DOI : 10.22146/lembaran-sejarah.95198
Penulis : Jasmine Rizky El Yasinta, Muhammad Haldis Maheswara Thohari
Tahun : 2023
URL : https://www.researchgate.net/publication/379627447_Our_Mother’s_Land_Kisah_Perjuangan_Perempuan_Indonesia_dalam_Menyelamatkan_Lingkungan
Annotator : Laily Nur Zakiya
Artikel ini mengulas film dokumenter Our Mother’s Land (2020) yang menyoroti perjuangan perempuan di berbagai daerah Indonesia melawan eksploitasi lingkungan. Tokoh-tokoh seperti Sukinah di Kendeng, Aleta Baun di Mollo NTT, Eva Bande di Luwuk, dan Farwiza Farhan di Aceh memperlihatkan bagaimana perempuan menjadi penggerak utama dalam menyelamatkan alam dengan cara-cara kreatif, damai, serta berakar dari kearifan lokal.
Menurut saya, kekuatan artikel ini adalah kemampuannya menarasikan perjuangan lokal dengan bahasa yang mudah dipahami. Cerita-cerita ini menyingkap bahwa perlawanan perempuan tidak hanya emosional, tetapi lahir dari pengalaman konkret yang terdampak langsung oleh kerusakan lingkungan. Misalnya, protes menenun di Mollo menunjukkan relasi spiritual masyarakat dengan alam. Hal ini sesuai dengan kajian Wulan (2023) yang menekankan pentingnya ekofeminisme transformatif untuk menantang struktur patriarki yang membebani perempuan sekaligus merusak lingkungan.
Namun, saya melihat kelemahan pada artikel El Yasinta & Thohari, yaitu minimnya analisis teoritis dan metodologi yang jelas. Pembahasan tentang ekofeminisme masih sebatas definisi singkat, padahal konsep ini bisa dielaborasi lebih jauh. Sebagai perbandingan, Prasetyo (2023) dalam SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies menunjukkan bahwa ekofeminisme di Indonesia erat kaitannya dengan bias hukum dan kebijakan lingkungan yang belum adil terhadap perempuan.
Selain itu, artikel ini lebih bersifat deskriptif karena hanya mereview film. Jika dibandingkan, kajian Khairiyah, Muryani, & Isnania (2022) tentang film Sangihe Melawan menggunakan analisis semiotika untuk mengungkap makna simbolik perlawanan perempuan terhadap tambang emas. Metode ini memberi kedalaman analisis yang bisa memperkaya penelitian tentang film dokumenter serupa.
Bagi saya, artikel ini hanya bermanfaat untuk pembaca pemula yang ingin mengenal isu ekofeminisme dalam konteks Indonesia melalui kisah nyata yang ringan dan inspiratif. Artikel ini dapat dipakai sebagai entry point atau bahan diskusi awal di kelas. Tetapi bagi peneliti, akademisi, atau mahasiswa yang ingin mengembangkan kajian ekofeminisme secara teoritis, struktural, atau metodologis, artikel ini belum memadai dan perlu dilengkapi dengan bacaan akademik lain yang lebih mendalam.
Daftar Pustaka
El Yasinta, J. R., & Thohari, M. H. M. (2023). Our Mother’s Land: Kisah Perjuangan Perempuan Indonesia dalam Menyelamatkan Lingkungan. Lembaran Sejarah, 19(2), 186–191.
Khairiyah, A., Muryani, T., & Isnania, R. (2022). The Ecofeminism Practice: The Women’s Movement in the Documentary Film “Sangihe Melawan”. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 9(2), 195–214. Universitas Gadjah Mada.
Prasetyo, E. (2023). Ecofeminism in Indonesian Environmental Law: Gender Equality for Sustainable Natural Resource Management. SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies, 3(1), 45–60.
Wulan, T. R. (2023). Ekofeminisme Transformatif: Alternatif Kritis Mendekonstruksi Relasi Perempuan dan Lingkungan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 7(2), 173–186.



