Di hutan Halmahera,
rempah-rempah tumbuh liar,
dari kulit kayu hingga bunga kering,
semua menyimpan penawar bagi rahim.
Perempuan tahu namanya satu-satu,
tak tertulis di buku,
hanya tersimpan di lidah,
diturunkan dari nenek ke cucu.
Rempah itu meredakan nyeri,
menghangatkan tubuh,
menjaga darah tetap bersih
dan rahim tetap kuat.
Dalam setiap rebusan,
ada sejarah perempuan,
yang selalu tahu cara bertahan
bersama hutan yang setia.
Karya: Hartati Balastaeng
Puisi ini adalah bagian dari kumpulan puisi pada zine Jujaruh karya lulbas Proyek Kehidupan 2025, Hartati Balastaeng.



