web analytics
Home » Terkini » Page 4

Terkini

Tidak Ada yang Kebetulan: Tenun dan Jalan Pulang

Tidak Ada yang Kebetulan

Pada Agustus 2024 yang panas, saya, Widi Asari dan dua kawan lain sedang berdiri di gapura sebuah sanggar tenun ikat. Saya berkesempatan menjadi teman riset Widi Asari, seorang seniman/fashion designer asal Bandung yang sedang beresidensi di Maumere. Hari itu, kami berniat untuk berkunjung ke sanggar tersebut. Kami tak bisa datang tanpa reservasi sebelumnya. Salah satu […]

Tidak Ada yang Kebetulan Read More »

Sahada: Hutan Rusak, Kehidupan Manusia Terancam

Sahada: Hutan Rusak, Kehidupan Manusia Terancam

Akhir Juni 2022, marabahaya datang ke tanah adat Bati. PT Balam Energy Ltd bersama PT Bureau Geophysical Protecting (BGP) memasuki hutan pusaka, mengebor jalur seismik 2D sepanjang 500 kilometer. Bagi Sahada Boufakar (53), tindakan itu serupa dengan melubangi dada orang Bati. Musababnya, dalam kosmologi mereka “Yeisa kalu paku tei,” berarti, “kita mancia eya pakutei wak.”

Sahada: Hutan Rusak, Kehidupan Manusia Terancam Read More »

‘Grass, Rice, and Aubergine’: A Case Study of An Islamic Eco-pesantren in Indonesia

‘Grass, Rice, and Aubergine’: A Case Study of An Islamic Eco-pesantren in Indonesia

DOI : https://doi.org/10.1080/14681366.2024.2385049Penulis : Teguh Wijaya Mulya, Francesca SalviTahun : 2024Annotator : Grace Oni Oet Neolaka, Juliyanti Umabaihi, Uswatun HasanahURL : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/14681366.2024.2385049 Artikel “Grass, rice, and aubergine: a case study of an Islamic eco-pesantren in Indonesia” karya Teguh Wijaya Mulya dan Francesca Salvi (2024). Artikel ini merupakan kontribusi penting dalam kajian pendidikan lingkungan sekaligus memperkaya

‘Grass, Rice, and Aubergine’: A Case Study of An Islamic Eco-pesantren in Indonesia Read More »

Belajar Membela Alam dan Strategi Pengorganisasian Bersama Mama Aleta

Belajar Membela Alam dan Strategi Pengorganisasian Bersama Mama Aleta

Jumat, 31 Agustus 2026 lalu, para Lulbas yang sedang belajar di Sekolah Politik Ekologi Feminis memulai sesi belajar dari para Nausus, para perempuan yang ada di garis depan perjuangan menyelamatkan alam. Mama Aleta menjadi Nausus pertama yang ditemui lulbas. Sebagai pemanasan, lulbas telah mendiskusikan sebelumya bahan rujukan mereka yang membahas topik “Sejarah Gerakan Perlawanan Perempuan

Belajar Membela Alam dan Strategi Pengorganisasian Bersama Mama Aleta Read More »

Perempuan Mollo Merawat Tubuh dan Alam: Aleta Baun, Paham Nifu, dan Pegunungan Mutis

Perempuan Mollo Merawat Tubuh dan Alam: Aleta Baun, Paham Nifu, dan Pegunungan Mutis

DOI : https://doi.org/10.34309/jp.v20i3.39Penulis : Asriani D. D.Tahun : 2015Annotator : Try Suriani Loit TualakaURL : https://indonesianfeministjournal.org/index.php/IFJ/article/view/39 Setelah membaca artikel ini, saya merasa penulis berhasil menunjukkan sisi lain dari perjuangan perempuan adat Mollo melalui sosok Aleta Baun. Artikel ini tidak hanya bercerita tentang aksi menolak tambang marmer di Pegunungan Mutis, tapi juga membuka mata saya tentang

Perempuan Mollo Merawat Tubuh dan Alam: Aleta Baun, Paham Nifu, dan Pegunungan Mutis Read More »

Belajar Sambil Bersenang-senang

Belajar Sambil Bersenang-senang

Sepanjang jalur pendakian didominasi oleh pohon pinus, beberapa tumpang sari dengan pohon kopi. Pohon kopi yang ditanam oleh warga di sekitar kaki Gunung Sengunglung memiliki tinggi mungkin sekitar 7–10 meter. Hampir setinggi pohon nangka tua. “Bagaimana cara petani-petani memetik buah kopi kalau pohonnya setinggi ini?” aku membatin saja. Perjalanan kami bertempo sedang, jalanan licin berlumpur.

Belajar Sambil Bersenang-senang Read More »

Scroll to Top