DOI : https://doi.org/10.37368/ja.v5i1.243
Penulis : Daniel Eko Saputro, Daniel Gunadi
Tahun : 2021
URL : https://journal.stt-abdiel.ac.id/index.php/JA/article/view/243
Annotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania
Naskah ini membahas secara detail bagaimana sikap Komunitas Sedulur Sikep (KSS) terhadap alam yang bahwa KSS memiliki sikap yang sangat mendukung pelestarian alam. Pandangan tersebut juga didasarkan pada gagasan kosmologis dalam prinsip-prinsip pengajaran yang dimiliki KSS sebagaimana tercermin dalam teknik pertanian yang memberi kesempatan tanah untuk beristirahat dan sikap menghindari konflik dengan hama, pemahaman mereka tentang hubungan manusia dengan alam yaitu memahami manusia sebagai bagian integral dari alam, harmoni dengan alam yang diwujudkan KSS dalam berperilaku hidup seperti dalam memanfaatkan kayu bakar, mereka tidak akan menebang pohon dengan sembarangan. Menebang pohon dilakukan apabila memang terpaksa dilakukan dengan memanfaatkan hasil panen sehingga mereka harus menjaga keharmonisan dengan alam.
KKS memiliki konsep ekoteologis yang dapat dijadikan contoh bagi pembaca dalam memperlakukan ciptaan lain dengan rasa hormat. KKS dalam memelihara alamnya berdasarkan pada ajaran-ajaran dasar mereka yang diajarkan secara turun temurun dengan lisan yang berasal dari kitab pegangan mereka dimana berisi tentang ajaran dan tata aturan yang harus dilaksanakan oleh KKS. Naskah ini juga membahas bagaimana tatanan dasar Komunitas Sedulur Sikep, dan sejarah perlawanannya terhadap pemerintahan kolonial Belanda dengan tidak membayar pajak karena menolak peraturan tanam paksa.
Naskah ini tidak menjelaskan metode apa yang digunakan penulis dalam penelitian ini secara rinci, namun penelitiannya didasarkan pada hasil analisis terhadap beberapa literatur yang membahas KSS, serta wawancara dan observasi peneliti terhadap sikap dan perilaku KSS di wilayah Kudus, Pati, dan Blora. Naskah ini ditulis oleh Daniel Eko Saputro, dan Daniel Gunadi.
Kontribusi utama naskah ini adalah memberikan pelajaran penting bagi pembaca dalam pemahaman terhadap alam untuk menjaga kelestarian alam, dengan belajar dari ajaran/gagasan kosmologis, dan aturan-aturan penjagaan lingkungan yang diterapkan oleh KKS. Secara keseluruhan naskah ini memberikan pemahaman lebih kepada pembaca mengenai kesatuan ekologi manusia dengan alam melalui keberadaan gagasan, dan aturan-aturan Komunitas Sedulur Sikep yang terus mempertahankan prinsip hidup bersatu dengan alam



