana Merdeka sebagai simbol penolakan pembangunan pabrik semen. - [Perempuan Pembela HAM, Berjuang Dalam Tekanan](https://mamaaleta.org/perempuan-pembela-ham-berjuang-dalam-tekanan/) - Perempuan pembela HAM masih menjadi terminologi baru di telinga kita. Padahal perempuan adalah bagian yang tak terpisahkan dari komunitas pembela HAM. Tantangan utama para perempuan pembela HAM saat mengedepankan isu hak perempuan adalah berhadapan dengan kerentanan dan kekerasan khusus yang muncul dalam dua bentuk. Pertama, serangan terhadap tubuh dan seksualitas perempuan yang dijadikan elemen utama - [Merekam Perjuangan Pembela Lingkungan](https://mamaaleta.org/merekam-perjuangan-pembela-lingkungan/) - Tujuh orang warga ditangkap polisi pada Februari 2018 setelah terlibat aksi menuntut PT. RUM yang mencemari air dan udara di Sukoharjo Jawa Tengah. Sementara di Banyuwangi, Budi Pego dipidana setelah aksi protes penolakan tambang emas Tumpang Pitu pada April 2017. Lalu di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, 27 warga dilaporkan ke polisi karena konflik lahan dengan - [Modul Pelatihan untuk Komunitas Sebuah Panduan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia](https://mamaaleta.org/modul-pelatihan-untuk-komunitas-sebuah-panduan-lingkungan-hidup-dan-hak-asasi-manusia/) - Upaya perjuangan mempertahankan lingkungan hidup dan ruang hidup oleh komunitas rakyat dari ancaman kejahatan lingkungan hidup oleh korporasi dan negara, - [Standar Norma dan Pengaturan Nomor 6 tentang Pembela Hak Asasi Manusia](https://mamaaleta.org/standar-norma-dan-pengaturan-nomor-6-tentang-pembela-hak-asasi-manusia/) - Standar Norma dan Pengaturan (SNP) Hak Asasi Manusia adalah dokumen penjabaran secara praktis dan implementatif mengenai berbagai instrumen HAM - [Guiding Principles on Business and Human Rights](https://mamaaleta.org/guiding-principles-on-business-and-human-rights/) - Buku panduan ini dikeluarkan oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk kepastian Penghormatan terhadap HAM bagi seluruh Negara dan perusahaan. - [Catatan Saku Perlawanan dan Pemulihan, Memperkuat Hak Veto Rakyat dalam Menghadapi Ancaman Pertambangan](https://mamaaleta.org/catatan-saku-perlawanan-dan-pemulihan-memperkuat-hak-veto-rakyat-dalam-menghadapi-ancaman-pertambangan/) - Meskipun berisi himpunan kisah perjuangan warga dari berbagai wilayah di Indonesia dalam mempertahankan dan memperjuangkan ruang hidupnya dari serangan berbagai bentuk industri ekstraktif, seperti pertambangan, property dan perkebunan kelapa sawit. Namun buku ini ditulis dengan menggambarkan bagaimana tahapan-tahapan perlawanan yang dilakukan warga pada tiap fase berbeda sektor pertambangan. Buku ini menawarkan memahami perjuangan dalam tiga - [Panduan Perlindungan Pembela HAM Lingkungan](https://mamaaleta.org/panduan-perlindungan-pembela-ham-lingkungan/) - Eksistensi pembela HAM pada akhirnya hanya membuktikan satu hal:Bahwa kita semua adalah manusia alamiah dan kita semua mempunyai hati (berbeda dengan badan hukum yang hanya punya kepentingan) untuk membela orang yang tertindas. Begitu pula dengan pembela HAM atas Lingkungan yang secara individu ataupun bersama orang lain, mengambil tindakan untuk mempromosikan atau melindungi hak asasi manusia - [Fact Sheet No. 29: Human Rights Defenders: Protecting the Right to Defend Human Rights](https://mamaaleta.org/fact-sheet-no-29-human-rights-defenders-protecting-the-right-to-defend-human-rights/) - Pembela HAM bertugas untuk memperjuangkan HAM dengan fokus pada hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. - [Perempuan dan Parameter Kesetaraan Gender Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan](https://mamaaleta.org/perempuan-dan-parameter-kesetaraan-gender-dalam-pembentukan-peraturan-perundang-undangan/) - Perempuan tetap saja termarjinalkan dan tertinggal dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang hukum. Padahal, telah banyak peraturan perundang-undangan yang memuat perlindungan hak-hak perempuan. Namun peraturan yang meliputi teknis operasional kebijakan yang sensitif dan responsif terhadap berbagai permasalahan di masyarakat saat ini belum responsif gender. Integrasi perspektif gender ke dalam Peraturan Perundang-undangan atau kebijakan teknis operasional - [Human Rights Defenders: Tanggung Jawab Negara dan Perlindungan Hukum Pembela HAM Perempuan](https://mamaaleta.org/human-rights-defenders-tanggung-jawab-negara-dan-perlindungan-hukum-pembela-ham-perempuan/) - Masalah hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara namun perlindungan hukum bagi perempuan pembela HAM tidak dianggap serius oleh negara. Kurangnya ketentuan untuk melindungi perempuan pembela hak asasi manusia menempatkan mereka dalam situasi rentan dan berbahaya. Padahal negara bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap pembela hak asasi manusia.Negara wajib mengambil tindakan pencegahan terhadap kemungkinan pelanggaran hak - [Di bawah Bayang-Bayang Kekerasan Negara dan Perusahaan: Laporan Situasi Pembela Hak Asasi Manusia atas Lingkungan Periode November 2017-Juli 2018](https://mamaaleta.org/di-bawah-bayang-bayang-kekerasan-negara-dan-perusahaan-laporan-situasi-pembela-hak-asasi-manusia-atas-lingkungan-periode-november-2017-juli-2018/) - Di tengah kenaikan tren bencana ekologis di Indonesia baik dalam jumlah dan berat, perjuangan rakyat untuk menuntut perbaikan kondisi lingkungan dan ekologi malah mengalami serangkaian represi. - [Belajar dari Kasus Warga Kenanga, Menang dengan Pembelaan Anti-SLAPP](https://mamaaleta.org/belajar-dari-kasus-warga-kenanga-menang-dengan-pembelaan-anti-slapp/) - Warga Kenanga di Kepulauan Bangka, terganggu oleh bau busuk dari pabrik tapioka perusahaan. Enam orang melakukan gugatan kelompok. Sayangnya, mereka malah terjerat kasus atas laporan warga lain atas tudingan yang berwenang dan pemalsuan. Proses berjalan, pembelaan dilakukan pada enam warga menggunakan pasal Anti-SLAPP, membuahkan kemenangan. Muhnur Satyaprabu, anggota tim penasihat hukum warga Kenanga mengatakan, kasus - [Ketentuan dan Penegakan Hukum Anti-SLAPP terhadap Perempuan Pembela HAM atas Lingkungan Hidup dalam Perspektif Teori Hukum Feminis](https://mamaaleta.org/ketentuan-dan-penegakan-hukum-anti-slapp-terhadap-perempuan-pembela-ham-atas-lingkungan-hidup-dalam-perspektif-teori-hukum-feminis/) - Pasal 66 UU PPLH sebagai ketentuan Anti-SLAPP belum mampu melindungi Perempuan pembela HAM atas lingkungan ( PPHAM Lingkungan) dari berbagai kekerasan berlapis dan berulang. Menurut teori hukum feminis dan Teori Friedman, kekerasan tersebut disebabkan oleh adanya kelemahan dalam substansi, struktur, dan kultur hukum ketentuan Anti-SLAPP. Kegagalan Anti-SLAPP dalam melindungi PPHAM Lingkungan diakibatkan substansi hukum yang masih - [Kekerasan Terhadap Perempuan Pembela Lingkungan: Menuju Instrumen Perlindungan yang Responsif Gender](https://mamaaleta.org/kekerasan-terhadap-perempuan-pembela-lingkungan-menuju-instrumen-perlindungan-yang-responsif-gender/) - Kegiatan ekonomi ekstraktif dan pembangunan skala besar yang diikuti dengan kerusakan lingkungan masif mendorong pembela lingkungan hidup untuk terus memperjuangkan upaya perlindungan terhadap lingkungan hidup. - ["Bukan Perempuan Tidak Berani!”