web analytics
Home » Blog » The Meaning Making of an Environmental Movement: A Perspective on Sedulur Sikep’s Narrative in Anti-Cement Movement

The Meaning Making of an Environmental Movement: A Perspective on Sedulur Sikep’s Narrative in Anti-Cement Movement

DOI : 10.22146/pcd.30471

Penulis : Primi Suharmadhi Putri

Tahun : 2017

URL : https://www.researchgate.net/publication/321972596_The_Meaning_Making_of_an_Environmental_Movement_A_Perspective_on_Sedulur_Sikep’s_Narrative_of_Anti-Cement_Movement

Annotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania

Artikel ini menelaah makna yang dibangun oleh komunitas Sedulur Sikep dalam gerakan penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Putri menggunakan perspektif konstruksi naratif untuk menunjukkan bagaimana identitas, nilai budaya, dan pengalaman historis Sedulur Sikep menjadi basis bagi gerakan lingkungan. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa narasi bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga strategi politik yang memperkuat legitimasi gerakan dan membangun solidaritas dengan kelompok lain.

Menurut saya, kelebihan artikel ini adalah keberhasilannya memposisikan narasi sebagai pusat analisis gerakan sosial. Putri mampu memperlihatkan bahwa gerakan lingkungan tidak hanya berakar pada kepentingan ekologis, tetapi juga berkelindan dengan identitas budaya dan spiritual Sedulur Sikep. Hal ini penting karena sering kali studi tentang gerakan sosial di Indonesia lebih menekankan aspek struktural atau material, sementara dimensi makna dan narasi kurang dieksplorasi. Artikel ini memperlihatkan bahwa bahasa, simbol, dan cerita menjadi kekuatan politik yang mampu menandingi dominasi wacana pembangunan negara maupun korporasi.

Namun, menurut saya, kelemahan artikel ini adalah minimnya pembahasan tentang bagaimana narasi tersebut diterima oleh publik di luar komunitas Sedulur Sikep. Analisis lebih lanjut tentang efektivitas narasi dalam menggalang dukungan masyarakat luas atau mengubah kebijakan akan memperkaya argumen. Selain itu, artikel ini cenderung menekankan koherensi narasi internal tanpa banyak mengulas ketegangan atau perbedaan interpretasi di dalam komunitas sendiri.

Kontribusi utama artikel ini terletak pada upayanya memperluas diskusi tentang gerakan lingkungan di Indonesia dengan menyoroti peran narasi. Ia membuka pemahaman bahwa perlawanan Sedulur Sikep bukan hanya tentang menolak pabrik semen, tetapi juga tentang mempertahankan identitas, nilai hidup, dan cara pandang dunia yang berbeda dari logika pembangunan kapitalistik.

Scroll to Top