web analytics
Home » Blog » Perempuan Samin Pasca-Reformasi: Perspektif Ekofeminisme
Perempuan Samin Pasca-Reformasi Perspektif Ekofeminisme

Perempuan Samin Pasca-Reformasi: Perspektif Ekofeminisme

DOI                : 10.55981/jmb.2023.2273
Penulis          : Muhammad Khoiruddin, Danan Tricahyono, Rinda Handayani
Tahun            : 2023
URL                : https://www.researchgate.net/publication/385906685_PEREMPUAN_SAMIN_PASCA-REFORMASI_PERSPEKTIF_EKOFEMINISME
Annotator     : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania

Naskah ini mendeskripsikan sejarah gerakan masyarakat Samin dengan focus pada peran perempuan Samin, alam dalam konsep ekofeminisme, serta keseimbangan peran perempuan dan laki-laki dalam ranah domestic pada saat perempuan Samin melakukan perlawanan. Naskah ini juga memuat bagaimana perjuangan salah satu tokoh, Mbak Gunarti rela berkeliling dari desa ke desa di luar kelompok Samin bahkan menghadiri tahlilan dan yasinan walaupun dirinya penganut ajaran Samin. Upaya tersebut dilakukan untuk mengajak para perempuan di luar penganut ajaran Samin agar peduli terhadap kelestarian Pegunungan Kendeng. Dalam naskah ini mendeskripsikan bahwa munculnya gerakan ekofeminisme karena kesadaran perempuan yang telah menjadi korban atas pembangunan dan eksploitasi alam juga terjadi pada masyarakat Samin di Pati, Jawa Tengah.

Keterlibatan perempuan Samin dalam upaya penolakan pembangunan pabrik semen di Pati menjadi fenomena penting sebagai awal dari gerakan ekofeminisme perempuan Samin sekaligus menegaskan bahwa perempuan Samin turut serta dalam perjuangan melawan perusakan alam. Munculnya ekofeminisme di tengah masyarakat Samin menjadi penting karena menandakan sebuah transformasi peran perempuan Samin. Para perempuan Samin sebelum reformasi terkesan hanya berperan dalam hal domestik saja. Mereka seolah tidak pernah muncul sebagai actor perlawanan yang dilakukan masyarakat Samin. Akibatnya, perempuan Samin terkesan tidak ikut ambil bagian secara langsung dalam perlawanan- perlawanan masyarakat Samin sebelum reformasi.

Penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri dari empat langkah yaitu:

1) heuristik berupa pengumpulan sumber sejarah;
2) verifikasi sumber melalui kritik eksternal dan internal;
3) interpretasi terhadap data yang telah diperoleh melalui proses sintesis dan analisis data; dan
4) historiografi yaitu penulisan sejarah menggunakan deskriptif analitis

Naskah ini ditulis oleh Muhammad Khoiruddin dan Rinda Handayan dari Universitas Gadjah Mada, serta Danan Tricahyono dari Universitas Sebelas Maret.  Kontribusi utama naskah ini adalah menguatkan analisis pembaca mengenai sejarah ekofeminisme di indonesia dimana pertama-tama berkembang di Barat pada tahun 1970-1980-an. Ekofeminisme sebagai gerakan penyelamatan lingkungan, Kemudian juga mengenai bagaimana sejarah gerakan masyarakat Samin yang dimulai pada masa pemerintah kolonial Belanda. Serta mengenai hubungan erat antara Bumi dan perempuan. Secara keseluruhan, naskah ini memungkinkan pendalaman pemahaman dan analisis pembaca mengenai peran perempuan dalam ekofeminisme khususnya bagaimana ekofeminisme pada tokoh perempuan Samin di Pati, Kendeng.

Scroll to Top