. Pandangan Aleta Baun pada Perempuan Pemimpin.](https://mamaaleta.org/bukan-perempuan-tidak-berani-pandangan-aleta-baun-pada-perempuan-pemimpin/) - Dalam adat Mollo kepemimpinan ada di laki-laki, perempuan tidak bisa memimpin apalagi berbicara tentang sumber daya alam. - [Cerita OAT Tentang Pemiskinan Orang Mollo](https://mamaaleta.org/cerita-oat-tentang-pemiskinan-orang-mollo/) - Perubahan yang terjadi tak hanya merubah penggembalaan yang mempengaruhi perekonomian masyarakat., perubahan itu juga telah mempengaruhi ritual adat dan membuat konflik - [OAT, dari Individu ke Organisasi Adat](https://mamaaleta.org/oat-dari-individu-ke-organisasi-adat/) - OAT, kepanjangan dari Organisasi Atai Mamot yang berarti penengah. OAT dibentuk sebagai penengah ketika ada kerusakan atau keributan, dia datang untuk membenahi - [Pengalaman Maria Belajar dari Perjuangan Perempuan Demak dan Kendeng](https://mamaaleta.org/pengalaman-maria-belajar-dari-perjuangan-perempuan-demak-dan-kendeng/) - Podcast kali ini MAF menghadirkan Maria Sanam, ia adalah ketua kelompok penenun Sinar Faiman B. Baginya tenun adalah budaya Mollo untuk mempertahankan adat Mollo. Tenun punya makna yang mendalam bagi orang Mollo. Perempuan harus menenun karena mereka memakai Teis, yang artinya menimbang, ini dimaknai bahwa perempuan harus mempertimbangkan segala sesuatu yang dilakukan atau dipuuskan. Tak - [Perempuan Pembela HAM-Lingkungan "Menghadapi Pembangunanisme"](https://mamaaleta.org/perempuan-pembela-ham-lingkungan-menghadapi-pembangunanisme/) - Dalam podcast sebelumnya kita telah membahas situasi negara hari ini dalam hubungannya dengan perlindungan HAM serta bagaimana semangat perlindungan HAM yang dimiliki Indonesia dari masa ke masa (sejak awal masa kemerdekaan hingga sekarang). Dari obrolan tersebut kita tahu bahwa corak sistem ketatanegaraan Indonesia tidak pernah lepas dari karakteristiknya yang ‘memangsa’ (predatory). Buah dari relasi kuasa - [Mengikuti Jejak Nausus](https://mamaaleta.org/mengikuti-jejak-nausus/) - Nausus adalah batu perempuan yang merangkul dan menyusui. Dia punya arti khusus, dimaknai sebagai perempuan yang menyusui - [Lulbas, Organiser dan Pencatat](https://mamaaleta.org/lulbas-organiser-dan-pencatat/) - Lulbas dibutuhkan sebagai penghubung antar wilayah dan membawa pengetahuan akan makna Nausus, batu perempuan yang menyusui dan memberi penghidupan banyak orang. - [Naketi, Manusia Bukan Pusat Segalanya](https://mamaaleta.org/naketi-manusia-bukan-pusat-segalanya/) - Naketi dilakukan untuk melihat kembali tentang apa yang dikerjakan apakah benar atau salah dihadapan Tuhan, Alam dan Leluhur. - [Hubungan Kota dengan Desa](https://mamaaleta.org/hubungan-kota-dengan-desa/) - “Tubuh alam perlu dijaga karena tubuh alam itu adalah tubuh yang hidup juga sama dengan tubuh manusia” - [Politik dan Kepemimpinan Perempuan](https://mamaaleta.org/politik-dan-kepemimpinan-perempuan/) - Masyarakat Mollo memandang perempuan sebagai ibu. Dia punya arti khusus, dimaknai sebagai yang menghidupi dan merawat - [Aleta Baun dan Gagasan “Mama Aleta Fund”](https://mamaaleta.org/aleta-baun-dan-gagasan-mama-aleta-fund/) - Aleta Baun memikirkan bagaimana bisa melanjutkan perjuangannya menyelamatkan danmemulihkan alam. Bagaimana dana hadiah yang diperoleh dari Goldman prize award diabadikan untuk dapat melanjutkan perjuangannya dalam menjaga lingkungan. Seperti kondisi saat ini, Kita tidak hanya berhadapan dengan kerusakan alam oleh pembangunan. Tapi perubahan iklim juga menjadi catatan penting. Jika tak ada orang-orang yang berjuang seperti yang - [Persaudaraan Hulu Hilir (Mollo, Amanuban, Amanatun)](https://mamaaleta.org/persaudaraan-hulu-hilir-mollo-amanuban-amanatun/) - Kelangsungan hidup masyarakat adat Mollo tidak bisa dilepaskan dari sumber daya alam. Mereka mengumpulkan makanan dan obat-obatan dari hutan, bercocok tanam di lahan subur dan memanen pewarna alami dari tanaman yang mereka perlukan untuk alat tenun mereka—sebuah keterampilan tradisional yang telah membantu mendefinisikan perempuan di desa-desa ini selama beberapa generasi. Mereka juga memiliki hubungan spiritual - [101 Perempuan Pembela HAM Lingkungan](https://mamaaleta.org/101-perempuan-pembela-ham-lingkungan/) - Lingkungan hidup yang sehat adalah Hak Asasi manusia. Lingkungan hidup adalah kebutuhan dasar, bagian dari hak asasi manusia - [Tantangan Perempuan Pembela HAM-Lingkungan di Indonesia](https://mamaaleta.org/tantangan-perempuan-pembela-ham-lingkungan-di-indonesia/) - Pembela HAM adalah mereka yang memperjuangkan keselamatan tidak hanya manusia tapi secara keseluruhan termasuk ruang hidup. - [Perempuan Pembela HAM-Lingkungan "Menghadapi Tantangan Mengubah Sistem"](https://mamaaleta.org/perempuan-pembela-ham-lingkungan-menghadapi-tantangan-mengubah-sistem/) - Dari rezim ke rezim, corak sistem ketatanegaraan Indonesia tidak pernah lepas dari karakteristiknya yang ‘memangsa’ (predatory). Buah dari relasi kuasa yang timpang antara negara dengan rakyatnya, karakteristik yang ‘memangsa’ ini dapat kita lihat melalui ragam kebijakan yang politik hukumnya kian berorientasi pada kepentingan pasar sehingga alam, dimana manusia merupakan bagiannya, dinomorduakan untuk melayani kepentingan tersebut. - [Belajar dari Cerita Aleta Baun tentang Hubungan Kota-Desa](https://mamaaleta.org/belajar-dari-cerita-aleta-baun-tentang-hubungan-kota-desa/) - “Tubuh alam adalah tubuh yang hidup, seperti tubuh manusia ” Kata Aleta Baun ketika memulai percakapan dengan Siti Maimunah dalam podcast Mama Aleta Fund. Saya tercenung mendengarnya, di hutan belantara obrolan lini masa, kalimat demikian tentu tak biasa. Menyamakan alam sebagai bagian dari tubuh manusia saya rasa tak banyak yang memikirkannya. Dalam obrolan berdurasi 21 - [Membaca Kelindan Hukum dan Krisis Ekososial Melalui Kacamata Teori Hukum Ekofeminis](https://mamaaleta.org/membaca-kelindan-hukum-dan-krisis-ekososial-melalui-kacamata-teori-hukum-ekofeminis/) - Salsabila Khairunisa Latar Belakang Krisis iklim yang kini tengah kita hadapi sebagai akibat dari meningkatnya suhu rata-rata bumi tidak hanya kian memperparah krisis ekologi yang telah lama terjadi, tetapi juga krisis sosial yang lahir dari ragam bentuk ketimpangan yang terlembagakan dalam sistem hari ini. Ekofeminisme sebagai salah satu cabang aliran pemikiran feminisme mencoba menautkan bagaimana - [Supinah, Penjaga Tradisi Balian itu Telah Tiada](https://mamaaleta.org/supinah-penjaga-tradisi-balian-itu-telah-tiada/) - Supinah, Balian Masyarakat Benuaq di Kalimantan Timur ini meninggal dunia karena sakit pada 16 Juli lalu. Dia adalah salah seorang pemimpin spritual Komunitas Benuaq di kampungnya. Dia membantu sebagai “penyembuh” tak hanya bagi komunitas juga orang lain. Semasa hidup, Supinah pernah berencana mengumpulkan semua tanaman hutan yang dia identifikasi sebagai obat. Dia khawatir tanaman obat - [Sekolah Mekong, Hutan Tali Pusar dan ‘Naketi’](https://mamaaleta.org/sekolah-mekong-hutan-tali-pusar-dan-naketi/) - Siti Maimunah* di 22 May 2023 Ketika mendengar kata “Mekong,” saya membayangkan sungai besar membelah negara-negara seperti Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam. Memang benar, Sekolah Mekong memiliki murid-murid dari negara-negara di sekitar Sungai Mekong, kecuali Tiongkok. Nama aslinya adalah “Earthrights School”. Sekolah yang diinisiasi Earthrights, sebuah Lembaga nirlaba asal Amerika Serikat yang memberi - [MAF Meluncurkan 99 Rujukan tentang Perjuangan Mama Aleta dan Orang Mollo](https://mamaaleta.org/maf-meluncurkan-99-rujukan-tentang-perjuangan-mama-aleta-dan-orang-mollo/) - (Jakarta, 8 Maret 2023) Lebih dari dua dekade, perjuangan Aleta Baun bersama orang Mollo menghentikan tambang marmer yang merusak batu ibu (nausus) di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, telah menginspirasi banyak orang. Pada 2017, Aleta Baun – pemenang Goldman Enviromental Priize Award 2013 mendirikan Mama Aleta Fund (MAF) dengan mendonasikan hadiah yang didapatnya sebagai dana - [Mama Aleta Fund: Untuk Perempuan Pejuang dan Penyelamat Alam](https://mamaaleta.org/mama-aleta-fund-untuk-perempuan-pejuang-dan-penyelamat-alam/) - Suasana ramai menggema ketika tiga lukisan karya Wijatnika dilelang dengan harga pembuka Rp1 juta. Akhirnya, tiga lukisan berlatar hitam dengan gambar perempuan itu terjual Rp15 juta yang selanjutnya disumbangkan ke Mama Aleta Fund. Demikian pula hasil penjualan selendang tenun dan pernak pernik yang digelar di KeKini, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Maret 2017. Hari - [Kisah Tenun dan Komunitas Lakoat Kujawas dari Desa Taiftob NTT](https://mamaaleta.org/kisah-tenun-dan-komunitas-lakoat-kujawas-dari-desa-taiftob-ntt/) - Sejarah tenun pulau Timor tentu tidak dapat dilepaskan dari sejarah berbagai suku yang ada di Timor. Setiap suku mempunyai kekhasan motif tenun dan warna yang menjadi pembeda, walaupun secara garis besar dapat dibedakan antara daerah Timor Tengah Selatan (TTS) dengan daerah yang lain melalui adanya ketiga suku terbesar, yaitu Mollo, Amanuban, dan Amanatun. Ketiga ## Pages - [Home](https://mamaaleta.org/) - Menjadi Nausus Menumbuhkan dan merawat “sarang” melalui pengrorganisasian masyarakat dan praktik-praktik keberlanjutan layanan alam untuk penyelamatan ruang hidup bersama Menjadi Nausus Merawat dan menghidupkan ruang kepemilikan bersama (the common) sebagai strategi dan praktik-praktik alternatif terhadap pembangunan. Menjadi Nausus Menggerakkan kepemimpinan kolektif dan membangun regenerasi kepemimpinan perempuan demi terwujudnya keadilan antar generasi. Perjuangan Tanah Air Mencari - [Agenda MAF 2026](https://mamaaleta.org/galeri/agenda-maf-2026/) - Agenda MAF 2026 - [Galeri](https://mamaaleta.org/galeri/) - Kegiatan dan cerita MAF melalui foto dan video. Agenda MAF 2026 Agenda MAF 2025 Agenda MAF 2024 Agenda MAF 2023 - [Pustaka](https://mamaaleta.org/pustaka/) - Semesta Pengetahuan Akademik Tiga Nausus 10 lulbas mengembalikan pengetahuan membuat kajian sistemik literatur dengan mengumpulkan 339 naskah akademik mengenai para pejuang tanah air: Aleta Baun, Gunarti, dan Nissa Wargadipura. Mereka lantas menyeleksi naskah tersebut dan memilih 62 naskah untuk dituliskan anotasi bibliografinya Katalog Podcast Mama Aleta Fund 2025 “Podcast ini hadir sebagai ruang untuk merawat - [Semesta Pengetahuan Akademik Tiga Nausus](https://mamaaleta.org/pustaka/semesta-pengetahuan-akademik-tiga-nausus/) - [Nausus](https://mamaaleta.org/nausus/) - Nausus Naususu dalam bahasa Timor berarti yang menyusui. MAF menyediakan dukungan pengetahuan dan finansial terhadap tokoh perempuan yang menyelamatkan dan memulihkan ruang hidupnya di Indonesia Timur. 