Pengetahuan tidak selalu lahir dari ruang kelas. Ia sering tumbuh dari tanah yang diolah, dari hutan yang dijaga, dari dapur tempat pangan local dimasak, dan dari tangan-tangan perempuan yang menenun cerita kehidupan.
Di banyak komunitas adat, pengetahuan hidup dalam praktik sehari-hari—dalam cara orang menanam, memasak, merawat ternak, mengenali tanaman obat, atau menenun kain yang menyimpan makna tentang hubungan manusia dengan alam. Pengetahuan ini diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita, pengalaman, dan kebersamaan dalam kehidupan komunitas.
Podcast Mama Aleta Fund 2025 hadir sebagai ruang untuk merawat dan menyebarkan pengetahuan tersebut. Melalui percakapan, pembacaan surat, dan kisah-kisah dari komunitas, kita diajak mendengar suara perempuan dan masyarakat adat yang selama ini menjaga kehidupan, meski sering berada di pinggir narasi besar pembangunan. Tahun ini ada tiga tema utama yang menggambarkan berbagai bentuk pengetahuan dan pengalaman komunitas.
Serial Nina Si Kepo menghadirkan perjalanan seorang anak muda Mollo yang penuh rasa ingin tahu. Melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana namun penting, Nina berbincang dengan tetua adat, perempuan komunitas, dan tokoh local untuk menggali cerita tentang tanaman obat, pangan lokal, sejarah tempat, hingga perubahan yang terjadi di wilayah adat.
Serial Sekolah Tenun Nausus memperlihatkan proses belajar perempuan muda Mollo dalam merawat tradisi menenun. Melalui cerita para murid sekolah tenun, kita melihat bagaimana tenun tidak hanya menjadi keterampilan membuat kain, tetapi juga jalan untuk menjaga identitas budaya, merawat hubungan dengan alam, dan meneruskan pengetahuan leluhur.
Sementara itu, Serial Surat dari Nausus menghadirkan pembacaan surat-surat reflektif dari para perempuan pembela tanah dan lingkungan. Surat-surat ini berisi pemikiran, pengalaman, dan refleksi tentang perjuangan perempuan, pendidikan, keluarga, hingga cara memaknai kembali sejarah dan kehidupan.
Melalui tiga serial ini, Podcast Mama Aleta Fund mengajak kita mendengarkan, belajar, dan memahami kembali hubungan manusia dengan tanah, budaya, dan kehidupan bersama.
– Mama Aleta Fund



