web analytics
Home » Blog
Birunya Tarum, Hijau Buminya Perempuan dan Kearifan Lokal dalam Pewarnaan Alami

Birunya Tarum, Hijau Buminya: Perempuan dan Kearifan Lokal dalam Pewarnaan Alami

Tanaman Tarum, yang secara ilmiah dikenal sebagai Indigofera tinctoria, memiliki sejarah panjang sebagai sumber pewarna alami berwarna biru yang memikat. Di balik pesonanya, Tarum menyimpan potensi luar biasa dalam mendukung kelestarian lingkungan, sebuah isu yang semakin mengemuka, terutama dari perspektif perempuan yang sering berperan sentral sebagai penjaga keseimbangan ekosistem, baik di ranah domestik maupun komunitas. […]

Birunya Tarum, Hijau Buminya: Perempuan dan Kearifan Lokal dalam Pewarnaan Alami Read More »

Sinau Jurnalistik Memupuk Keberanian Anak Muda Merawat Sengunglung

Sinau Jurnalistik: Memupuk Keberanian Anak Muda Merawat Sengunglung

Zine Merawat Sengunglung Menjaga Trenggalek karya Alvina Nur Asmy menyoroti mengenai upaya perlawanan terhadap rencana masuknya tambang emas di wilayah Gunung Sengunglung, Trenggalek. Kehadiran konsensi tambang emas ini mengancam sumber-sumber penghidupan warga, terutama air karena Sengunglung adalah gunung yang menyimpan cadangan air yang digunakan oleh warga di setidaknya dua kecamatan. Vina dan rekan-rekannya percaya, suara

Sinau Jurnalistik: Memupuk Keberanian Anak Muda Merawat Sengunglung Read More »

Beyond Protection, toward Respect: Struggle for Environmental Justice in the Kendeng Mountains

Eksklusi Tubuh Perempuan Tani Terkait Kegiatan Ekstraktif Di Desa Darmasari

DOI :Penulis : Siti Amalia ArrayyanTahun : 2020URL : Eksklusi Tubuh Perempuan Tani Terkait Kegiatan Ekstraktif Di Desa DarmasariAnnotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania Skripsi ini menganalisis proses kerja kuasa eksklusi yang memengaruhi kehidupan sosial-ekologis perempuan tani di Desa Darmasari pasca hadirnya industri semen PT Cemindo Gemilang. Menggunakan pendekatan kualitatif

Eksklusi Tubuh Perempuan Tani Terkait Kegiatan Ekstraktif Di Desa Darmasari Read More »

Dari Tetes Air Tumbuh Peradapan

Dari Tetes Air, Tumbuh Peradaban

Dari Tetes Air, Tumbuh Peradaban adalah zine yang ditulis oleh Siti Rina Susanti Lulbas dari Ponorogo tentang perjalanan menemukan kembali makna air sebagai sumber kehidupan, ingatan, dan peradaban. Melalui zine ini, Rina menelusuri mata air di Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Ponorogo, dan mendengarkan cerita-cerita yang tumbuh di sekitarnya—tentang alam, tentang perempuan, dan tentang masyarakat yang

Dari Tetes Air, Tumbuh Peradaban Read More »

Sela Belajar Menenun dari Lolo Hingga Pewarna Alami

Sela Belajar Menenun dari Lolo Hingga Pewarna Alami

Dalam video ini, Adik Sela— salah satu penenun muda  Sekolah Kepemimpinan Tenun Berkelanjutan di Mollo  menceritakan proses pengadaan-menggulung dan menyiapkan benang pada alat tenun (Monaf, Senu, Puat). Dia juga menjelaskan proses pembuatan pewarna alami dari tumbuhan yang tersedia di kampung, salah satunya “buah Kaktus” sebagai sumber pewarna merah muda pada benang mereka. Sela tinggal di

Sela Belajar Menenun dari Lolo Hingga Pewarna Alami Read More »

Perempuan Halmahera yang Menolak Lupa Nyanyian Leluhur

Perempuan Halmahera yang Menolak Lupa Nyanyian Leluhur

Zine yang disusun oleh Hartati Balastaeng bersama komunitas Jujaruh ini berisi 21 kumpulan puisi yang menggambarkan  tentang  Mama Biang, perempuan yang terpilih yang menghidupkan rahasia alam. Ia memegang pengetahuan atas tanah, Kesehatan Rahim dan tubuh  lewat “rorano” atau tanaman obat yang tumbuh di tanah adat. Seperti kesaksian kunyit atas tubuh perempuan, menguatkan rahim setelah melahirkan. 

Perempuan Halmahera yang Menolak Lupa Nyanyian Leluhur Read More »

Scroll to Top