01. Sang Nausus Perempuan-perempuan yang tidak hanya menjaga hutan, tanah, dan udara, tetapi juga merawat komunitas, budaya, dan kelangsungan hidup generasi mendatang. 02. Mutiara Hikmat Kumpulan Pemikiran Bijak dari - [Pengetahuan](https://mamaaleta.org/pengetahuan/) - Pengetahuan 01 📚 Pustaka Kumpulan rujukan tentang perempuan pejuang tanah air lengkap dengan sitasinya. 02 🎙️ Podcast Percakapan informatif dan provokatif MAF tentang pemikiran pemimpin perempuan. 03 🖼️ Galeri Mengenal lebih dekat kegiatan dan cerita perempuan melalui foto dan video. 04 📰 Publikasi Ragam produksi pengetahuan dan karya tulis Mama Aleta Fund. 05 📷 Photo - [Publikasi](https://mamaaleta.org/publikasi/) - Menghidupkan Nausus dan Lulbas Judul : Menghidupkan Nausus dan Lulbas ISBN : Masih dalam proses Penulis : Mai Jebing dan Mariana Opat Berat : 250 gram Sejak dibentuk pada 2017, Mama Aleta Fund (MAF) berupaya mendapatkan cara untuk menemukan dan mendukung para perempuan yang memiliki perjuangan serupa dengan Aleta Baun, inisiator dan pendiri MAF. Program - [Hubungi Kami](https://mamaaleta.org/hubungi-kami/) - Hubungi Kami Terima kasih atas minat kamu pada Mama Aleta Fund. Jika kamu mempunyai pertanyaan, atau keperluan silakan langsung hubungi kami melalui email, atau berkunjung langsung ke kantor kami. Please enable JavaScript in your browser to complete this form.Name *FirstLastEmail *How can I help? *Send - [Aleta Kornelia Baun](https://mamaaleta.org/tim-maf/aleta-kornelia-baun/) - Aleta Kornelia Baun Pendiri, Pembina Aleta Baun, perempuan Mollo yang memimpin penolakan terhadap penambangan di wilayah masyarakat adat Mollo, pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Ia dan rakyat Mollo menghadapi intimidasi dan kekerasan oleh preman yang dibayar perusahaan. Aleta harus mengungsi dari rumahnya beberapa bulan, membawa bayinya yang masih berumur dua bulan keluar masuk kampung dan - [Rukka Sombolinggi](https://mamaaleta.org/tim-maf/rukka-sombolinggi/) - Rukka Sombolinggi Pembina Rukka memiliki dedikasi yang panjang terhadap gerakan hak-hak masyarakat adat. Rukka menyelesaikan pendidikan sarjana dari Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin dan gelar Master di bidang Ilmu Politik di Universitas Chulalongkorn, Thailand. Ia bergabung dengan Program Masyarakat Adat Regional UNDP di UNDP Asia Pasifik Reginal Centre di Bangkok, Thailand sebagai Spesialis Program pada 2007. - [Noer Fauzi Rachman](https://mamaaleta.org/tim-maf/noer-fauzi-rachman/) - Facebook Twitter Youtube Noer Fauzi Rachman Pembina Oji adalah scholar activis yang rajin menulis dan suka memasak. Ia menulis sejumlah buku, naskah jurnal dan artikel koran mengenai politik dan kebijakan agraria dan pengelolaan sumber daya alam, masalah krisis sosial, ekologi dan lingkungan hidup, pembangunan pedesaan, aktivisme organisasi non-pemerintah, dan gerakan-gerakan sosial, dan lainnya. Ia memiliki - [Juliana Susantje Ndolu](https://mamaaleta.org/tim-maf/juliana-susantje-ndolu/) - Facebook Twitter Youtube Juliana Susantje Ndolu Pengawas Juliana menjadi bagian gerakan perempuan di NTT sejak 1997. Pernah bekerja bersama Yayasan Sanggar Suara Perempuan di-TTS- NTT, Jaringan Kesehatan Perempuan Indonesia Timur dan Oxfam-GB. Pendiri dan Koordinator pertama (2000- 2009) Rumah Perempuan Kupang, ornop yang bekerja untuk isu penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menjadi pembina, pengurus, - [Nonette Royo](https://mamaaleta.org/tim-maf/nonette-royo/) - Nonette Royo Pendiri Nonette adalah pengacara dari Mindanao Utara Philipina yang sejak lama aktif memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat secara global, khususnya di Philipina, Indonesia dan Papua. Ia ikut mendirikan dan menjadi Direktur The Samdhana Institute yang bekerja di region Asia Tenggara. Kini pada 2003. Kini dia memimpin the Tanure Facility yang memberikan dukungan keuangan dan - [Catharina Dwihastarini](https://mamaaleta.org/tim-maf/catharina-dwihastarini/) - Catharina Dwihastarini Pendiri, Pengurus Catharina telah bekerja di sektor sosial-lingkungan selama lebih dari 15 tahun. Beliau memimpin implementasi Program Hibah Kecil Fasilitas Lingkungan Global (GEF SGP) di Indonesia selama 10 tahun terakhir, di mana hal ini menunjukkan kapasitasnya dalam pelibatan pemangku kepentingan, manajemen proyek dan pengembangan strategi untuk proyek-proyek masyarakat, dan manajemen pengetahuan. Catharina memiliki kemampuan - [Abdon Nababan](https://mamaaleta.org/tim-maf/abdon-nababan/) - Abdon Nababan Pendiri, Pengurus Abdon memulai menjadi aktivis sosial sejak mahasiswa di IPB Bogor lewat berbagai organisasi kampus maupun luar kampus. Dalam rekam jejaknya sebagai aktivis lebih dari 36 tahun, ia aktif pernah bergabung di WALHI, mendirikan Yayasan Sejati, Yayasan dan Perkumpulan Telapak, FWI dan Jaring PELA. Ia mempelopori kampanye dan advokasi hutan berbasis bukti - [Siti Maimunah](https://mamaaleta.org/tim-maf/siti-maimunah/) - Siti Maimunah Pendiri, Pengawas Pada 2003, pertama kalin Mai bertemu dengan Aleta Baun di rumahnya di So’e, dan sejak itu terinspirasi dengan perjuangan orang Mollo. Meski Mai adalah scholar activist yang fokus pada isu-isu terkait ekstraktivisme dan Politik Ekologi Feminis. Bersama teman-temannya ia mendirikan Ruang Baca Puan pada 2020 dan mengampu Sekolah Ekofeminis online. Ia - [Agenda MAF 2025](https://mamaaleta.org/galeri/agenda-maf-2025/) - Agenda MAF 2025 - [Tim MAF](https://mamaaleta.org/tim-maf/) - Siapa Tim MAF Aleta Kornelia Baun Pendiri, Pembina Siti Maimunah Pendiri, Pengawas Abdon Nababan Pendiri, Pengurus Pantoro Tri Kuswardono Pendiri, Pengurus Catharina Dwihastarini Pendiri, Pengurus Nonette Royo Pendiri Juliana Susantje Ndolu Pengawas Noer Fauzi Rachman Pembina Rukka Sombolinggi Pembina - [MAF Meluncurkan 99 Rujukan tentang Perjuangan Mama Aleta dan Orang Mollo](https://mamaaleta.org/maf-meluncurkan-99-rujukan-tentang-perjuangan-mama-aleta-dan-orang-mollo/) - MAF Meluncurkan 99 Rujukan tentang Perjuangan Mama Aleta dan Orang Mollo (Jakarta, 8 Maret 2023) Lebih dari dua dekade, perjuangan Aleta Baun bersama orang Mollo menghentikan tambang marmer yang merusak batu ibu (nausus) di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, telah menginspirasi banyak orang. Pada 2017, Aleta Baun – pemenang Goldman Enviromental Priize Award 2013 mendirikan - [Sang Nausus](https://mamaaleta.org/nausus/sang-nausus/) - "Nausus adalah batu nama, batu yang menyusui, dia ibu yang menyusui batu-batu (nama) lainnya". (Aleta Baun) "Menjadi penjaga bumi atau Nausus adalah jalan terjal perjuangan yang butuh ketulusan keberanian dan yang paling penting konsistensi seumur hidup. Saya memikirkan ini akan seumur hidup, karena sudah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan lagi". (Jull Takaliuang) - [Mutiara Hikmat](https://mamaaleta.org/nausus/mutiara-hikmat/) - Kumpulan Pemikiran Bijak dari Para Nausus: Perempuan di Garis Depan Perjuangan Penyelamatan Ibu Bumi - [Cerita Lulbas](https://mamaaleta.org/galeri/cerita-lulbas/) - Cerita Lulbas - [Agenda MAF 2024](https://mamaaleta.org/galeri/agenda-maf-2024/) - Agenda MAF 2024 - [Agenda Maf 2023](https://mamaaleta.org/galeri/agenda-maf-2023/) - Agenda