web analytics
Home » Blog » Dakwah dalam Pendekatan Konsep Ekologi
Surat Nausus: Hari Anak dan Pemaknaan Baru Pelabelan Perempuan Sumur, Dapur, Kasur.

Dakwah dalam Pendekatan Konsep Ekologi

DOI : 10.15575/tabligh.v6i1.2154
Penulis : Vina Fitriani, Mukhlis Aliyudin
Tahun : 2021
URL : https://www.researchgate.net/publication/351309839_Dakwah_dalam_Pendekatan_Konsep_Ekologi
Annotator : Grace Oni Oet Neolaka, Juliyanti Umabaihi, Uswatun Hasanah

Artikel ini menganalisis latar belakang gerakan ekologi di pesantren melalui pesan-pesan yang disampaikan melalui dakwah. Gerakan ekologi di pesantren terjadi karena adanya konflik agraria, revolusi hijau, dan minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang lingkungan. Fitriani dan Aliyudin ingin menyampaikan makna dakwah bukan hanya sekadar menyampaikan agama tapi lebih dari itu. Dakwah juga dapat diartikan merubah situasi ke situasi yang lebih baik lagi sesuai dengan ajaran Islam. Artikel ini menekankan bahwa dalam gerakan ekologi pesan-pesan mengenai kecintaan terhadap alam dan dorongan untuk merawatnya merupakan bagian dari ajaran Islam yang dapat disampaikan melalui dakwah.

Ajaran yang disampaikan melalui gerakan ekologi ini menjadikan pesantren Ath-Thaariq berbeda dengan institusi belajar lainnya. Murid-murid bukan hanya belajar mengenai ilmu keagamaan, tetapi mereka juga mempelajari ilmu terapan berkenaan dengan lingkungan, seperti menanam atau pun mengolah makanan bergizi. Pesantren Ath-Thaariq sendiri berdiri pada 2008 dan digagas oleh Ibang Lukmanudin dan Nissa Wargadipura dengan tujuan menjaga ekologi dengan kajian ilmu agama sebagai pijakannya.

Penelitian ini dilakukan untuk membongkar pemahaman bahwa dakwah dinilai hanya berguna untuk menyampaikan persoalan mengenai sholat, shaum, zakat, haji dan pesan ke-Islam-an lainnya. Akibatnya muncul anggapan bahwa materi-materi lain, seperti materi mengenai lingkungan dianggap bukan bagian dari dakwah. Hal lain yang disoroti oleh penulis adalah kurangnya partisipasi para tokoh agama dalam pelestarian lingkungan melalui jalur dakwah bil hal atau perbuatan. Disamping itu, penulis juga melihat adanya jurang pengetahuan mengenai pelestarian lingkungan di kalangan masyarakat umum. Oleh karena itu, penelitian ini fokus untuk melihat bagaimana pesantren Ath-Thaariq menyampaikan dakwah ekologi serta isi dari dakwah ekologi tersebut.

Pondok pesantren Ath-Thaariq menawarkan tiga fase konsep ekologi, yaitu konsep penanaman, konsep pemeliharaan, dan konsep pemanfaatan lingkungan. Sementara, makna dakwah ekologi menurut pesantren Ath-Thaariq berkaitan dengan tujuan melakukan dakwah itu sendiri dan dorongan untuk melakukan dakwah tersebut. Penelitian ini lebih menekankan pada peran tokoh agama dalam menyampaikan pesan dakwah ekologis yang belum banyak dieksplorasi.

Scroll to Top