web analytics

indah rahmasari

Maria-Loretha

Maria Loretha

“Bagaimana caranya puasa? Puasa untuk makan makanan tidak sehat, puasa untuk tidak mencemari tanah dengan sampah-sampah plastik, puasa dengan tidak mengkonsumsi gula terlalu tinggi, puasa untuk tidak makan makanan kekinian, puasa untuk tidak mencaci-maki sesama.” (Maria Loreta) Maria Loretha, yang akrab disapa Mama Loretha, tidak hanya dikenal sebagai pelopor gerakan budidaya sorgum di Flores Timur, […]

Maria Loretha Read More »

Mardiana

Mardiana Darren

“Kembalikan yang sudah dirampas, hijaukan yang gundul, pulihkan yang rusak, rawat dan pelihara ciptaan Tuhan serta warisan leluhur”. (Mardiana Darren, 2024) Mardiana Darren adalah sosok perempuan adat Dayak Ma’anyan yang menggabungkan berbagai peran dalam perjuangannya: sebagai perawat, penyembuh (healer), budayawan, dan pembela tanah adat. Setelah pensiun sebagai perawat, ia tidak hanya berfokus pada pengobatan medis

Mardiana Darren Read More »

Jull-Takaliuang

Jull Takaliuang

“Ketika semesta sudah memilih kita menjadi penjaganya, maka kita sebagai manusia tak punya kuasa untuk menolaknya. Jadi segala risiko, semua yang ada di diri kita itu harus kita gunakan untuk menjaga alam.” (Jull Takaliuang, 2024) Jull Takaliuang bukan hanya aktivis lingkungan, tetapi juga suara lantang dari masyarakat kepulauan yang terpinggirkan. Lahir di Pulau Sangihe, sebuah

Jull Takaliuang Read More »

Gunarti

Gunarti

“Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi, Ibu Bumi Bakal Tak Belani. Ibu Bumi bukan sekadar tempat berpijak, ia adalah ibu sejati yang menghidupi kita semua. Sebagaimana aku berbakti kepada orang tua, demikian pula aku menjaga Ibu Bumi”. (Gunarti, 2024) Gunarti lahir pada 21 April, tanggal yang sama dengan R.A. Kartini. Seperti Kartini, Gunarti juga memiliki kepedulian terhadap

Gunarti Read More »

Aleta

Aleta Baun

“Senjata kami adalah upacara adat. Kami tidak meminta pada negara yang mengizinkan perusakan, tapi pada leluhur yang menjaga tanah ini. Dengan ritus adat, kami melawan siapa pun—masyarakat, perusahaan, bahkan negara—yang menghancurkan Ibu Bumi.” (Aleta Baun, 2024) Aleta Cornelia Baun, lebih dikenal sebagai Mama Aleta, bukan hanya pemimpin perempuan dari Mollo yang menentang perusakan alam, ternyata

Aleta Baun Read More »

Ancaman Nafsu Tambang Emas Akan Menghancurkan Pulau Surga Sangihe

Sangihe: Pulau Indah yang Terancam Tambang Emas   Di sudut terpencil Laut Sulawesi, Pulau Sangihe terletak di antara Sulawesi Utara dan Mindanao, Filipina. Pulau ini masih menyimpan keindahan alam dengan pantai-pantai menawan, hutan hujan primer, pegunungan, perbukitan hijau, serta hutan bakau yang lestari. Sebanyak 150.000 penduduknya, yang mayoritas beragama Kristen, menjalani kehidupan sederhana dengan menangkap

Ancaman Nafsu Tambang Emas Akan Menghancurkan Pulau Surga Sangihe Read More »

Scroll to Top