Surat dari Mardiana Perempuan Dayak, Ma’anyan, Barito Timur, Kalimantan Tengah
Saya, Mardiana Didana, perempuan adat Dayak Ma’anyan dari Barito Timur. Saya menulis surat ini sebagai kisah yang saya lihat, saya dengar, saya jalani, dan saya tanggung bersama masyarakat adat di tempat kami. Saya bukan orang berpendidikan tinggi. Saya seorang ibu, seorang nenek, seorang healer dan seorang perempuan adat yang hidupnya berubah sejak hutan dan tanah […]
Surat dari Mardiana Perempuan Dayak, Ma’anyan, Barito Timur, Kalimantan Tengah Read More »





