web analytics
Home » Blog » Gerakan Sosial Tanpa Kekerasan (Gerakan Sosial Masyarakat Samin terhadap Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Sukolilo, Pati)
Gerakan Sosial Tanpa Kekerasan (Gerakan Sosial Masyarakat Samin terhadap Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Sukolilo, Pati)

Gerakan Sosial Tanpa Kekerasan (Gerakan Sosial Masyarakat Samin terhadap Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Sukolilo, Pati)

DOI : N/A
Penulis : Rini Darmastuti
Tahun : 2015
URL : https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/510509
Anotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania

Tujuan dari naskah ini yaitu untuk menjelaskan strategi komunikasi Masyarakat Samin yaitu dengan menyanyikan tembang dalam desakan keberadaan tambang yang mengancam keutuhan lingkungan di Pegunungan Kendeng. Naskah ini menjelaskan berdasarkan hasil penelitiannya bahwa Masyarakat Samin menyepakati strategi komunikasi perlawanannya terhadap tambang berunsur budaya yaitu dengan menyanyikan tembang. Tembang yaitu nyanyian berbahasa Jawa yang berisi nasihat-nasihat. Dalam hal ini, nasehat yang mengingatkan untuk menjaga alam.

Dalam naskah ini menyampaikan apa yang dikatakan Gunarti yaitu, “Naah, thenguk-thenguk awake ning kan suwara kan isa digawa ning ndi wae, nggugahi istilahe”. (Nah, memang hanya duduk-duduk badannya, tetapi suaranya kan bisa dibawa ke mana-mana). Dalam artian, tidak perlu banyak beraksi dalam menyuarakan keresahannya terhadap Pegunungan Kendeng yang terancam tambang, hanya dengan keberadaan Masyarakat Samin dalam suatu aksi, itu sudah menyampaikan pesan penolakan tambang dan menjaga ibu bumi.

Penulis dari naskah ini yaitu Rini Darmastuti, Dosen Program Studi Bisnis Digital di Universitas Kristen Satya Wacana. Naskah penelitian lain yang ia buat yaitu mengenai masyarakat dan digitalisasinya dalam kehidupan. Karya ini diperuntukkan untuk pihak-pihak yang ingin mengetahui lebih dalam strategi perlawanan Masyarakat Samin di Kendeng. Baik untuk sekadar pengetahuan hingga penelitian mendalam.

Naskah ini relevan antara judulnya yaitu Gerakan Sosial Tanpa Kekerasan (Gerakan Sosial Masyarakat Samin Terhadap Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Sukolilo, Pati) dengan isinya yang membahas tentang gerakan sosial yang dilakukan Masyarakat Samin di Kendeng dalam bentuk menyanyikan tembang saat aksi. Berhubungan pula naskah ini dengan penelitian yang tengah penulis bibliografi beranotasi lakukan. Dalam hal ini, mendukung arah yang akan menjadi fokus penelitian. Hal yang baru dalam naskah ini dari naskah lainnya tentang Masyarakat Samin yaitu membahas spesifik tentang tembang yang mereka nyanyikan saat aksi penolakan tambang semen yang mengancam kelestarian alam Pegunungan Kendeng.
Metode pengumpulan data dalam penelitian bermetode etnografi komunikatif ini yaitu dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumenter. Kekuatan dari naskah ini yaitu menyampaikan dengan detail bentuk perjuangan spesifik yang menjadi ciri khas Masyarakat Samin. Sementara, kelemahannya yaitu penggunaan kata “anarkis” yang salah tafsir. Mengutip dari laman anarkis.org, anarki merupakan “Penghapusan eksploitasi dan penindasan yang dilakukan orang terhadap sesamanya, yaitu penghapusan hak milik pribadi (contohnya kapitalisme) dan pemerintah. Sementara, tindakan mereka yang menuntut pemerintah untuk menutup wacana tambang yang akan ditempati di sekitar mereka adalah bentuk perlawanan terhadap kapitalisme dan menjadikan Pegunungan Kendeng bukan hanya milik pribadi perusahaan, tapi milik Masyarakat Samin bersama yang tinggal di sekitar Pegunungan Kendeng.

Scroll to Top