MAF 2023 - [Test](https://mamaaleta.org/test/) - [Kumpulan Pustaka bagi Perempuan Pembela HAM-Lingkungan di Indonesia](https://mamaaleta.org/pustaka/kumpulan-pustaka-bagi-perempuan-pembela-ham-lingkungan-di-indonesia/) - Sejak 2018, Mama Aleta Fund (MAF) sudah melakukan uji coba mendukung kerja-kerja perempuan di Fatumnasi dan Bonleu di Mollo dalam mempertahankan ruang hidupnya. Orang-orang seperti mereka juga memiliki peran sebagai pembela HAM-lingkungan. Di banyak tempat lainnya di Indonesia, perempuan berjuang melawan perusakan ruang hidup dan menyelamatkan diri dan keluarganya yang terancam oleh kehadiran proyek-proyek pembangunan - [Podcast](https://mamaaleta.org/podcast/) - Kata Mama Aleta Percakapan informatif dan provokatif Mama Aleta Fund (MAF) tentang pikiran-pikiran pemimpin perempuan Pejuang Tanah Air. Politik dan Kepemimpinan Perempuan 14 September 2023 – 12min 09 sec Bagaiamana peran perempuan Mollo dalam keseharian. Bagaiamana kedudukan perempuan dalam struktur adat Masyarakat Mollo serta bagaimana kedudukan perempuan dalam kepemimpinan adat Mollo. Simak selengkapnya dalam - [Olif Tataf](https://mamaaleta.org/olif-tataf/) - Olif Tataf bermakna para sahabat, yaitu program berkelanjutan untuk menggalang ragam dukungan dan sumber daya MAF, termasuk relawan, donasi, fair trade, festival dan kegiatan lainnya - [Lulbas](https://mamaaleta.org/lulbas/) - Refleksi seorang Lulbas: Kapur, batu & laut 27 Feb 2022 Ini bukan cerita tentang superhero atau elemen kekuatan dari superhero tersebut. Ini cerita tentang tiga perempuan hebat yang berjuang atas kapur, batu dan laut demi alam dan hidup mereka. Selengkapnya silahkan akses esai disini. Download - [Asti Maulita](https://mamaaleta.org/tim-maf/asti-maulita/) - Asti Maulita Kesekretariatan Sejak 2017, Asti menjadi bagian organisasi masyarakat sipil dalam mendorong pemantauan secara independen yang bertanggung-gugat terhadap tata kelola hutan yang adil dan berkelanjutan. Ia pernah menjadi staf di Perkumpulan Kaoem Telapak dan Jaringan Pemantau Independen Kehutanan. Asti juga beberapa kali berperan dalam peningkatan kapasitas masyarakat adat serta perempuan pada kerja-kerja pemantauan - [About](https://mamaaleta.org/about/) - Sejarah “Saya memikirkan bagaimana melanjutkan perjuangan saya, untuk menyelamatkan dan menyembuhkan alam. Bagaimana uang ini bisa dikukuhkan menjadi dana abadi untuk mengumpulkan dana atau sumber daya lain guna mendukung perjuangan menjaga lingkungan?”. Khususnya kita tidak saja menghadapi perusakan alam yang didorong oleh pembangunan, tetapi juga perubahan iklim. Jika tidak ada yang melawan seperti yang kita - [Tujuan MAF](https://mamaaleta.org/tujuan-maf/) - Tujuan MAF 01. Mendukung perjuangan masyarakat, khususnya perempuan dalam mempertahankan wilayah hidup, berjuang memulihkan dan menolak perusakan alam. 02. Pengembangan dan penguatan generasi baru masyarakat, dengan ikatan sosial yang kuat, terutama yang dirajut para perempuan, atas tantangan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan menghadapi tantangan besar perubahan iklim. 03. Keberlanjutan pangan dan pengembangan ekonomi kreatif, - [Nonetta Royo](https://mamaaleta.org/tim-maf/nonetta-royo/) - .elementor-widget-social-icons.elementor-grid-0 .elementor-widget-container,.elementor-widget-social-icons.elementor-grid-mobile-0 .elementor-widget-container,.elementor-widget-social-icons.elementor-grid-tablet-0 .elementor-widget-container{line-height:1;font-size:0}.elementor-widget-social-icons:not(.elementor-grid-0):not(.elementor-grid-tablet-0):not(.elementor-grid-mobile-0) .elementor-grid{display:inline-grid}.elementor-widget-social-icons .elementor-grid{grid-column-gap:var(--grid-column-gap,5px);grid-row-gap:var(--grid-row-gap,5px);grid-template-columns:var(--grid-template-columns);justify-content:var(--justify-content,center);justify-items:var(--justify-content,center)}.elementor-icon.elementor-social-icon{font-size:var(--icon-size,25px);line-height:var(--icon-size,25px);width:calc(var(--icon-size, 25px) + (2 * var(--icon-padding, .5em)));height:calc(var(--icon-size, 25px) + (2 * var(--icon-padding, .5em)))}.elementor-social-icon{--e-social-icon-icon-color:#fff;display:inline-flex;background-color:#818a91;align-items:center;justify-content:center;text-align:center;cursor:pointer}.elementor-social-icon i{color:var(--e-social-icon-icon-color)}.elementor-social-icon svg{fill:var(--e-social-icon-icon-color)}.elementor-social-icon:last-child{margin:0}.elementor-social-icon:hover{opacity:.9;color:#fff}.elementor-social-icon-android{background-color:#a4c639}.elementor-social-icon-apple{background-color:#999}.elementor-social-icon-behance{background-color:#1769ff}.elementor-social-icon-bitbucket{background-color:#205081}.elementor-social-icon-codepen{background-color:#000}.elementor-social-icon-delicious{background-color:#39f}.elementor-social-icon-deviantart{background-color:#05cc47}.elementor-social-icon-digg{background-color:#005be2}.elementor-social-icon-dribbble{background-color:#ea4c89}.elementor-social-icon-elementor{background-color:#d30c5c}.elementor-social-icon-envelope{background-color:#ea4335}.elementor-social-icon-facebook,.elementor-social-icon-facebook-f{background-color:#3b5998}.elementor-social-icon-flickr{background-color:#0063dc}.elementor-social-icon-foursquare{background-color:#2d5be3}.elementor-social-icon-free-code-camp,.elementor-social-icon-freecodecamp{background-color:#006400}.elementor-social-icon-github{background-color:#333}.elementor-social-icon-gitlab{background-color:#e24329}.elementor-social-icon-globe{background-color:#818a91}.elementor-social-icon-google-plus,.elementor-social-icon-google-plus-g{background-color:#dd4b39}.elementor-social-icon-houzz{background-color:#7ac142}.elementor-social-icon-instagram{background-color:#262626}.elementor-social-icon-jsfiddle{background-color:#487aa2}.elementor-social-icon-link{background-color:#818a91}.elementor-social-icon-linkedin,.elementor-social-icon-linkedin-in{background-color:#0077b5}.elementor-social-icon-medium{background-color:#00ab6b}.elementor-social-icon-meetup{background-color:#ec1c40}.elementor-social-icon-mixcloud{background-color:#273a4b}.elementor-social-icon-odnoklassniki{background-color:#f4731c}.elementor-social-icon-pinterest{background-color:#bd081c}.elementor-social-icon-product-hunt{background-color:#da552f}.elementor-social-icon-reddit{background-color:#ff4500}.elementor-social-icon-rss{background-color:#f26522}.elementor-social-icon-shopping-cart{background-color:#4caf50}.elementor-social-icon-skype{background-color:#00aff0}.elementor-social-icon-slideshare{background-color:#0077b5}.elementor-social-icon-snapchat{background-color:#fffc00}.elementor-social-icon-soundcloud{background-color:#f80}.elementor-social-icon-spotify{background-color:#2ebd59}.elementor-social-icon-stack-overflow{background-color:#fe7a15}.elementor-social-icon-steam{background-color:#00adee}.elementor-social-icon-stumbleupon{background-color:#eb4924}.elementor-social-icon-telegram{background-color:#2ca5e0}.elementor-social-icon-thumb-tack{background-color:#1aa1d8}.elementor-social-icon-tripadvisor{background-color:#589442}.elementor-social-icon-tumblr{background-color:#35465c}.elementor-social-icon-twitch{background-color:#6441a5}.elementor-social-icon-twitter{background-color:#1da1f2}.elementor-social-icon-viber{background-color:#665cac}.elementor-social-icon-vimeo{background-color:#1ab7ea}.elementor-social-icon-vk{background-color:#45668e}.elementor-social-icon-weibo{background-color:#dd2430}.elementor-social-icon-weixin{background-color:#31a918}.elementor-social-icon-whatsapp{background-color:#25d366}.elementor-social-icon-wordpress{background-color:#21759b}.elementor-social-icon-xing{background-color:#026466}.elementor-social-icon-yelp{background-color:#af0606}.elementor-social-icon-youtube{background-color:#cd201f}.elementor-social-icon-500px{background-color:#0099e5}.elementor-shape-rounded .elementor-icon.elementor-social-icon{border-radius:10%}.elementor-shape-circle .elementor-icon.elementor-social-icon{border-radius:50%} Facebook Twitter Youtube Nonetta Royo Pendiri Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an - [Nausus New](https://mamaaleta.org/nausus-new/) - Blog Tenun Molo NTT Akan “Memboemi di Eropa” JAKARTA – Brand fesyen lokal, Oerip Indonesia