DOI : N/A
Penulis : Jason K. Dy SJ
Tahun : 2019
URL : https://archium.ateneo.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1301&context=paha
Jason menganalisis kehidupan di pesantren ekologi di Garut, tentang islam dan ekologi. Pesantren Ekologi Ath-Thaariq Garut menjadi salah satu pesantren di Garut, Jawa Barat yang didirikan oleh Nissa Wargadipura bersama suaminya Ibang Lukmanurdin. Pesantrean ini bukan hanya mempelajari ilmu agama, tapi juga mengajarkan cara mengolah pertanian secara ekologi.
Penulis menganalisis kehidupan selama di pondok pesantren ekologi dengan beberapa pendekatan untuk mengetahui hubungan antara islam dan ekologi. Penulis berdialog langsung dengan pak Ibang dan istrinya. Selama lima hari di pesantren penulis melihat bagaimana pesantren menerapkan sistem agroteknologi seperti mengolah tanah secara organic, mengkonsumsi makanan dari hasil perkebunan sendiri.
Ibang dan Nissa mengajarkan kepada para santri untuk menghasilkan pangan secara mandiri. Memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi sehat dan tidak berbahaya. Sistem pangan saat ini bermodel kapitalis revolusi hijau segala produk pangan yang dihasilkan dalam bentuk instan. Pupuk yang dibuat dengan campuran bahan kimia yang berlebihan sehingga ketika produk makanan dikonsumsi rentan terhadap tubuh.
Penulis juga menceritakan perjuangan pemberdayaan perempuan muslim di pesantren ekologi ini. Nissa menjadi sosok perempuan tangguh yang melakukan gerakan-gerakan pemberdayaan pangan kepada masyarakat sekaligus garda terdepan yang mempraktekkan secara langsung ilmu-ilmu agroteknologi di pesantren ekologi. Ia begitu peduli terhadap isu pertanian, hal ini terbukti dengan pengalamanya bergabung dengan lembaga aktivis pangan. Ketika menjadi aktivis beliau banyak membantu masyarakat dalam hal pertanian maupun memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Perjuangan ini tidak berhenti sampai disitu, beliau aktif menyuarakan isu pertanian dengan mempromosikan pertanian pekarangan sebagai bentuk usaha keluarga. Ia juga terus mengikuti perkembangan isu urgensi ekologi, menurut beliau ekologi bukan hanya persoalan kebutuhan manusia tetapi juga makhluk lainnya. Pada hakikatnya kerusakan ekologi bukan hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga makhluk yang lain. Sehingga, melindungi ekologi adalah keharusan untuk kelangsungan hidup yang aman untuk semua makhluk.
Nissa terinspirasi dari konsep yang diusung oleh Paus Fransiskus yaitu Laudato yang menyebut bahwa manusia diutus untuk melindungi bumi. Ia dan suaminya jauh sebelumnya telah mendirikan pesantren ekologi sebagai bentuk melindungi bumi dengan cara memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan penghuni pesantren untuk mengelola pertanian sebagai bagian dari revolusi hijau. Atas ketangguhannya pada tahun 2017, Nissa diundang menjadi pembicara dalam acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia Internasional di Cirebon, Jawa Barat. Nissa memberikan praktek secara langsung kepada para penghuni pesantren dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekologi. Ia juga mendorong adanya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan isu urgensi ekologi saat ini. Karena memperjuangkan ekologi sama hal dengan menyelamatkan bumi bukan hanya untuk makhluk saat ini tapi untuk generasi mendatang.



