Zine yang disusun oleh Hartati Balastaeng bersama komunitas Jujaruh ini berisi 21 kumpulan puisi yang menggambarkan tentang Mama Biang, perempuan yang terpilih yang menghidupkan rahasia alam. Ia memegang pengetahuan atas tanah, Kesehatan Rahim dan tubuh lewat “rorano” atau tanaman obat yang tumbuh di tanah adat. Seperti kesaksian kunyit atas tubuh perempuan,
menguatkan rahim setelah melahirkan.
Ia memberi tenaga,
menyapu lelah dari darah yang hilang,
membantu perempuan kembali tegak
di hari-hari pertama
Kunyit menjadi saksi,
bahwa perempuan tak pernah sendiri,
selama alam masih menumbuhkan penjaga rahim dari tanah.
(Kunyit: Cahaya Rahim dari Tanah)
Tapi, sejak pulau Halmahera berubah tambang nikel, tubuh anak-anak dan perempuan yang paling banyak menanggung beban. Mereka menderita karena pencemaran air, tanah dan udara yang sampai kepada tubuh. Di Puskesmas Lelilef di Weda Tengah sepanjang 2020-2023 tercatat penderita ISPA naik dari 434 kasus menjadi 10.579 kasus pada 2023, meningkat 24 kali lipat. Sedangkan di desa tetangganya, Sagea, data Puskesmas Sagea menunjukkan pada 2019 penderita ISPA 282 kasus Empat tahun kemudian (2023) naik jadi 1.051 kasus.
Ini membuat perempuan menjadi terasing di kampung halamannya.
Di tepi hutan yang tercabik,
ia berdiri perempuan biang,
penjaga rahim bumi,
tangan yang dahulu menanam padi,
meramu akar,
menyulam daun jadi obat.
Kini, dentum mesin menggantikan nyanyian,
asap pabrik menutup matahari,
dan suaranya teredam oleh logam yang rakus.
Ia, perempuan yang pernah menjadi terang kampung,
kini asing di tanahnya sendiri
(Mama Biang yang terasing)
Tapi tubuh perempuan bukan tubuh yang pasif. Tubuhnya dibentuk lapis demi lapis pengetahuan dan pengalaman bersama kampung, alam, leluhur dan hubungan dengan pencipta. Dia menolak leluhur dilenyapkan.
Ia berdiri di hadapan pagar besi,
tak gentar meski tubuhnya kecil.
Baginya, tanah bukan angka,
bukan kompensasi yang basi.
Ia menolak jadi asing di tanah yang ia rawat.
Ia menolak lupa pada nyanyian leluhur.
(Perempuan yang Menolak Asing)
Penulis: Siti Maimunah



