Rupanya Tenun Bisa Marah: Dari Lereng Mollo ke Hulu Musi
Aku tak tahu persis kapan kain tenun pertama kali disampirkan ke tubuhku. Mungkin saat sunatan saudara jauh, mungkin saat foto keluarga di studio. Tapi yang jelas aku tahu betul rasa gerahnya. Panas, berat, dan agak gatal. Tapi katanya itu harga dari sebuah warisan. “Ini songket,” kata emakku. “Lambang kehormatan.” Aku percaya. Sampai aku melihat dan […]
Rupanya Tenun Bisa Marah: Dari Lereng Mollo ke Hulu Musi Read More »






