web analytics
Home » Blog » Gerakan Ekopopulisme Komunitas Samin Melawan Perusahaan Semen di Pegunungan Kendeng
Gerakan Ekopopulisme Komunitas Samin Melawan Perusahaan Semen di Pegunungan Kendeng

Gerakan Ekopopulisme Komunitas Samin Melawan Perusahaan Semen di Pegunungan Kendeng

DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um021v5i1p35-47
Penulis : Enkin Asrawijaya
Tahun : 2020
URL : https://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/article/view/13891
Anotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania

Tujuan dari naskah ini yaitu untuk menjelaskan gerakan sosial Masyarakat Samin yang berdasar pada prinsip ekopopulisme. Naskah ini menjelaskan berdasarkan hasil penelitiannya bahwa Masyarakat Samin melakukan gerakan sosialnya di atas dasar keresahannya akan menjadi tambang yang mengancam kehidupan ekonomi dan sosialnya.

Dalam naskah ini disampaikan rencana penambangan batuan karst oleh PT. Semen Gresik di Pegunungan Kendeng, Sukolilo, Pati menuai penolakan dari Masyarakat Samin, yang berada di sekitar pegunungan. Gerakan sosial berupa penolakan tersebut dimulai dari penyadaran antar sesama kelas petani yang melawan akan keberadaan tambang yang mengancam kehidupan pertanian masyarakat setempat. Hingga terbentuklah gerakan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK). 

Mereka menolak wacana keberadaan tambang bukan tanpa alasan. Ada 3 hal yang menjadi dasar persetujuan, yaitu:

  1. Keberadaan tambang akan merusak lingkungan dan berimbas kepada kesejahteraan masyarakat. Baik secara material maupun mental. Dikarenakan mereka menggantungkan hidupnya dari pertanian.
  2. Perizinan untuk pembukaan tambang ini berlawanan dengan peraturan yang menempatkan Pegunungan Kendeng sebagai kawasan lindung.
  3. Masyarakat setempat khawatir akan berubahnya mata pencaharian mereka dari asal mula pertanian menjadi industri.

Berdasarkan hal-hal itulah yang mendorong penulis naskah untuk meneliti gerakan Masyarakat Samin yang menolak wacana penambangan. Hal yang dipertahankan Masyarakat Samin yang dekat dengan pertanian adalah hasil pangan yang menjadi sumber penghidupan dan perekonomian mereka. Konsep yang mendasarinya yaitu eko-pupulisme. Berdasarkan laman arrahim.id, eko-populisme adalah gerakan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem alam dan lingkungan serta mengembalikan upaya pemberdayaan rakyat. Pemberdayaan yang dimaksud adalah pengembangan kapasitas masyarakat untuk mempertahankan alam yang menjadi sumber kehidupannya.

Studi kasus dalam naskah penelitian ini yaitu gerakan sosial Masyarakat Samin berupa pengorganisiran, mobilisasi, partisipasi politik (demonstrasi, petisi, aksi) yang melawan wacana keberadaan tambang. Gerakan sosial yang mereka lakukan tidak hanya itu, tetapi juga bekerja sama dengan sektor-sektor yang diselenggarakan oleh masyarakat sipil. Penulis dari naskah ini yaitu Enkin Asrawijaya, mahasiswa Program Studi Ilmu-ilmu Humaniora Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Saat ia menulis naskah ini,ia masih menjadi mahasiswa dan sekarang sudah bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN.

Karya ini diperuntukkan untuk pihak-pihak yang ingin mengetahui lebih dalam gerakan penolakan Masyarakat Samin terhadap tambang di Kendeng. Baik untuk pengetahuan hingga penelitian mendalam. Naskah ini relevan dengan penelitian yang tengah kami lakukan. Dalam hal ini, mendukung arah yang akan menjadi fokus penelitian kami yaitu perjuangan Gunarti yang menjadi bagian dari Masyarakat Suku Samin.

Hal baru dalam naskah dari antara naskah lainnya yaitu naskah ini menuliskan tentang prinsip eko-populisme yang menjadi dasar gerakan sosial Masyarakat Samin. Metode pengumpulan data dalam penelitian bermetodologi studi kasus ini yaitu dengan pengamatan, ikut terjun langsung dalam aksi, wawancara mendalam, tinggal bersama Masyarakat Samin. Kekuatan dari naskah ini yaitu menyampaikan dengan detail bentuk gerakan sosial yang pernah dilakukan oleh Masyarakat Samin. Sementara, kelemahannya yaitu pembahasannya terhadap gerakan masih umum disampaikan oleh penelitian sebelumnya.

Scroll to Top