Di sela akar hutan,
jahe tumbuh diam-diam,
menyimpan api kecil
yang diwariskan pada perempuan.
Ketika perut melilit,
ramuan jahe direbus,
hangatnya menyebar
hingga darah mengalir lebih tenang.
Setiap tegukan adalah keberanian,
menghadapi rasa sakit bulanan,
dengan cara yang sederhana
namun penuh kuasa.
Jahe hutan tidak hanya obat,
ia adalah pelukan bumi,
yang menenangkan tubuh
di antara dentuman mesin tambang.
Rorano tidak pernah menuntut,
ia tumbuh di tanah yang sederhana,
menjadi penjaga rahasia
yang tak bisa dibeli uang.
Setiap kali tubuh melemah,
rorano hadir sebagai pelindung.



