web analytics
Home » Blog » Gerakan Petani Kendeng dalam Mempertahankan Kedaulatan Pangannya

Gerakan Petani Kendeng dalam Mempertahankan Kedaulatan Pangannya

DOI : https://doi.org/10.53866/jimi.v1i3.16
Penulis : Enkin Asrawijaya
Tahun : 2021
URL : https://journal.das-institute.com/index.php/citizen-journal/article/view/16
Annotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania

Naskah ini membahas latar belakang munculnya gerakan petani Kendeng melawan kapitalisme dalam hal ini pembangunan PT Semen Indonesia, untuk mempertahankan kedaulatan atas pangan para petani Kendeng. Selain itu juga membahas bagaimana dinamika gerakan mereka, usaha-usaha perjuangan yang dilakukan bersama, situasi politik negara yang berdampak pada gerakan, juga membahas bagaimana kekuatan internal gerakan petani kendeng yang yang solid, serta membahas peran Gunarti dalam gerakan tersebut untuk meluaskan jejaring hingga ke tingkat internasional.

Naskah ini menggunakan metode penelitian yang mengangkat paradigma postmodernisme dengan teori social movement. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan cara etnografi, berusaha membaur dengan cara ikut serta dalam berbagai kesempatan tolak pabrik semen. Penulis menekankan dinamika politik Indonesia dan system kolonialisme dan kapitalisme membuat adanya kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat dan membuat kehidupan petani memburuk.

Naskah ini menjelaskan petani di pegunungan Kendeng adalah petani tradisional yang sangat tergantung pada sumber daya alamnya. Mereka hidup dengan mengandalkan kekayaan alam Kendeng sebagai kekuatan ekonomi lokal. Akibat terancamnya  sumber-sumber kehidupan petani membuat hadirnya Gerakan perlawanan petani Kendeng yang melawan pabrik semen, dan hal tidak lepas dari peran aktor yang berasal dari komunitas adat Samin yang membawa ide perlawanan. Adapun jaringan masyarakat peduli pegunungan Kendeng (JMPPK) merupakan organisasi gerakan yang mampu membangun perlawanan dari gerakan akar rumput hingga menjadi gerakan yang berskala nasional. Kedaulatan pangan menjadi salah satu reporter gerakan agar petani Kendang mendapatkan aksesnya secara utuh untuk memanfaatkan alam Kendeng dengan kearifan lokalnya agar pegunungan Kendeng tetap lestari dan terjaga dari kerusakan.

Naskah ini ditulis oleh Enkin Asrawijaya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas pancasakti Tegal. Naskah ini dipublikasikan pada tahun 2021 pada Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Penulis dalam melakukan penelitian melakukan pembauran pada gerakan petani kendeng seperti ikut serta dalam berbagai upaya tolak pabrik semen, sehingga dapat memungkinkan penulis menghasilkan naskah yang detail dapat menjelaskan bagaimana situasi dinamika gerakan dan kekuatan gerakan petani kendeng. 

Kontribusi utama naskah ini adalah memperdalam analisis pembaca mengenai latar belakang gerakan perlawanan petani di Indonesia, khususnya petani kendeng dalam memperjuangkan kedaulatan pangannya, dengan mengantarkan situasi ketidakadilan yang dialami petani di berbagai Negara lalu menjelaskan sejarah dinamika politik Negara dan global serta menjelaskan sejarah perlawanan petani Indonesia khususnya petani Kendeng sejak era kolonialisme dan imperialisme pada abad ke-18 hingga era reformasi yang merupakan pengaruh sistem ekonomi kapitalisme. Naskah ini mendorong pembaca mempertanyakan bagaimana masa depan kedaulatan pangan nasional di Indonesia di antara sistem kapitalisme yang terus merenggut tanah petani. Kekuatan tulisan ini adalah keberpihakan penulis pada petani khususnya petani Kendeng, yang menjadi suatu cara mendukung perjuangan gerakan petani yang terus termarginalkan, termiskankan akibat system kapitalisme. Secara keseluruhan, naskah ini bSermanfaat dalam studi gerakan keadilan ekologi dan keadilan ekonomi rakyat.

Scroll to Top