web analytics
Home » Blog » Pengalaman Perempuan dan Persoalan Lingkungan: Belajar dari Gerakan Perempuan Kendeng

Pengalaman Perempuan dan Persoalan Lingkungan: Belajar dari Gerakan Perempuan Kendeng

DOI                : N/A
Penulis          : Hotmauli Sidabalok
Tahun            : 2020
URL                : https://repository.unika.ac.id/23270/3/58119962012019G2_Buku%20Perempuan%20Lintas%20Gender-hal%20awal.pdf
Annotator     : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina Nathania

Tujuan dari naskah ini yaitu ingin menjelaskan tentang perempuan di Pegunungan Karst Kendeng, salah satunya Gunarti  yang mempertahankan alam sekitarnya terutama air dan tanah yang menjadi dasar pemenuhan  kehidupannya. Bentuk perjuangannya yaitu bersama-sama masyarakat menolak pertambangan batuan  karst di sana dalam berbagai gerakan sosial. Pesan tertulis Gunarti dalam naskah ini sebagai upaya untuk  menjaga alam Pegunungan Kendeng. 

Naskah ini patut dibaca oleh seluruh masyarakat yang ingin mengetahui secara garis besar peran  perempuan terhadap alamnya. Khususnya, pada Perempuan Kendeng yang sedari tahun 2006 berjuang  bersama masyarakat lainnya mempertahankan ruang hidupnya yang bersinggungan langsung dengan  alam.  Argumen utama menurut saya dari naskah yang ditulis oleh Hotmauli Sidabalok tentang “Pengalaman  Perempuan dan Persoalan Lingkungan: Belajar dari Gerakan Perempuan Kendeng” yaitu penulis menganalisis  pengetahuan dan pengalaman perempuan dalam konteks gerakan Perempuan Kendeng dalam  mempertahankan keutuhan alam Pegunungan Karst Kendeng. Cara perempuan menemukan ilmu adalah  dari pengalamannya langsung di alam tempat kebutuhannya tersedia.  

Latar belakang dari penulisan naskah ini yaitu sebagai tugas dari Universitas Katolik Soegijapranata yang  menjadikan gerakan perempuan di Kendeng dalam menjaga alamnya sebagai pusat dari kajian  penelitian.  Saya melihat bahwa tulisan ini memberikan pengalaman tersendiri dalam merasakan kedekatan antara  perempuan dengan lingkungan sekitar Pegunungan Kendeng. 

Otoritas dari Hotmauli Sidabalok sebagai penulis naskah ini yaitu seorang dosen Program Studi Ilmu  Hukum Fakultas Hukum dan Komunikasi, Universitas Katolik Soegijapranata. Ia mendapat tugas untuk  melakukan penelitian tentang perempuan lintas ilmu berperspektif gender. Sehingga, tak hanya mengamati, tapi juga membuka forum diskusi yang berusaha mengetahui lebih dalam kehidupan Perempuan Kendeng. 

Karya itu memiliki andil untuk memahami topik tentang perempuan Kendeng yang tengah  memperjuangkan alamnya yang sangat erat dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Sumber yang dipakai oleh naskah ini beragam. Mulai dari jurnal, esai, atau karya tulis yang berasal dari  dalam hingga luar negeri. Saya melihat tujuan dari penulisan naskah ini yaitu untuk mengetahui seberapa penting keutuhan alam  bagi perempuan di Kendeng

Ide yang disampaikan dalam naskah ini tentang peran perempuan dalam menjaga alam sekitarnya  terutama daerah Pegunungan Karst Kendeng. Pemikiran penulis berusaha memahami pemikiran, perasaan, dan tindakan para perempuan Kendeng,  salah satunya Gunarti dalam ucapannya yang sempat dikutip. Hal ini sebagai prinsip gerakan perempuan  Kendeng dalam menjaga lingkungannya

Naskah ini membahas tentang Gunarti seorang tokoh perempuan dari Kendeng yang mengatakan  bahwa air untuk kebutuhan keluarga, irigasi sawah, peternakan sapi. Ia tidak bisa membayangkan jika ia  membeli air, bisa dipastikan pendapatan keluarga dari bertani akan berkurang sebanyak 40%. Air yang  berlimpah dari Pegunungan Kendeng telah membantu kehidupan masyarakat di sana. Gunarti  mengatakan bahwa perlunya menjaga Kendeng agar air tidak berkurang.

Kebaruan dari naskah ini yaitu pernyataan terkait gerakan masyarakat Kendeng yang bercorak environmentalist. Walaupun terlihat sederhana, namun istilah yang diimplementasikan dalam gerakan  sosial di Kendeng, memperjelas keberpihakannya yaitu terhadap lingkungan. Dalam hal ini, menggambarkan bahwa gerakan sosial yang dibangun oleh masyarakat tengah memperjuangkan lingkungannya. Dalam hal ini, naskah hanya menceritakan keterkaitan  perempuan di Kendeng dengan alamnya. Maka dari itu, kritik saya perlunya menceritakan secara spesifik perlawanan Perempuan Kendeng dalam mempertahankan keutuhan alamnya.

Scroll to Top