akan membawa tenun Molo yang berasal dari Fatumnasi, Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil di ajang “Festival de la culture Indonésienne” atau Festival by wahyu // February 16, 2023 Blog Kisah Tenun dan Komunitas Lakoat Kujawas dari Desa Taiftob NTT - [Contact](https://mamaaleta.org/contact/) - [Books](https://mamaaleta.org/books/) - [Stage Shows](https://mamaaleta.org/stage-shows/) - [One-on-One Counseling](https://mamaaleta.org/one-on-one-counseling/) - [Sample Page](https://mamaaleta.org/sample-page/) - This is an example page. It's different from a blog post because it will stay in one place and will show up in your site navigation (in most themes). Most people start with an About page that introduces them to potential site visitors. It might say something like this: Hi there! I'm a bike messenger ## My Templates - [Aletabaun](https://mamaaleta.org/?elementor_library=aletabaun) - “Kami Tidak Menjual Apa yang Tidak Bisa Kami Buat” (Aleta Baun, 2017) Siapa Aleta Baun? Aleta Baun adalah perempuan Mollo, anak seorang amaf, istri seorang guru, ibu dari tiga anak yang memimpin penolakan terhadap penambangan di wilayah masyarakat adat Mollo, pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Ia harus masuk kampung malam hari untuk bertemu dengan rakyat, - [publikasi](https://mamaaleta.org/?elementor_library=publikasi) - Berita Mama Aleta Fund Maret – Mei 2017 Telah dilakukan launching awal Mama Aleta Fund pada tanggal 11 Maret 2017. Acara ini juga membahas inisiasi MAF dan kontribusi yang diharapkan bagi alam dan masyarakat di Indonesia timur melalui program fellowship tokoh pejuang perempuan dan beasiswa Lulbas. Dalam acara ini juga menghasilkan dana donasi sebesar 15 - [Pengetahuan](https://mamaaleta.org/?elementor_library=pengetahuan) - Pengetahuan Pustaka merupakan kumpulan rujukan tentang Perempuan Pejuang Tanah Air lengkap dengan sitasinya. Podcast, Percapakan informatif dan provokatif MAF tentang pikiran-pikiran pemimpin perempuan Pejuang Tanah Air Gallery, Mengenal lebih dekat kegiatan dan cerita perempuan Pejuang Tanah Air melalui foto dan video. Publikasi, Ragam produksi pengetahuan MAF lainnnya - [tim-line](https://mamaaleta.org/?elementor_library=tim-line) - Aleta Kornelia Baun Pendiri Noer Fauzi Rachman Pendiri Nonetta Royo Pendiri Abdon Nababan Pengarah - [test](https://mamaaleta.org/?elementor_library=test) - “Kami Tidak Menjual Apa yang Tidak Bisa Kami Buat” (Aleta Baun, 2017) Siapa Aleta Baun? Aleta Baun adalah perempuan Mollo, anak seorang amaf, istri seorang guru, ibu dari tiga anak yang memimpin penolakan terhadap penambangan di wilayah masyarakat adat Mollo, pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Ia harus masuk kampung malam hari untuk bertemu dengan rakyat, - [newProfile](https://mamaaleta.org/?elementor_library=newprofile) - Facebook Twitter Youtube Noer Fauzi Rachman Pendiri Oji adalah scholar activis yang rajin menulis dan suka memasak. Ia menulis sejumlah buku, naskah jurnal dan artikel koran mengenai politik dan kebijakan agraria dan pengelolaan sumber daya alam, masalah krisis sosial, ekologi dan lingkungan hidup, pembangunan pedesaan, aktivisme organisasi non-pemerintah, dan gerakan-gerakan sosial, dan lainnya. Ia memiliki - [section](https://mamaaleta.org/?elementor_library=section) - Naususu dalam bahasa Timor berarti yang menyusui. Nama ini diadopsi oleh MAF sebagai program dukungan terhadap tokoh perempuan yang mempertahankan dan memulihkan ruang hidupnya di Indomesia Timur. MAF akan memilih dan mendukung tokoh-tokoh perempuan selama dua musim. - [Program Mama Aleta Fund (MAF)](https://mamaaleta.org/?elementor_library=program-mama-aleta-fund-maf) - Program Mama Aleta Fund (MAF) 01. Naususu Naususu dalam bahasa Timor berarti yang menyusui. Nama ini diadopsi oleh MAF sebagai program dukungan terhadap tokoh perempuan yang mempertahankan dan memulihkan ruang hidupnya di Indomesia Timur. MAF akan memilih dan mendukung tokoh-tokoh perempuan selama dua musim. Let’s Talk 02. Lulbas Lulbas dalam bahasa Timor berarti pembawa pesan. - [latestblogpost](https://mamaaleta.org/?elementor_library=latestblogpost) - Latest Blog Posts Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus. view all March 12, 2021 The quality of your life is neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum. read More March 12, 2021 The quality of your life is neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum. read More - [Default Kit](https://mamaaleta.org/?elementor_library=default-kit-2) - [Happy Clients](https://mamaaleta.org/?elementor_library=happy-clients-2) - Happy Clients Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.  5/5 Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis. Aada Laine  5/5 Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper - [Default Kit](https://mamaaleta.org/?elementor_library=default-kit) ## Elementor Header & Footer Builder - [Footer Call To Action](https://mamaaleta.org/elementor-hf/footer-call-to-action/) ## Gallery - [Workshop PerEMPUan Nausus](https://mamaaleta.org/gallery/workshop-perempuan-nausus/) - Pada 2-6 Oktober 2024, Mama Aleta Fund menggelar Workshop PerEMPUan Nausus di Pondok Cikedokan, Garut, dengan tema "Mari Kitong Berkumpul, Bacarita dan Bersarang." Pertemuan ini menghadirkan empat perempuan pejuang HAM lingkungan yang disebut sebagai PerEMPUan Nausus: Aleta Baun dari Mollo, Gunarti dari Sukolilo, Jull Takaliuang dari Manado, dan Maria Loretha dari Adonara. Fasilitasi kegiatan dilakukan - [Horizons 2024 Forum Week di New South Wales](https://mamaaleta.org/gallery/horizons-2024-forum-week-di-new-south-wales/) - Pada 22-26 November 2023, Siti Maimunah mewakili MAF diundang oleh Community Foundation Australia (CFA) untuk mengikuti Horizons 2024 Forum Week di New South Wales bersama perwakilan dari beberapa negara, termasuk Nepal, Phillipine, Selandia Baru, Inggris, AS dan lainnya. Ini semacam gathering tahunan dari seratusan lebih Anggota CFA untuk saling berbagi metode kreatif dan update terkini - [Loreta, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/loreta-2025/) - [Loretha, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/loretha-2025/) - [Rifya, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/rifya-2025-2/) - [Rifya, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/rifya-2025/) - [Mardianah Daren, 2026](https://mamaaleta.org/gallery/mardianah-daren-2026/) - [Rifya, 2026](https://mamaaleta.org/gallery/rifya-2026/) - [Sulastri Mahmud, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/sulastri-mahmud-2025/) - [Jull Takaliuang, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang-2025-2/) - [Venezia, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/venezia-2025/) - [Mardianah Daren, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/mardianah-daren-2025-3/) - [Gunarti, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti-2025-2/) - [Mardianah Daren, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/mardianah-daren-2025-2/) - [Mardianah Daren, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/mardianah-daren-2025/) - [Mardianah Daren, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/mardianah-daren-2024/) - [Sita Supomo, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/sita-supomo-2025/) - [Nissa Wargadipura, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/nissa-wargadipura-2025/) - [Aleta Baun, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-2025/) - [Gunarti, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti-2025/) - [Aleta Baun, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-2024-6/) - [Aleta Baun, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-2024-5/) - [Nisa Wargadipura,2025](https://mamaaleta.org/gallery/nisa-wargadipura2025/) - [Jull Takaliuang,2024](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang2024/) - [Kenduri Budaya Pangan Lokal: Suara Perempuan Penjaga Alam](https://mamaaleta.org/gallery/kenduri-budaya-pangan-lokal-suara-perempuan-penjaga-alam/) - Kementerian Kebudayaan menggelar Kenduri Budaya Pangan Lokal Nusantara untuk menyambut Hari Pangan Internasional dan Hari Kebudayaan Nasional. - [Peluncuran Buku Cerita Foto: Ketika Perempuan Bertemu Pulau, Tenun, dan Sorgum](https://mamaaleta.org/gallery/peluncuran-buku-cerita-foto-ketika-perempuan-bertemu-pulau-tenun-dan-sorgum/) - Peluncuran