web analytics
Home » Blog » Kapur dan Abu Dapur: Dua Bahan Ajaib Pewarna Alam
Kapur dan Abu Dapur: Dua Bahan Ajaib Pewarna Alam

Kapur dan Abu Dapur: Dua Bahan Ajaib Pewarna Alam

Dalam proses membuat pasta indigo dan pencelupan, kapur dan abu dapur berperan penting dalam proses pewarnaan.

Kapur sirih memegang peran yang sangat penting dalam proses membuat pasta indigo. Setelah tarum difermentasi, air rendamannya yang sudah disaring tampak keruh, penuh zat warna dan sisa-sisa organik dari daun. Di tahap inilah kapur sirih ditambahkan.

Kapur sirih membuat larutan menjadi basa. Kondisi ini yang memicu senyawa dalam daun tarum berubah menjadi pigmen biru. Saat dilarutkan, kapur membantu pigmen menggumpal dan mengendap di dasar wadah dan bakal membentuk pasta biru pekat.

Tanpa kapur sirih, pigmen biru hanya akan melayang samar di air, susah dipisahkan, dan warnanya pun akan mudah pudar. Dengan kapur, pigmen jadi lebih bersih, lebih pekat, lebih stabil.

Sederhananya, kapur sirih adalah jembatan yang mengubah daun hijau menjadi biru abadi.

Dalam pembuatan larutan indigo, daun yang telah difermentasi menghasilkan indikan, senyawa yang larut air tetapi belum berwarna. Abu dapur digunakan untuk menciptakan kondisi basa sehingga indikan berubah menjadi indoksil. Saat kain dicelup, indoksil menempel pada serat. Begitu kain diangkat dan terkena udara, indoksil teroksidasi menjadi pigmen biru indigo yang tidak larut dan melekat kuat pada serat.

Pada pewarna alami seperti mengkudu, kunyit, atau kulit kayu, perendaman kain dalam larutan abu dapur bisa membuat warna lebih cerah dan lebih tahan lama. Sifat alkali dari larutan abu membantu memperkuat ikatan warna dengan serat.

Abu dapur dalam jumlah banyak akan ditampung dalam wadah yang sudah dilubangi. Abu dapur akan disiram dengan air secara berlahan. Proses ini dalam bahasa krowe disebut don. Air yang menetes itulah yang akan digunakan dalam proses pewarnaan.

Abu dapur mengandung kalium karbonat yang bersifat alkali. Ketika dilarutkan dalam air, sifat alkali ini membantu membuka pori-pori serat seperti kapas atau benang. Dengan begitu, zat warna dari tumbuhan bisa menempel lebih baik dan bertahan lebih lama.

Scroll to Top