web analytics
Home » Blog » The Power of A Leader in the Samin People’s Opposition Movement to the Development of A Cement Factory in the North Kendeng Mountains
The Power of A Leader in the Samin People's Opposition Movement to the Development of A Cement Factory in the North Kendeng Mountains

The Power of A Leader in the Samin People’s Opposition Movement to the Development of A Cement Factory in the North Kendeng Mountains

DOI : https://doi.org/10.22146/jh.56224
Penulis : Enkin Asrawijaya, Bambang Hudayana
Tahun. : 2021
Annotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania
URL : https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/56224

Naskah ini membahas peran seorang pemimpin dalam gerakan oposisi masyarakat Samin terhadap pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa, Indonesia, dengan menggunakan Teori Agensi. Teori Agensi dapat dengan mudah menjelaskan mengapa masyarakat Samin, yang sebelumnya melakukan oposisi pasif terhadap hegemoni negara, kemudian mampu melakukan oposisi aktif dan terbuka. Agensi menjadi faktor penting yang memungkinkan masyarakat Samin untuk melakukan oposisi yang aktif, terbuka, dan terorganisir. Agensi yang dimaksud adalah Gunretno. Naskah ini merupakan kajian antropologi yang mencoba menggambarkan bagaimana situasi yang terjadi mendorong anggota komunitas Sikep untuk muncul menjadi kekuatan pendorong oposisi gerakan Samin dalam menolak pabrik semen.

Naskah ini juga menjelaskan budaya menentang hegemoni negara yang dilakukan masyarakat Samin di sekitar pegunungan Kendeng. Menjelaskan bagaimana perlawanan Masyarakat Samin terhadap kolonial Belanda pada abad ke-19. Juga menjelaskan bagaimana stereotype yang dialami masyarakat Samin.

Proses mengumpulkan data menggunakan metode wawancara dan observasi partisipasi. Wawancara dilakukan terhadap seorang pemimpin yang bertindak sebagai agen aksi oposisi. Dengan informan yang berasal dari lingkungan pemukiman Samin dan para pemangku kepentingan yang mendukung gerakan oposisi masyarakat Samin. Kerangka Teoritis dalam naskah ini menggunakan teori Agensi dan teori Gerakan Sosial.

Naskah ini ditulis oleh Enkin Asrawijaya dari Fakultas Pendidikan dan Pengajaran, Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal, Indonesia, dan Bambang Hudayana dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Kontribusi utama naskah ini adalah memberikan pandangan berbeda pada tokoh agensi dalam gerakan perlawanan masyarakat Samin terhadap pabrik Semen di Pati.

Ada bagian dalam tulisan ini yang mengutip naskah lain. Namun naskah ini tidak mencantumkan penulisnya. Dalam arti berpotensi plagiasi seperti dapat dilihat pada halaman 27 paragraf terakhir dan awal halaman 28. Walaupun demikian secara keseluruhan, naskah ini cukup bermanfaat dalam studi peran agensi dalam gerakan keadilan ekologi.

Scroll to Top