buku cerita foto Ketika Perempuan Bertemu Pulau, Tenun, dan Sorgum kolaborasi Mama Aleta Fund dan Teras Mitra - [Workshop Aruki "Dari Gunung, Kota-Kota, dan Pesisir"](https://mamaaleta.org/gallery/workshop-aruki-dari-gunung-kota-kota-dan-pesisir/) - Pada 27 Agustus 2025, Mama Aleta Fund (MAF) bersama Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) mengorganisir sebuah workshop dengan tema Dari Gunung, Kota-Kota, dan Pesisir: Perempuan Berkoalisi Menghadapi Krisis Iklim. Diskusi mengalir pada bagaimana perempuan di garis depan melawan krisis: menjaga pangan lokal, merawat laut dan tanah, membangun solidaritas lintas wilayah. Kami juga menelaah tantangan besar: - [Maria Loreta, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loreta-2025/) - [Jull Takaliuang, 2025](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang-2025/) - [Mardiana Daren,2025](https://mamaaleta.org/gallery/mardiana-daren2025/) - [Maria Loreta,2024](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loreta2024-2/) - [Gunarti,2024](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti2024/) - [Mardiana Daren,2024](https://mamaaleta.org/gallery/mardiana-daren2024/) - [Maria Loreta,2024](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loreta2024/) - [Gunarti, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti-2024-4/) - [Jull Takaliuang, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang-2024-4/) - [Maria Loreta, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loreta-2024-5/) - [Gunarti, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti-2024-5/) - [Maria Loreta, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loreta-2024-4/) - [Gunarti, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti-2024-2/) - [Jull Takaliuang, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang-2024/) - [Gunarti, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti-2024-3/) - [Aleta Baun,2024](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun2024/) - [Aleta Baun, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-2024-3/) - [Aleta Baun, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-2024-4/) - [Mardiana Darren, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/mardiana-darren-2024-3/) - [Jull Takaliuang, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang-2024-2/) - [Maria Loreta, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loreta-2024-2/) - [Maria Loreta, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loreta-2024-3/) - [Jull Takaliuang, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang-2024-3/) - [Pertemuan GAGGA di Bali](https://mamaaleta.org/gallery/pertemuan-gagga-di-bali/) - Pertemuan GAGGA di Bali, berlangsung sejak 15-20 Juni 2025. Kami bertemu dengan para perempuan hebat dari benta Afrika, Asia, Amerika Latin dan Eropa. Melihat lagi perjalanan satu dekade lalu, saat memulai perjuangan kolektif menyelematkan alam dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Kami mendiskusikan penyusutan ruang demokrasi di berbagai belahan dunia, dan pendanaan iklim yang makin kabur bentuknya, - [Silaturrahmi ke Sedulur Sikep](https://mamaaleta.org/gallery/silaturrahmi-ke-sedulur-sikep/) - Silaturrahmi ke Pati, ke tempat mbak Gunarti, Sedulur Sikep. Melihat padi mulai di panen pada sawah-sawah di sepanjang Sukolilo ke Maitan, perbatasan Pati dengan Kabupaten Blora. Kini banyak petani menggunakan combet, mesin panen yang membuat batang padi yang tersisa tak bisa tumbuh kembali. Biasanya, pada pertumbuhan padi kedua, perempuan yang mengasak (memanen sisa) bulir padi - [Pasar Garasi Maret](https://mamaaleta.org/gallery/pasar-garasi-maret/) - Pasar Garasi kembali hadir sebagai ruang pertemuan antara produsen dan konsumen lokal—bukan sekadar tempat belanja, tapi juga ajang belajar tentang etika tubuh - [Pasar Garasi Mei](https://mamaaleta.org/gallery/pasar-garasi-mei/) - Pasar garasi 17 Mei kali ini berbeda. Selain sedikit lapaknya, tetap ada lapak baru yang memproduksi coklat. Beberapa kawan tidak bisa bergabung karena stok barang belum tersedia. Belum lagi hujan deras sekali. Akhirnya kami melakukan refleksi tentang pasar garasi ke depan. Termasuk menguatkan niat untuk mewujudkan pasar garasi sebagai titik pertemuan antara produsen dan konsumen. - [Perayaan Hari Anti Tambang](https://mamaaleta.org/gallery/perayaan-hari-anti-tambang/) - 29 Mei adalah perayaan hari anti tambang, yang diselenggarakan sejak 2011. MAF menghadiri Perayaan Hari Anti Tambang di Kemah Tabor di Bajawa yang dihadiri oleh warga di garis depan perjuangan menolak panas bumi. MAF mempresentasikan tentang “Tanah, Tubuh dan Perlawanan: Perempuan di Pusaran Ekstraktivisme”. Dalam peringatan Hatam ini peserta pertemuan belajar tentang beragam isu yang - [Seminar Transisi Energi di Ruteng](https://mamaaleta.org/gallery/seminar-transisi-energi-di-ruteng/) - JPIC SVD mengundang MAF untuk menjadi narasumber dalam seminar “Transisi Energi dan Keadilan Bagi Masyarakat Flores”. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan gereja, mahasiswa, tokoh adat dan masyarakat yang merasakan bahaya proyek panas bumi di Flores. Para pertemuan ini MAF menyampaikan tentang pandangan kritis melihat transisi energi sebagai ekstraktivisme karena rakus lahan, air dan energi. Selain - [Bertemu Poco leok](https://mamaaleta.org/gallery/bertemu-poco-leok/) - Poco Leok adalah lokasi perluasan proyek panas bumi Ulumbu di Kabupaten Manggarai. Meskipun belum ada pengeboran di Poco Leok, tapi panas bumi di Ulumbu dampaknya sudah sampai ke sana. Tak hanya dampak sosial yang menyebabkan warga dipecah belah yang pro dan kontra, tetapi juga kekerasan dan pelecehan seksual. Pada pertemuan di Pocoleok, 24 Mei 2025, - [Workshop photostory di Mollo, NTT](https://mamaaleta.org/gallery/workshop-photostory-di-mollo-ntt/) - Akhir bulan April 2025, MAF mengadakan workshop photostory narasi cerita perjuangan Nausus, dan penyusunan kurikulum sekolah tenun bekerjasama dengan OAT. Kami bertemu dengan Lina, Bulak, Yanti dan kawan-kawannya juga para guru tenun. Mereka sudah punya kelas, meskipun sederhana. Delapan murid sekolah tenun yang belajar sejak Januari 2025 baru menyelesaikan kelas tenun dasarnya akhir April. Semuanya - [Diskusi Buku Trilogi Kartini](https://mamaaleta.org/gallery/diskusi-buku-trilogi-kartini/) - MAF hadir dalam diskusi buku Trilogi Kartini di Cemara 6 Galeri – Toeti Heraty Museum, Jakarta, untuk menelusuri kembali jejak pemikiran Raden Ajeng Kartini. - [Press Briefing dan Diskusi Hasil Kajian "Mati Sunyi Satu Dekade"](https://mamaaleta.org/gallery/press-briefing-dan-diskusi-hasil-kajian-mati-sunyi-satu-dekade/) - Selama satu dekade terakhir, pelanggaran hak ekonomi, sosial, dan budaya telah menyebabkan kematian massal yang luput dari sorotan. - [Sekolah Tenun](https://mamaaleta.org/gallery/sekolah-tenun/) - Sekolah Tenun Nausus menjadi ruang regenerasi perempuan Mollo, menghidupkan tradisi tenun yang tergerus zaman. Di sini, perempuan muda belajar menenun sambil memahami filosofi budaya leluhur, membangun rasa percaya diri, mencintai identitas adat, dan menyadari pentingnya menjaga alam. Dengan pendekatan holistik, sekolah ini melahirkan pemimpin yang menjaga nilai lokal di tengah perubahan.. - [Cerita Nausus](https://mamaaleta.org/gallery/cerita-nausus/) - Maria Sanam dan Mery Liem terlibat dalam proses belajar lintas wilayah yang difasilitasi oleh Mama Aleta Fund, mempertemukan pengalaman pejuang perempuan dari pegunungan dan pesisir. Maria, perempuan muda dari pegunungan Mutis, menelusuri jejak perjuangan Perempuan Kendeng Lestari di Rembang, sementara Mery Liem merumuskan peta harapan melalui proses visioning untuk diri, keluarga, komunitas, dan alam. Pertemuan - [Workshop Panen Pengetahuan Perempuan Nausus](https://mamaaleta.org/gallery/workshop-panen-pengetahuan-perempuan-nausus/) - Pada 8-13 Desember 2024, Workshop Panen Pengetahuan Perempuan Nausus digelar di Don Biyu Tamblingan, Kabupaten Buleleng, Bali, setelah pertemuan pertama di Cikedokan pada Oktober 2024. Wilayah ini dipilih karena Danau Tamblingan, yang dianggap suci oleh penganut agama Tirta, memiliki kesamaan makna spiritual dengan Nausus di Mollo sebagai pusat pertemuan adat. Workshop ini menghadirkan lima Nausus - [Seminar tentang Laudato Si di Universitas Atmajaya Yogyakarta](https://mamaaleta.org/gallery/seminar-tentang-laudato-si-di-universitas-atmajaya-yogyakarta/) - Saat