web analytics
Home » Blog
Ketika Doa Mengalir Bersama Air: Keresahan Pesantren di Tanah Emas Trenggalek

Ketika Doa Mengalir Bersama Air: Keresahan Pesantren di Tanah Emas Trenggalek 

Air adalah kehidupan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup” (QS Al-Anbiya: 30). Di Trenggalek, ayat itu terasa nyata dalam keseharian warga dan santri yang menggantungkan hidup pada sumber-sumber air pegunungan. Dari air, mereka belajar, beribadah, memasak, mencuci, hingga menghidupi sawah dan kebun. Namun kini, ayat itu terasa pula […]

Ketika Doa Mengalir Bersama Air: Keresahan Pesantren di Tanah Emas Trenggalek  Read More »

Perjuangan Perempuan Adat Memulihkan Tubuh Alam

Perjuangan Perempuan Adat Memulihkan Tubuh Alam

DOI : N/APenulis : Anna MarianaTahun : 2016Annotator : Laily Nur ZakiyaURL : https://share.google/RG1J3WBsJ9M7UADnF  Artikel ini merupakan resensi buku karya Siti Maemunah berjudul Mollo, Pembangunan dan Perubahan Iklim: Usaha Rakyat Memulihkan Alam yang Rusak. Buku tersebut merekam perjuangan masyarakat adat Mollo, Amanuban, dan Amanatun di Nusa Tenggara Timur. Perjuangan mereka dalam menghadapi kerusakan lingkungan akibat

Perjuangan Perempuan Adat Memulihkan Tubuh Alam Read More »

The Meaning Making of an Environmental Movement: A Perspective on Sedulur Sikep's Narrative in Anti-Cement Movement

The Meaning Making of an Environmental Movement: A Perspective on Sedulur Sikep’s Narrative in Anti-Cement Movement

DOI. : 10.22146/pcd.30471Penulis : Primi Suharmadhi PutriTahun : 2017Annotator : Mahshushah, Ananda Farah Lestari, Siti Sumriyah, dan Lidwina NathaniaURL : https://www.researchgate.net/publication/321972596_The_Meaning_Making_of_an_Environmental_Movement_A_Perspective_on_Sedulur_Sikep’s_Narrative_of_Anti-Cement_Movement Artikel ini menelaah makna yang dibangun oleh komunitas Sedulur Sikep dalam gerakan penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Putri menggunakan perspektif konstruksi naratif untuk menunjukkan bagaimana identitas, nilai budaya, dan pengalaman

The Meaning Making of an Environmental Movement: A Perspective on Sedulur Sikep’s Narrative in Anti-Cement Movement Read More »

Belajar tentang Tubuh dan Alam sebagai Frontier Ekstraktivisme dari Sagea.png

Belajar tentang Tubuh dan Alam sebagai Frontier Ekstraktivisme dari Sagea

Setelah belajar mengenai sejarah gerakan perlawanan perempuan membela alam bersama Mama Aleta, lulbas melanjutkan pembelajaran di sesi ketiga bersama Kak Rifya, Nausus dari Pulau Sagea yang tengah melawan pertambangan nikel dan mengorganisir gerakan Save Sagea. Sesi ketiga bertajuk “Tubuh & Alam sebagai Frontier Ekstraktivisme”, dimana lulbas akan diperkenalkan dengan konsep frontier sebagai ruang ekspansi kapital

Belajar tentang Tubuh dan Alam sebagai Frontier Ekstraktivisme dari Sagea Read More »

Tidak Ada yang Kebetulan: Tenun dan Jalan Pulang

Tidak Ada yang Kebetulan

Pada Agustus 2024 yang panas, saya, Widi Asari dan dua kawan lain sedang berdiri di gapura sebuah sanggar tenun ikat. Saya berkesempatan menjadi teman riset Widi Asari, seorang seniman/fashion designer asal Bandung yang sedang beresidensi di Maumere. Hari itu, kami berniat untuk berkunjung ke sanggar tersebut. Kami tak bisa datang tanpa reservasi sebelumnya. Salah satu

Tidak Ada yang Kebetulan Read More »

Sahada: Hutan Rusak, Kehidupan Manusia Terancam

Sahada: Hutan Rusak, Kehidupan Manusia Terancam

Akhir Juni 2022, marabahaya datang ke tanah adat Bati. PT Balam Energy Ltd bersama PT Bureau Geophysical Protecting (BGP) memasuki hutan pusaka, mengebor jalur seismik 2D sepanjang 500 kilometer. Bagi Sahada Boufakar (53), tindakan itu serupa dengan melubangi dada orang Bati. Musababnya, dalam kosmologi mereka “Yeisa kalu paku tei,” berarti, “kita mancia eya pakutei wak.”

Sahada: Hutan Rusak, Kehidupan Manusia Terancam Read More »

Scroll to Top