menjadi narasumber seminar di Ultah Universitas Atmajaya Yogjakarta ke 58 pada 19 September 2023, MAF menyampaikan pentingnya melihat hubungan tubuh kita dengan wilayah-wilayah di Tanah air yang mengalami perusakan oleh proyek-proyek pembangunan yang memiskinkan perempuan dan rakyat. Seminar bertajuk “Litarasi Ilmiah untuk ekologi intergral berkelanjutan” ini sejalan dengan rencana UAJY menjadi Universitas pengusung ajaran - [Observasi untuk Cita-cita Museum Nausus](https://mamaaleta.org/gallery/observasi-untuk-cita-cita-museum-nausus/) - OAT dan MAF bercita-cita membuat rumah belajar dan museum perjuangan di Nausus. Saat ini, MAF melakukan literatur review, wawancara dan kunjungan observasi untuk mengeksplorasi gagasan bagaimana rumah belajar dan museum yang mampu menjadi laboratorium lapangan untuk studi studi yang berkaitan dengan gerakan sosial, masyarakat adat, perempuan dan perubahan iklim, dan topik topik kawasan Timur Indonesia. - [Diskusi Dekolonisasi Pendanaan](https://mamaaleta.org/gallery/diskusi-dekolonisasi-pendanaan/) - MAF menghadiri diskusi Forum Belajar Sumber Daya Baru (FAJAR) yang diselenggarakan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKA) pada 20-21 Sept. 2023. Forum diskusi ini merefleksi pentingnya melihat dukungan dukungan bagi organisasi masyarakat sipil tak hanya sebatas pendanaan tetapi juga pengetahuan, jejaring dan kerelawanan. Diskusi juga mengeksplorasi inisiatif global dalam mendorong "shifting the power" dan kemungkinan-kemungkinan untuk melakukan - [Pemetaan Tubuh, Menolak Geothermal](https://mamaaleta.org/gallery/pemetaan-tubuh-menolak-geothermal/) - Pada 7 Juli 2023, JPIC SVD Ruteng Flores, NTT, meminta MAF berbagi pengalaman dengan perempuan-perempuan dalam forum Belajar Bersama Kaum Perempuan Di tengah konflik Sumber Daya Alamat. Dalam pertemuan ini MAF mengenalkan metode pemetaan tubuh untuk memahami dampak proyek-proyek pembangunan yang merusak terhadap tubuh, pikiran dan emosi perempuan. Acara ditutup dengan menari bersama. - [Aleta Baun di Anugerah Saparinah Sadli](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-di-anugerah-saparinah-sadli/) - Pada 24 Agustus 2023. MAF menghadiri 21 tahun Anugrah Saparinah Sadli. Pendiri MAF, Ibu Aleta Baun sebagai salah satu penerima anugrah Saparinah Sadli menyampaikan pidato politik dan menyerukan pentingnya pendanaan bagi perempuan dalam isu sumber daya alam dan respon terhadap dampak perubahan iklim. - [Workshop bersama Anak-anak Muda Pulau Sangihe, ganti capital Sacramentum](https://mamaaleta.org/gallery/workshop-bersama-anak-anak-muda-pulau-sangihe-ganti-capital-sacramentum/) - TKPT dan MAF memfasilitasi Workshop bagi anak-anak muda Pulau Sangihe di Sulawesi Utara pada 12-15 Septenmber 2023 untuk penyelamatan pulau Sangihe sebagai sacramentum Allah atau perwujudan kehadiran Tuhan pencipta Alam. Sekitar 30an anak-anak muda dikenalkan dengan metode pemetaan tubuh untuk mengenalkan hubungan produksi dan konsums untuk memahami hubungani manusia dengan perperusakan alam. - [Launching Buku dan Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia!](https://mamaaleta.org/gallery/launching-buku-dan-seminar-kekerasan-terhadap-perempuan-dalam-perspektif-hak-asasi-manusia-2/) - MAF menjadi salah satu narasumber dalam acara Launching Buku dan Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia di Universitas Mulawarman. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. Dengan menggabungkan pengetahuan akademis dan pengalaman praktis, acara ini diharapkan dapat memicu perubahan positif yang mendukung kesejahteraan dan keamanan - [Launching Buku dan Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia!](https://mamaaleta.org/gallery/launching-buku-dan-seminar-kekerasan-terhadap-perempuan-dalam-perspektif-hak-asasi-manusia/) - MAF menjadi salah satu narasumber dalam acara Launching Buku dan Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia di Universitas Mulawarman. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. Dengan menggabungkan pengetahuan akademis dan pengalaman praktis, acara ini diharapkan dapat memicu perubahan positif yang mendukung kesejahteraan dan keamanan - [Diskusi publik "Perempuan Pembela HAM: Meneguhkan Solidaritas dan Gerakan Perempuan di ASEAN"](https://mamaaleta.org/gallery/diskusi-publik-perempuan-pembela-ham-meneguhkan-solidaritas-dan-gerakan-perempuan-di-asean/) - Perempuan Pembela HAM di ASEAN menghadapi tantangan besar, termasuk kekerasan berbasis gender dan kriminalisasi. MAF turut berkontribusi dalam memperkuat solidaritas lintas negara untuk melindungi hak-hak mereka.Dalam acara ini MAF hadir dan berperan aktif dalam memperjuangkan perlindungan bagi aktivis perempuan di tingkat regional. Acara ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta secara luring dan bold. - [Diskusi Buku Trilogi Kartini karya Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro](https://mamaaleta.org/gallery/diskusi-buku-trilogi-kartini-karya-prof-dr-ing-wardiman-djojonegoro/) - Pada 30 Januari 2025, di Cemara 6 Galeri – Toeti Heraty Museum, orang-orang berkumpul untuk menyelami pemikiran Kartini lebih dalam melalui buku Trilogi Kartini karya Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro. Di antara mereka, Siti Maimunah, Ph.D, Direktur Mama Aleta Fund, turut hadir, membawa refleksi tentang bagaimana perjuangan Kartini tetap relevan dalam gerakan perempuan hari ini. Diskusi - [Pasar Garasi Pemulihan](https://mamaaleta.org/gallery/pasar-garasi-pemulihan/) - Mama Aleta Fund (MAF) berkolaborasi dengan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dan Studio Tabeta dalam penyelenggaraan Pasar Garasi Pemulihan, sebuah inisiatif yang menghubungkan komunitas terdampak ekstraktivisme dengan konsumen perkotaan. Pasar ini menjadi ruang solidaritas dan pertukaran pengetahuan, di mana produk-produk lokal seperti makanan, kerajinan tangan, serta hasil pertanian organik dipasarkan langsung oleh komunitas yang berjuang memulihkan - [Webinar Nasional: Memperingati Kampanye 16HAKTP: Perampasan Ruang Hidup dan Rasa Aman Perempuan Akibat Pertambangan](https://mamaaleta.org/gallery/webinar-nasional-memperingati-kampanye-16haktp-perampasan-ruang-hidup-dan-rasa-aman-perempuan-akibat-pertambangan/) - Dalam rangka memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP), MAF berkontribusi dalam Webinar Nasional bertajuk "Perampasan Ruang Hidup dan Rasa Aman Perempuan Akibat Pertambangan" . Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat isu dampak negatif industri pertambangan terhadap kehidupan dan keamanan perempuan di Indonesia. Webinar ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis lingkungan, - [Mama Aleta Baun Penerima Local Humanitarian Actor Award 2024](https://mamaaleta.org/gallery/mama-aleta-baun-penerima-local-humanitarian-actor-award-2024/) - Mama Aleta Baun , pendiri Mama Aleta Fund (MAF) , telah dianugerahi Local Humanitarian Actor Award 2024 atas dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan pelestarian lingkungan di Nusa Tenggara Timur. Penghargaan ini mengakui komitmen Mama Aleta dalam melindungi tanah leluhur dari ancaman eksploitasi dan kerusakan lingkungan. Melalui MAF, ia terus memberdayakan komunitas lokal, khususnya - [Mardiana Darren, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/mardiana-darren-2024-2/) - [Gunarti, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/gunarti-2024/) - [Jull Takaliuang](https://mamaaleta.org/gallery/jull-takaliuang/) - [Aleta Baun, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-2024-2/) - [Maria Loretha, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/maria-loretha-2024/) - [Bulak memegang benang pertama yang ia tenun...](https://mamaaleta.org/gallery/bulak-memegang-benang-pertama-yang-ia-tenun/) - Bulak memegang benang pertama yang ia tenun. Sarung ibunya membalut tubuhnya, menjadi pengingat bahwa tradisi ini harus diteruskan. - [Di masa lalu, benang dipintal sambil bertukar cerita.](https://mamaaleta.org/gallery/di-masa-lalu-benang-dipintal-sambil-bertukar-cerita/) - Di masa lalu, benang dipintal sambil bertukar cerita. Kini, ruang-ruang itu menyusut, tersisih oleh sekolah formal dan layar ponsel. - [Dulu, setiap perempuan Mollo menenun. Kini...](https://mamaaleta.org/gallery/dulu-setiap-perempuan-mollo-menenun-kini/) - Dulu, setiap perempuan Mollo menenun. Kini, keterampilan ini semakin langka, tergeser oleh sekolah, pekerjaan, dan pakaian pabrikan - [Seperti tanah dan air, tenun adalah milik bersama](https://mamaaleta.org/gallery/seperti-tanah-dan-air-tenun-adalah-milik-bersama/) - Seperti tanah dan air, tenun adalah milik bersama. Setiap helai benang menghubungkan mereka kembali pada leluhur dan alam. - [Tenun bukan hanya tentang kain, tetapi juga keberanian untuk menjaga tanah air](https://mamaaleta.org/gallery/tenun-bukan-hanya-tentang-kain-tetapi-juga-keberanian-untuk-menjaga-tanah-air/) - Tenun bukan hanya tentang kain, tetapi juga keberanian untuk menjaga tanah air. - [Benang terus bergerak, seperti aliran waktu](https://mamaaleta.org/gallery/benang-terus-bergerak-seperti-aliran-waktu/) - Benang terus bergerak, seperti aliran waktu yang membawa tradisi ini dari generasi ke generasi. - [Setiap anak memilih warna mereka sendiri, motif mereka sendiri](https://mamaaleta.org/gallery/setiap-anak-memilih-warna-mereka-sendiri-motif-mereka-sendiri/) - Setiap anak memilih warna mereka sendiri, motif mereka sendiri. Ini bukan sekadar kain—ini adalah cara mereka menenun kembali jati diri sebagai perempuan Mollo. - [Menenun mengajarkan mereka tentang ketekunan, tentang menghargai proses](https://mamaaleta.org/gallery/menenun-mengajarkan-mereka-tentang-ketekunan-tentang-menghargai-proses/) - Tidak mudah, tapi tidak boleh menyerah. Menenun mengajarkan mereka tentang ketekunan, tentang menghargai proses, dan tentang sabar menanti hasil yang indah. - [Mereka belajar bahwa setiap warna berasal dari tumbuhan](https://mamaaleta.org/gallery/mereka-belajar-bahwa-setiap-warna-berasal-dari-tumbuhan/) - Mereka belajar bahwa setiap warna berasal dari tumbuhan, setiap motif punya makna, dan setiap kain menyimpan doa. - [Duduk melingkar, berbagi cerita, berbagi tawa](https://mamaaleta.org/gallery/duduk-melingkar-berbagi-cerita-berbagi-tawa/) - Duduk melingkar, berbagi cerita, berbagi tawa. Ruang ini menghidupkan kembali apa yang perlahan menghilang—kehangatan dan kebersamaan dalam setiap helai kain yang ditenun. - [Tangan-tangan kecil mulai terbiasa. Setiap tarikan, setiap putaran benang](https://mamaaleta.org/gallery/tangan-tangan-kecil-mulai-terbiasa-setiap-tarikan-setiap-putaran-benang/) - Tangan-tangan kecil mulai terbiasa. Setiap tarikan, setiap putaran benang, membawa mereka lebih dekat pada kisah yang pernah diceritakan oleh nenek dan ibu mereka. - [Sekolah ini adalah harapan agar tangan-tangan muda tetap menenun benang](https://mamaaleta.org/gallery/sekolah-ini-adalah-harapan-agar-tangan-tangan-muda-tetap-menenun-benang/) - Sekolah ini adalah harapan agar tangan-tangan muda tetap menenun benang, agar tenun tidak hilang dari kehidupan perempuan Mollo. - [Setiap helai benang adalah ketahanan. Dengan kain yang mereka buat](https://mamaaleta.org/gallery/setiap-helai-benang-adalah-ketahanan-dengan-kain-yang-mereka-buat/) - Setiap helai benang adalah ketahanan. Dengan kain yang mereka buat, mereka membangun kemandirian dan menolak ketergantungan. - [Menenun membantu Sarni Taeko memahami motif baru.](https://mamaaleta.org/gallery/menenun-membantu-sarni-taeko-memahami-motif-baru/) - Menenun membantu Sarni Taeko memahami motif baru meski harus berbagi waktu dengan pekerjaan rumah dan menjaga adik - [Dulu hanya bisa membuat ikat pinggang, kini Bulak mencoba motif baru.](https://mamaaleta.org/gallery/dulu-hanya-bisa-membuat-ikat-pinggang-kini-bulak-mencoba-motif-baru/) - Dulu hanya bisa membuat ikat pinggang, kini Bulak mencoba motif baru. Setiap pola adalah jejak keberanian yang bertambah. - [Di sekolah ini, mereka belajar menegakkan punggung](https://mamaaleta.org/gallery/di-sekolah-ini-mereka-belajar-menegakkan-punggung/) - Di sekolah ini, mereka belajar menegakkan punggung, menyuarakan pikirannya, dan menatap lawan bicara. - [Di sini, mereka belajar lebih dari menenun. Menanam, memasak](https://mamaaleta.org/gallery/di-sini-mereka-belajar-lebih-dari-menenun-menanam-memasak/) - Di sini, mereka belajar lebih dari menenun. Menanam, memasak, dan merawat tanah adalah bagian dari warisan yang harus dijaga. - [Mardiana Darren, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/mardiana-darren-2024/) - [Aleta Baun, 2024](https://mamaaleta.org/gallery/aleta-baun-2024/) - [Para mama mengajarkan lebih dari teknik menenun.](https://mamaaleta.org/gallery/para-mama-mengajarkan-lebih-dari-teknik-menenun/) - Para mama mengajarkan lebih dari teknik menenun. Mereka menanamkan nilai ketekunan, kesabaran, dan kecintaan pada warisan leluhur. - [Dari ragu-ragu menjadi berani, dari diam menjadi bercerita](https://mamaaleta.org/gallery/dari-ragu-ragu-menjadi-berani-dari-diam-menjadi-bercerita/) - Dari ragu-ragu menjadi berani, dari diam menjadi bercerita. Menenun bukan hanya soal kain, tapi juga membangun keyakinan dalam diri. - [Setiap murid menulis jurnal. Tentang benang pertama](https://mamaaleta.org/gallery/setiap-murid-menulis-jurnal-tentang-benang-pertama/) - Setiap murid menulis jurnal. Tentang benang pertama, tentang kebun yang mereka rawat, tentang identitas yang mereka temukan kembali. - [Mempelajari tenun mendekatkan anak muda dengan alam](https://mamaaleta.org/gallery/mempelajari-tenun-mendekatkan-anak-muda-dengan-alam/) - Mempelajari tenun mendekatkan anak muda dengan alam, karena seluruh elemennya berasal dari alam. Alat tenun seperti nekan, lolo, dan none terbuat dari bahan alami. Benang dulunya dipintal dari kapas, sementara pewarna diperoleh dari tumbuhan, seperti akar dan buh mengkudu (merah), daun tarum (hitam), serta kunyit (kuning). - [Kamu yang baru belajar, akan menenun ikat pinggang polos](https://mamaaleta.org/gallery/kamu-yang-baru-belajar-akan-menenun-ikat-pinggang-polos/) - Kamu yang baru belajar, akan menenun ikat pinggang polos, nanti kalo sudah jago, baru pakai motif”, ujar Ibu Aleta Baun pendiri Sekolah Tenun Nausus ## Categories - [Uncategorized](https://mamaaleta.org/category/uncategorized/) - [Terkini](https://mamaaleta.org/category/blog-terkini/) - [Pustaka](https://mamaaleta.org/category/pustaka/) - [Podcast](https://mamaaleta.org/category/podcast/) - [Publikasi](https://mamaaleta.org/category/publikasi/) - [Lulbas](https://mamaaleta.org/category/lulbas/) - [Pembela HAM-Lingkungan](https://mamaaleta.org/category/pembela-ham-lingkungan/) - [Wacana](https://mamaaleta.org/category/pustaka/wacana/) - [Pedoman](https://mamaaleta.org/category/pustaka/pedoman/) - [Pengalaman-pengalaman Perempuan](https://mamaaleta.org/category/pustaka/pengalaman-pengalaman-perempuan/) - [Produk-produk kebijakan](https://mamaaleta.org/category/pustaka/produk-produk-kebijakan/) - [Para Nausus](https://mamaaleta.org/category/para-nausus/) - [Taen Hine](https://mamaaleta.org/category/taen-hine/) - [Surat Dari Nausus](https://mamaaleta.org/category/surat-dari-nausus/) - [Photo Story](https://mamaaleta.org/category/photo-story/) - [Beasiswa Lulbas](https://mamaaleta.org/category/lulbas/beasiswa-lulbas/) - [Literasi Lulbas 2025](https://mamaaleta.org/category/lulbas/literasi-lulbas-2025/) - [Politik Sakbendino](https://mamaaleta.org/category/politik-sakbendino/) - [Naskah](https://mamaaleta.org/category/pustaka/naskah/) - [Naskah Aleta Baun](https://mamaaleta.org/category/pustaka/naskah/naskah-aleta-baun/) - [Naskah Gunarti](https://mamaaleta.org/category/pustaka/naskah/naskah-gunarti/) - [Naskah Nissa Wargadipura](https://mamaaleta.org/category/pustaka/naskah/naskah-nissa-wargadipura/) - [Senjata Kami adalah Upacara Adat](https://mamaaleta.org/category/senjata-kami-adalah-upacara-adat/) - [Sekolah Politik Ekologi Ekofeminis](https://mamaaleta.org/category/lulbas/sekolah-politik-ekologi-ekofeminis/) - [Kepingan Cerita](https://mamaaleta.org/category/lulbas/kepingan-cerita/) ## Tags - [NTT Indonesia](https://mamaaleta.org/tag/ntt-indonesia/) - [ntt](https://mamaaleta.org/tag/ntt/) - [tenun](https://mamaaleta.org/tag/tenun/) - [timor](https://mamaaleta.org/tag/timor/) ## Gallery Categories - [Sekolah Tenun](https://mamaaleta.org/gallery-category/sekolah-tenun/) - [Mutiara Hikmat](https://mamaaleta.org/gallery-category/mutiara-hikmat/) - [Agenda MAF 2024](https://mamaaleta.org/gallery-category/agenda-maf-2024/) - [Agenda MAF 2023](https://mamaaleta.org/gallery-category/agenda-maf-2023/) - [Agenda MAF 2025](https://mamaaleta.org/gallery-category/agenda-maf-2025/)